
***Bianca POV***
Apakah aku tidak berhak bahagia? mengapa keluarga ku harus hancur seperti ini? mengapa Daddy harus berselingkuh begitu juga dengan Mommy? mengapa mereka tak bercerai saja dan buang saja aku? aku lelah harus melihat perdebatan antar mereka berempat. yaa... berempat Daddy, Mommy, den selingkuhan Mommy and Daddy.
Aku ingin seperti anak anak lainnya yang mendapat kasih sayang dari orang tua mereka. Apakah aku seperti beban hidup dimata kalian sehingga kalian tidak memeperdulikan aku? Aku lelah, lelah dengan semua ini....
***Bianca POV END***
"kau lah yang pertama kali selingkuh Bryan bukan aku!!! kau yang pertama kali membawa perempuan jalan ini kemari!!!" teriak Melinda.
"kau yang membuat ku seperti ini Melinda, kau yang memulainya!!!" teriak Bryan tak kelah kencang dengan Melinda.
"cukup...!!! Hentikan...!!! tidak bisakah kalian tidak berdebat sehari saja..?! Aku lelah melihat perdebatan kalian...!!!" Teriak Bianca.
"sayang dengarkan Mommy, Daddy mu lah yang memulai semua ini jadi kau jangan membenci Mommy yaa Bianca" ucap Melinda mendekati Bianca.
"kau tak perlu mendengarkan perkataan Mommy mu Bianca, dia lah yang menyebab kan Daddy seperri ini. kau harus percaya bada Daddy girl..." ucap Bryan lembut.
__ADS_1
"bisakah kalian berhenti berdebat didepan ku...?! aku lelah dengan semua ini...!!! aku lelah dan jijik melihat j*l*ng dan juga b*jing*n itu disini...!" ucap Bianca ketus sambil meninggalkan meja makan.
Daddy bianca bernama Bryan Albarack sedangkan Mommy nya bernama Melinda Agnia Albarack. Semenjak menikah dengan Bryan, Melinda menggunakan marga Brayn.
dikamar Bianca.
"aku lelah mengahadapi sikap kalian..." gumam Bianca lirih sambil memasang Headphone dikepalanya dan membuka buku pelajarannya dan membacanya.
Bianca sekolah di SMA Purna Bangsa, dia memasuki kelas XI MIPA 1. IQ Bianca diatas rata rata yaitu 370, Maka jangan heran jika ia selalu jadi juara umum disekolahnya meskipun ia tak pernah fokus dalam pelajaran. Bianca bukan hanya pintar dalam materi namum juga pintar dalam olahraga terlebih Basket. Ia sering menjuarai perlombaan Basket dan juga macam macam Olimpiade. Tapi, Bianca adalah gadis yang sangat dingin bahkan ia tak pernah mau menjawab pertanyaan-pertanyaan temannya. Umur Bianca adalah 17 tahun, dua minggu yang lalu adalah Sweet Seventeen nya tapi orang tua nya hanya memberikan sebuah mobil Lamborghini Aventador keluaran terbaru warna Hitam Merah dan beberepa buku tentang bisnis.
esoknya di sekolah Bianca.
" Anj*r kapan coba gw punya body sebagus itu"
" Bola matanya biru, bikin hati abang ademm"
"halah cabe aja bangga"
__ADS_1
"wihhh cantik bener dah... berasa terkucilkan gw"
"njirr.... cantik bangett... kalah dah gww"
"masih cantikan gw keles"
"aura dingin bener cukk, takut gw"
"meleeh hati abang nengg"
kira kira begitulah ocehan para siswa dan siswa saat Bianca melawati koridor sekolah namun sama sekali tak di gubris Bianca, dia malah memasang Headphone dan memutar lagu favoritnya.
saat sampai dikelas, Bianca langsung duduk di pojok belakang dekat jendela. Kelas Bianca ada dilantai 3, jika lantai satu untuk kelas eskul lantai dua untuk kelas 1 dan untuk kelas XII itu digedung sebelahnya.
saat bell berbunyi bianca langsung duduk dan memeperhatikan sang guru menjelaskan tapi dikupingnya Headphone nya masih terpasang. Meskipun mata Bianca fokus pada guru tapi hati dan pikiran Bianca folus pada lagunya.
saat bell istirahat...
__ADS_1
"bi... ikut kita yu kekantin.." ajak Risma pada Bianca namun tak digubrisnya. Bianca malah berlalu melewatinya untuk keperpustakaan, dia memang selalu ke perpustakaan saat istirahat karena menurutnya perpustakaan adalah tempat yang sunyi dan nuaman jadi dia bisa membaca Novel sampai jam istirahat selesai....
To Be Continued