
-8 hari setelah zombie menyerang
kami menyiapkan diri kami,kami memasukkan persediaan yang tersisa kedalam mobil,"lakban tangan kalian dengan buku jaga jaga kalau mereka menggigit"kata ku,"ngomong ngomong siapa yang menyetir mobil"kata adit,"tenang aku bisa"kata rashid,"tujuan nya kemana"kata dhoni,"bagaimana kalau ke markas tni,mungkin di sana aman"kata ku,"iya kalau mereka masih selamat,kalau sudah menjadi zombie,bayangkan aja menghadapi zombie aja sudah susah apalagi melawan zombie tentara pasti kekuatan nya 2 kali lipat"kata damar,"sudahlah jalan aja dulu,kita ke mini market mencari makanan"kata ku
__ADS_1
kami mencari minimarket yang sepi zombie sudah 2 jam kami mencari,"kita cari pom bensin aja dulu di sana ada mini market dan kita bisa sekalian isi bensin"kata ku,sepanjang jalan kami hanya melihat segerombolan zombie yang kelaparan,kami sudah sampai di pom bensin yang jauh dari kota,"aku,damar, rashid masuk ke mini market,dhoni sama adit isi bensin sambil lihat situasi di luar"kata ku,kami perlahan masuk ke mini market,situasi di sana sanagat gelap berantakan dan kulihat ada darah, ada perasaan yang tidah enak,aku seperti ada yang mengawasi,ya tiba tiba ada zombi yang langsung menerjang rashid,tanpa pikir panjang aku langsung memukul kepala zombie itu dengan tongkat bassbal,untunglah rashid tidak tergigit,tanpa pikir panjang kami langsung mengambil makanan makanan kaleng kerena makanan kaleng lebih awet dan beberapa botol air mineral,kami langsung bergegas pergi dari pom bensin ini,dari jauh ku lihat dhoni melaimbaikan tangan nya seperti mengisyaratkan cepat,kami langsung masuk ke mobil,dan melanjutkan perjalanan kami
-9 hari setelah zombie menyerang
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit kami hanya melihat tempat yang kosong tak ada orang,pikiran ku pun semakin curiga,tapi dari kejauhan tampak orang membawa senjata api yang mendekati kami,"kalian orang yang selamat,masuklah ke dalam"kata orang itu,tanpa ragu kami langsung masuk ke dalam rumah sakit,"hei selamat datang perkenalkan saya dr.santoso pemimpin di pengungsian ini"kata orang yang ada di dalam rumah sakit,"oh terima kasih sebelum nya perkenalkan saya erlangga dan ini teman teman saya"kata ku,"kalian pasti lapar silahkan makan dulu"kata dr.santoso,kamipun langsung memakan makanan yang dihidangkan itu karena kami memang benar benar lapar,"gimana udah kenyang kalo gitu serahkan barang barang bawaan kalian"kata dr.santoso dengan muka jahat,"maksudnya apa ya"kata damar bingung,"pake nanya lagi ni bocah,kira kalian kami orang baik ngasih makan dengan gratis dengan kondisi sekarang mana ada orang baik"kata dr.santoso,lalu kami lansung ditangkap dari belkang oleh anak buah dr.santoso, aku langsung melihat damar berusaha tenang dan seakan memberikan isyarat kepadaku,setelah beberapa detik saat orang yang menangkap kami lengah damar langsung membanting orang itu,dan aku pun langsung berusaha melepaskan diri dengan menendang kaki penjahat itu lalu menendang ******** penjahat itu, dan yang lain nya pun melakukan yang sama,kami lansung mengambil senjata kami,aku mengambil pistol penjahat yang terjatuh,beberapa menit kami saling baku tembak dengan penjahat,lalu aku melihat geranat di bawah meja aku langsung mengambil geranat itu dan langsung melemparkan nya ke para penjahat itu lalu kami langsung lari ke dalam mobil tapi saat kami berlari kaki adit tertembak di kaki sebelah kanan aku pun langsung menggeret adit masuk ke dalam mobil
akupun langsung mengambil obat obatan yang sudah aku siap kan sebelum nya,aku langsung ku korek luka bolong di kaki adit untuk mengambil peluru yang tertanam,adit langsung teriak kesakitan,setelah aku mendapatkan peluru itu aku langsung menyiram luka itu dengan alkohol dan menutup luka nya dengan perban,ya adit langsung teriak sekuat kuat nya karena kesakitan,"tenang sakitnya cuma sebentar kok"kata ku,"sebentar matamu"kata adit,ya saat ini bukan hanya zombie yang mengancam kami tapi ada juga sekelompok orang yang hanya mencari keuntungan dan mengesampingkan rasa kemansiaan.
__ADS_1