
Para pelayan dibuat terkejut dengan pernyataan Nyonya mereka, benarkah Nyonya mereka yang terkenal arogan ini ingin memasak? Tapi tak ayal mereka menyingkir karena takut kepada Nyonya mereka ini, mereka tak mau berurusan dengan nyonya mereka setelah melihat kejadian di mana nyonya mereka memotong jari pelayan yang tidak sopan kepada anak-anaknya.
....
Setelah beberapa waktu kemudian, Zeline pun selesai dengan acara memasaknya.
Para pelayan dibuat terkagum-kagum dengan skill memasak Nyonya mereka, mereka baru mengetahui bahwa Nyonya mereka ini sangat lihai dalam memasak.
'ternyata Nyonya sangat lihai memasak'
'kamu benar, lihat'
'aku baru tahu Nyonya bisa memasak'
'iya aku pun juga begitu'
Bisik bisik para pelayan yang masih terkagum dengan nyonya mereka.
Zeline menata masakannya agar terlihat cantik dan setelah itu menyuruh pelayan membawakan masakannya ke meja makan.
Tumis Brokoli,Udang Goreng Tepung,Sup Ayam,Panekuk
menu yang zeline masak untuk ke tiga anak nya, zeline berharap dengan masakan sederhana ia bisa membuat anak-anak nya itu senang.
Setelah semuanya sudah dirasa selesai, Zelin pun pergi menuju kamar anak-anak nya.
Di ingatan nya, meskipun pemilik tubuh ini mengabaikan anak-anaknya tapi semua keperluan anak-anaknya ia menyuruh bibi Un untuk mengurusnya, sehingga si kembar tidak kekurangan apapun, hanya kekurangan perhatian dari dirinya saja.
Anaknya memiliki kamar masing-masing yang di mana kamar mereka sangat luas, dan barang-barang yang berada di dalamnya meskipun terlihat sangat sederhana tapi nilainya jutaan atau bahkan miliaran.
Tuk
Tuk
Tuk
Zeline turun bersama ketiga anak-anaknya, senyum indah terukir di bibir ke empat nya.
Tak lama kemudian sampailah mereka di meja makan.
__ADS_1
Zelin mengangkat satu persatu anaknya untuk didudukkan di kursi.
"wah mommy, Allen mau itu" tunjuk Allena dengan antusias ke salah satu makanan buatan Zeline.
Dengan tersenyum Zeline pun mengambilkan nasi ke piring anaknya satu persatu, lalu mengambilkan makanan yang diinginkan anaknya.
"Wah mommy ini enak" ucap Allena dengan mata berbinar, masakan nya memang enak di tambah ia juga senang karena akhirnya ibu mereka berubah, tak lagi mengabaikan mereka.
"iya mommy ini enak, Kenzo mau makan ini setiap hari boleh mommy?" tanya Kenzo kepada Zeline.
Zeline tersenyum lalu mengangguk, setelah itu pandangannya beralih kepada Kenan, anaknya satu ini memang berbeda dari saudara-saudara nya, lihat saja dari caranya makan nya yang terlihat tenang.
"Kenan" panggil Zeline
Kenan menoleh ke arah Zeline.
"ada apa mom?" Tanya Kenan
"apa masakan Mommy tidak enak?"
"ini sangat enak mom" jawab Kenan.
Zeline tersenyum lembut, setelah itu mereka pun makan dengan tenang.
Melihat itu perasaan bersalah kembali muncul, Zeline menatap sendu anaknya.
"Mommy akan temani" ucap Zeline
Kenzo menatap Zeline dengan pandangan berbinar, senyum indah terukir di bibirnya.
"Mommy nda bohong kan"
"mommy nggak bohong sayang, sudah habiskan makanan nya dulu, setelah itu kita ke mall" ujar Zeline.
Mendengar itu, Allena terlihat senang, meskipun ia sering pergi ke mall, tapi ia pergi bersama bibi un, itupun hanya untuk membeli keperluan di rumah.
"Mommy Allen mau main boleh?" tanya Allena dengan mimik wajah memohon.
Zeline melihat itu tersenyum gemas melihat wajah anaknya itu, iya pun mencubit pelan hidung mungil Allena.
__ADS_1
"Boleh"
"Yeyyyyyy"
"Mommy Kenzo juga mau" rengek Kenzo karena tak mau Kalak Dengan Allena.
"Iyaa semua nya boleh main apa pun" ucap Zeline senang melihat keantusiasan anak-anaknya.
Setelah itu mereka kembali makan dengan sesekali bercanda gurau membuat kehangatan menjalar di hati mereka.
...
Di lain tempat, Agatha pulang dengan suasana hati yang buruk, ia disambut oleh Serina,dan mereka sekarang tengah bersantai di ruang keluarga.
"mama kenapa, kok kelihatan kesal?" Tanya Serina kepada Agatha.
"ini semua gara-gara Zeline, dia mengusir Mama dari kediaman nya" jawab Agatha kesal, masih ia ingat wajah menjengkelkan Zeline yang menatap mencemooh ke arah nya.
"hah.. dasar tidak tahu malu" cibir Serina
"dia te--"
Ucapan Serina terpotong saat mendengar suara bariton seseorang.
"Siapa yang kau bilang Tak tahu malu?"
Kedua wanita berbeda usia itu menoleh kearah suara, mereka melihat seorang pria yang sedang berdiri sambil memegang laptop di tangannya.
"kak Alex" seru Serina.
"Aku bukan kakak mu, adik ku hanya Jack dan Zeline" ucap pria itu sinis
Dia adalah Alex, anak sulung di keluarga Holmes, niat hati ingin bersantai di ruang keluarga tapi saat mendengar seseorang yang menghina adiknya mood Alex pun langsung berubah, apalagi saat mengetahui yang berbicara itu adalah anak angkat ibunya, si benalu.
Serina adalah anak dari sahabat Agatha yang di angkat Agatha menjadi anak, setelah kedatangan Serina ke keluarga ini, keluarga yang semula nya tenang Harmonis menjadi kacau, apalagi serina yang selalu ingin menguasai apa yang di miliki nona muda keluarga Holmes, Zeline.
Hal itu membuat Alex, Jack dan kepala keluarga Holmes tidak menyukai gadis itu bahkan para pelayan di keluarga Holmes juga tidak menyukai Serina, karena sikapnya yang sombong, sempat pada suatu waktu mereka ingin mengusir Serina, tapi Agatha memohon sambil menangis, untuk tidak melakukan itu atau dia akan melukai dirinya sendiri.
Dan hal itu pun berhasil.
__ADS_1
Sampai suatu kejadian membuat Nona muda keluarga Holmes pergi dari rumah, memilih untuk merintis karirnya sendiri.
"Lain kali jika berbicara intropeksi diri sendiri, lihatlah kau di sini hanya menumpang sadar yang tak tahu malu itu adalah kau" ucap Alex lalu pergi dari sana.