Zayn & Humaira (Polwan Cantik Season 2)

Zayn & Humaira (Polwan Cantik Season 2)
#116


__ADS_3

" kak istirahat aja dulu gih, tar kan mau balik lagi ke bandara " (kata Rindu)


Zayn sontak melihat ke arah tangannya, jam saat ini menunjukan pukul 10.00 pagi masih ada waktunya beberapa jam untuk beristirahat sebelum ia terbang kembali ke kota C. Saat ini ia beserta istrinya & adiknya Humaira sedang berada di rumah orang tua istrinya, suasana di rumah mertuanya pagi ini cukup sepi sama seperti biasa saat ia berada di rumahnya sendiri karena kedua mertuanya adalah seorang pegawai sama dengan kedua orangtuanya.


" iya kak istirahat aja dulu kakak sana " (kata Humaira)


" lo gak papa gue tinggal? " (kata Zayn bertanya)


" ya gak apa-apa lah, asal kak Rindu juga jangan ninggalin gue " (kata Humaira pada Zayn), " lo kalo mau tidur jangan bawa-bawa kak Rindu loh ya " (kata Humaira lagi)


" aih lo dek gak pengertian banget sama gue " (kata Zayn)


Zayn menoleh kearah istrinya, sebenarnya ia sangat ingin beristirahat sambil memeluk istrinya tapi apalah daya keinginannya tak bisa ia lakukan karena saat ini sedang ada adiknya ikut bersama mereka.


" sekarang lo yang harus pengertian sama gue kak, hahahahha " (kata Humaira tertawa)


" kampret " (kata Zayn)


Zayn berdiri sambil menggaruk-garuk kepalanya sambil menyunggingkan senyum kecutnya, agak kecewa karena ia harus mengurungkan niatnya, ia berpikir kasian juga pada Humaira jika harus ditinggal sendiri di ruang tamu.


" ya udah deh aku keatas aja ya yank " (kata Zayn pada Rindu sambil memeluk pinggang istrinya), " gue istirahat dulu dek, lo enjoy ya sama Rindu, jangan sungkan-sungkan kalo laper atau apa bilang aja sama kak Rindu ya dek " (kata Zayn pada Humaira sambil tersenyum)


" siap kak, tenang aja gue udah duluan terbiasa ada disini dibanding lo kok " (kata Humaira ikut tersenyum)


" yank kalo aku ketiduran bangunin aku satu jam lagi ya " (kata Zayn)


" iya kak, kak Zayn gak mau dibikin kan sesuatu dulu gitu? " (kata Rindu bertanya)


Zayn tersenyum sambil mengelus-ngelus kepala istrinya, padahal Zayn yakin saat ini istrinya juga sedang kelelahan karena mereka sama-sama baru sampai.


" gak usah yank, kamu juga kan capek, ya udah ya aku naik dulu " (kata Zayn)


Ia mencium kening istrinya lalu tersenyum & berjalan menuju anak tangga, ia akan beristirahat di kamarnya & istrinya yang kebetulan berada di lantai atas.


Setelah berada didepan kamarnya ia segera masuk & menutup pintu kamarnya, ia mulai melepaskan pakaiannya & menggantinya dengan kaos oblong serta celana kolor.


Seragam kerjanya yang barusan ia lepas ia gantung agar tak kusut, setelah menggantung seragamnya ia lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci kaki & tangan tak lupa juga ia membasuh wajahnya.


Setelah keluar dari kamar mandi ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dengan terlentang, ia menghadap langit-langit kamarnya sambil tersenyum.


Tak henti-hentinya ia mengucapkan syukur untuk nikmat yang ia terima beberapa bulan ini, hidupnya berjalan dengan baik, ia berharap kedepannya hidupnya semakin lebih baik lagi bersama istrinya.


Ia selalu berharap tak akan ada sedikitpun masalah yang datang menghadang di kehidupan rumah tangganya dikemudian hari, untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan ia berusaha meluangkan waktunya semaksimal mungkin untuk istrinya.


Ia berusaha agar selalu bisa membahagiakan istrinya dengan cara apapun, mengingat selama ini pekerjaannya membuatnya & istrinya terkadang selalu terpisah jarak & waktu ia selalu berusaha menyempatkan menghubungi istrinya meskipun hanya lewat pesan WhatsApp saja.


Adakalanya saat jauh dari Rindu ia juga merasa gelisah, saat keluar kota ia bahkan berharap bisa membawa istrinya pergi bersamanya, sejujurnya ia sangat tak ingin berpisah dengan istrinya walau sedetikpun.


Mengingat pernikahannya dengan istrinya baru enam bulanan & masih hangat-hangatnya wajar saja jika ia terus-terusan ingin dekat dengan istrinya setiap detiknya.


# Humaira Shakila Najma


Sedari tadi ia terus sibuk di ponselnya, ia terus membalas pesan dari Desta sambil tersenyum-senyum sendiri, ini lah perasaan di mabuk kepayang yang ia rasakan saat ini.


Kedewasaan Desta membuat dirinya banyak belajar dari kekasihnya tersebut, ia juga belajar untuk lebih dewasa menyikapi segala permasalahannya.


Ia sangat merasa nyaman dengan Desta, ia sudah semakin mantap untuk meneruskan hubungannya dengan Desta kejenjang yang lebih serius lagi.


Ia masih belum tau jawaban apa yang akan diberikan keluarganya nantinya tetapi ia tetap berharap jika ia & Desta diperbolehkan untuk menikah.


" hemmm, dari tadi kakak liat senyum-senyum sendiri mulu " (kata Rindu menggoda Humaira sambil tersenyum)


Humaira tertawa sambil melihat ke arah kakak iparnya yang saat ini sudah tersenyum melihat kearahnya juga.


" hahahaha, Wa Desta ya? " (kata Rindu lagi bertanya)


" iya kak, siapa lagi kak kalo bukan bang Desta " (kata Humaira)

__ADS_1


Humaira lalu duduk menghadap ke arah Rindu, ia telah serius menatap kakak iparnya tersebut sambil memegang tangan Rindu.


" kak ngomong-ngomong perasaan kakak gimana sekarang sama kak Zayn?, kakak kaya ngerasa berbunga-bunga gak sih?, kaya berdebar-debar gitu kalo deket?, rasanya itu kalo deket bahagianya luar biasa gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, iya nggak? " (kata Humaira bertanya panjang lebar)


" susah diungkapkan dengan kata-kata, yang jelas kalo ditanya bahagia pasti lah kakak bahagia dek, kalo deket seneng kalo jauh gelisah pengen sama-sana terus, kalo deket dek-dekan iya masih suka dek-dekan sih kadang-kadang, yang jelas masih indah-indahnya lah sekarang " (kata Rindu sambil tersenyum)


" selama nikah hampir setengah tahun ini kakak ngerasa ada kendala gak? " (kata Humaira lagi bertanya)


" awalnya sih kesulitan berinteraksi ya, soalnya kenal deket baru berapa bulan tapi kak Zayn tuh yang kaya super banget ngeyakinin kakak kalo gak bakal ngecewain kakak, sabar lah pokoknya sampe kakak luluh " (kata Rindu)


Mendengar penjelasan Rindu ia menjadi yakin jika ia juga mampu menjalani rumah tangganya dengan baik nantinya jika ia & Desta diperbolehkan untuk menikah apalagi notabenenya ia & Desta memang telah berpacaran sebelumnya tak seperti kakaknya yang menikah karena dijodohkan.


" kak Rindu bisa bantu Huma bujuk kak Zayn gak biar ngerestuin Huma sama bang Desta, please kak " (kata Humaira)


" dek maaf, bukannya kakak gak mau bantu tapi kamu tau kan gimana kak Zayn, dia bukan tipe orang yang mudah dibujuk kalo udah punya keputusan " (kata Rindu)


Tangannya dipegang oleh Rindu, kakak iparnya tersebut menatap kearahnya dengan tatapan hangatnya, yang di katakan kakak iparnya tersebut memang benar.


Kakaknya adalah tipe orang yang tak mudah di bujuk jika telah memiliki keputusan, itu lah mengapa saat ayahnya menjodohkan kakaknya tersebut dengan Rindu ayah mereka harus berbohong telah terkena penyakit parah.


Karena jika ayahnya tersebut tak berbohong pasti kakaknya tersebut akan menolak perjodohan tersebut dengan cara apapun juga.


" kakak cuman bisa mendoakan yang terbaik ya dek, semoga keinginan kamu sama Desta mendapatkan restu, aamiin " (kata Rindu sambil tersenyum)


" aamiin, makasih ya kak doanya, Huma juga berharap banget dapat restu, Huma pingin semua percaya kalo Huma tuh bener-bener bisa juga menjalani rumah tangga dengan baik, Huma kan bukan anak kecil lagi " (kata Humaira)


" iya kakak percaya kok kalo kamu bisa menjalankan rumah tangga dengan baik dek, berdoa aja ya yang terbaik dek " (kata Rindu)


" iya kak, doain ya kak " (kata Humaira)


" iya dek " (kata Rindu)


Meskipun dirinya sudah sangat mantap dengan hatinya tetapi ia juga masih butuh restu dari kedua orangtuanya serta kakaknya.


# Muhammad Desta Hamizan


Hari ini ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya karena esok ia harus pulang ke kota xxx untuk menyelesaikan urusannya, ia akan datang ke rumah kekasihnya untuk meminta ijin secara langsung untuk menikahi Humaira.


Orangtuanya sangat antusias sekali dengan niat baiknya tersebut apa lagi mengetahui jika Humaira juga telah bersedia menikah dengannya, hanya saja mereka berdua hanya membutuhkan ijin kedua orag tua Humaira serta Zayn lagi.


Setelah mereka mendapatkan ijin dari keluarga kekasihnya mereka akan segera menikah dalam waktu secepatnya & tak akan menunda-nunda lagi.


Niat baiknya & Humaira telah mereka rundingkan selama beberapa bulan terakhir sampai akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membicarakan hal ini saat libur semester ini tiba.


" Des besok lo jadi ijin ya pulkam? " (tanya Briptu Febri)


Desta menoleh kearah temannya yang baru saja datang dari arah lain & duduk di dekat meja kerjanya.


" iya bang, makanya ini kerjaan harus kelar hari ini " (kata Desta menjawab)


Briptu Febri lebih tua 2tahun darinya tetapi ia cukup akrab dengan briptu Febri karena mereka tinggal bersebelahan di apartemen yang sama.


" ada kabar katanya lo mau lamaran ya sama cewek lo Des, emang bener ya? " (kata Briptu Febri bertanya)


Sontak Desta tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, begitulah gosip apapun itu akan cepat menyebar meskipun belum jelas sumbernya, tetapi ia heran dari mana desas desus tentangnya beredar padahal ia tak pernah mengatakan hal ini kepada siapapun di kantornya.


" enggak ya?, udah gue duga cuman gosip " (kata Briptu Febri tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya)


" doain aja bang semoga lancar " (kata Desta meminta doa)


" oh jadi bener ya?, alhamdulillah " (kata Briptu Febri)


" belum lamaran bang baru mau minta persetujuan, tapi doakan aja lah yang terbaik " (kata Desta)


" semoga sukses bro " (kata Briptu Febri sambil menepuk bahu Desta)


" aamiin " (kata Desta)

__ADS_1


" ya udah gue ke sana dulu " (kata Briptu Febri)


" siap bang " (kata Desta)


Desta tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lagi, ia kembali lagi fokus kepada tugasnya yang saat ini masih ia kerjakan di laptop yang saat ini sudah berada di hadapannya.


# Rindu Mentari


Sedari tadi asik mengobrol sambil bercanda dengan adik iparnya tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.00siang, ia segera bangkit dari duduknya mengingat pesan suaminya yang minta dibangunkan jam 11.00siang.


" dek kakak tinggal bentar ya bangunin kak Zayn, udah jam 11 takut telat tar dia " (kata Rindu)


" siap kak " (kata Humaira)


" gak papa ya kah kakak tinggal bentar dek? " (kata Rindu)


" gak papa kak, udah kak Rindu naik aja sana bangunin kak Zayn, tar dia telat malah berabe lo " (kata Humaira)


" ok deh " (kata Rindu)


Rindu lalu berjalan menuju arah kamarnya di atas, ia mulai menaiki anak tangga setelah berada di depan kamar ia segera masuk ke dalam kamarnya.


Dilihatnya suaminya saat ini sudah terlelap dalam tidurnya, ia tersenyum sambil naik keatas tempat tidur & duduk disebelah suaminya. Digoyang-goyangnya lengan suaminya pelan untuk membangunkan suaminya.


" kak, bangun kak, kak " (kata Rindu pelan)


" hemmmmm " (kata Zayn yang akhirnya bangun), " jam berapa sayang? " (kata Zayn bertanya dengan suara paraunya khas orang baru bangun tidur sambil memeluk Rindu)


" jam 11 kak " (kata Rindu)


Bukannya bangun suaminya malah tidur di pangkuannya sambil memeluknya erat, ia mengelus-ngelus rambut suaminya sayang.


" kak bangun gih " (kata Rindu)


" tar dulu ya sayang, belum juga kok, aku masih mau sama kamu " (kata Zayn)


Rindu tersenyum mendapati tingkah manja suaminya, ia hanya membiarkan suaminya membaringkan kepalanya di pangkuannya, ia menatap wajah teduh suaminya saat ini.


" sayang " (kata Zayn yang masih memejamkan mata)


" emmm " (kata Rindu)


" kamu baring aja deh, aku mau peluk " (kata Zayn)


" is kakak kan ini udah jam 11 masa malah nyuruh baring sih " (kata Rindu)


Bukannya mendengarkan kata-katanya saat ini justru Zayn membuat dirinya menjadi berbaring sambil dipeluk olehnya.


" tenang sayang aku gak minta macem-macem kok kan tar malem aku juga balik, aku cuman pengen peluk aja soalnya seharian ini belum meluk kamu " (kata Zayn)


" emmm mulai deh manja, kaya anak kecil, gimana mau punya anak kalo kakak aja ngalah-ngalahin bayi " (kata Rindu)


" gak papa lah sayang lagian kan mumpung belum punya anak, tar kalo punya anak udah punya saingan gak bisa deh begini " (kata Zayn)


" hmmm iya deh terserah kakak aja, jadi ini mau sampe kapan nih begini? " (kata Rindu bertanya)


" maunya sih lama-lama, tapi sudah harus berangkat, hehehe " (kata Zayn yang mulai melepaskan pelukannya)


Melihat suaminya bangkit dari tidurnya ia juga ikut bangkit, Zayn kemudian turun dari atas tempat tidur & berdiri di tepi ranjang, ia pun juga ikut turun mengikuti suaminya.


Saat ia turun & berdiri di sebelah suaminya tiba-tiba suaminya mencium keningnya serta pipinya, Rindu tersenyum malu-malu, wajahnya nampak merah merona.


" mau sampe kapan berdiri ngeliatin aku hmm? " (kata Rindu tersenyum), " kakak cepet mandi gih, Huma di bawah nungguin lo kita kelamaan di atas " (kata Rindu)


" iya sayang, lagian Huma pasti ngerti kok kalo kita lama itu ngapain dulu " (kata Zayn sambil tersenyum menggoda)


" idih, udah ah sana, tar gak selesai-selesai nih ngbrolnya " (kata Rindu mendorong suaminya pelang kearah kamar mandi)

__ADS_1


Setelah di deoan kamar mandi akhirnya suaminya masuk juga ke kamar mandi, ia mulai menggelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya.


Jika terus dituruti mungkin saja suaminya tak akan pernah bersiap-siap untuk kembali ke bandara padahal harusnya suaminya telah bersiap-siap sedari tadi.


__ADS_2