
pesawat sudah lepas landas di salah satu bandara milik seorang CEO yg tak lain adalah Reza.
setelah sampai akhirnya Reza dan Rio sang asisten pun segera berangkat menuju tempat tujuan. yh itu ke salah satu cabang perusahaan milik nya.
"pak Reza , setelah sampai kita akan mengadakan pertemuan ke para investor perusahaan dan di lanjutkan pertemuan kepada para artis baru yang resmi dikontrak"jelas Rio pada Reza.
"hmm" . jawabnya
.....
"cihh menyebalkan, lebih baik aku makan diluar saja,malas banget harus lihat muka sekretaris sialan itu...klo bukan karena dia sahabat aku, udah ku pecat dia" omel naina sembari memainkan handphone .
"mentang mentang aku tinggal di rumah nya ia mau seenaknya mengatur diriku ,huhff tenang aja klo aku udah dapat gaji diperusaan ini aku akan pindah di apartemen saja" lanjut nya.
naina berjalan menunduk tanpa melihat jalan didepan sembari menatap layar ponselnya untuk memesan taksi online.
namun..
"akkk". teriak naina sehingga tanpa sadar handphone miliknya pun terjatuh dalam keadaan retak.
karena emosi dan tak terima naina segera menatap seseorang yang dengan lancangnya telah menabrak dirinya. setelah melihat siapa yang menabraknya naina sontak terkejut.
bagaimana tidak, baru kali ini ia melihat orang setampan ini, bahkan tubuh yg diidamkan para pria .
__ADS_1
namun seseorang yang ditabrak hanya memasang wajah datar tanpa ada rasa bersalah karena sudah merusak handphone naina.
melihat itu seketika naina tersadar dan tak terima dengan tindakan orang itu.
"heh loh sadar gak? udah rusakin handphone gue". teriak naina emosi tanpa tahu ia sedang berurusan dengan siapa.
krik krik...
naina makin emosi dan tak terima karena tak digubris sama sekali.
pov naina
hy aku naina Ardelia crylein panggil saja naina. saat ini aku sudah berumur genap 20 tahun,aku masih mudah namun sudah sukses. saat ini aku sudah menjadi artis papan atas bahkan telah di kontrak oleh perusahaan terbesar entertainment di Asia. Aku bener bener gak nyangka bisa setinggi ini mencapai cita-cita aku dari kecil.
oh ya kata Nia dari kecil aku sudah berpisah pada kedua orang tua ku. Aku bener bener tak tahu mereka masih hidup atau tidak, dan aku juga tak tahu mengapa bisa berpisah dengan mereka.
Bahkan nama ,dan tgl lahir pun di beritahu oleh Nia, dan kedua orang tua nya.
Aku dan Nia sudah bersahabat dari kecil, kedua orang tua kami juga dulunya sahabat. namun di usia 5 tahun orang tua aku pergi entah kemana, dan menitipkan ku pada kedua orang tua Nia.
Dan diumur 12 tahun aku mengalami kecelakaan, dan di umur 14 tahun aku dan Nia sedang menyaksikan membuat film bioskop yg lokasi syuting nya tak jauh dari tempat kami bermain.
Produser yg melihat kami pun seketika tertarik pada ku , karena kecantikan dan kulit ku yang putih, rambut yg halus, namun saat itu aku sangat kurus . produser itu pun memanggil kami . Singkat cerita aku dan Nia di suruh ikut main flm dan di awal itu aku bisa terkenal namun tidak dengan Nia dan satu bulan yg lalu aku mencoba daftar kontrak di perusahaan tetap entertainment .
__ADS_1
Dan ternyata aku bisa lolos dan kemarin aku sudah resmi dikontrak oleh perusahaan terbesar entertainment di Asia ini. Soal Nia di umur 17 tahun ia menawarkan diri untuk menjadi asisten ku. aku pun terima saja karena dia adalah orang yang aku percaya selama ini. Dan berkat dia juga aku bisa lolos diperusaan ini.
Hari ini adalah hari kedua aku di perusahaan ini . setelah debat dengan Nia jadi badmood aku memutuskan untuk makan diluar saja, dan menabrak seseorang yang membuat ku terkejut karena dia benar benar sangat tampan.
namun dia bener bener menyebalkan karena dia handphone yg satu bulan yg lalu baru aku beli telah rusak dan tanpa tampang bersalah wajah nya itu yg membuat ku jadi benci orang ini
"kalo jalan lihat depan". katanya dan pergi tanpa wajah bersalah sedikitpun.
wah bener bener nih orang, gak bisa di biarin . tanpa pikir panjang aku mengejar ingin menendang nya... namun belum sentuh aku sudah di tahan oleh asisten nya yg tak kalah tampan itu.
"tolong jaga sikap anda nona"kata nya dingin dan kembali berjalan mengikuti jalan orang nyebelin itu.
"brengsek,awas yh kalian " teriak ku tak terima atas perilaku mereka.
karena makin bad mood tanpa pikir panjang aku mengambil handphone ku dan pergi dari sini.
seandainya bar buka di saat siang, aku bakal kesana, namun itu tidak mungkin. jadi aku memutuskan untuk ke hotel saja , hari ini aku lebih baik tinggal di hotel saj .
aku malas harus pulang ke rumah Nia .
...***hy readers, semoga suka, soalnya baru nyoba bikin novel hehe....
susah sih mikirin alur nya,ribet banget yh.. tapi aku mau tetap nyoba
__ADS_1
maaf banget klo alurnya aneh gak nyambung.
klo suka like, komen vote and share yh... makasih***