[1] Serangan Balik Istri Yang Dimanjakan

[1] Serangan Balik Istri Yang Dimanjakan
78


__ADS_3

Mengantarmu Ke Kencanmu (3)





Fang Xinxin bertanya dengan santai. "Lalu, siapa yang cocok untuk Bai Qinghao?"


"Tentu saja..." Fang Lilan hendak menjawab ketika dia berhenti sejenak untuk menatap Fang Xinxin dengan curiga. "Xinxin, kenapa banyak hal yang ingin kau bicarakan hari ini?"


Fang Xinxin meletakkan ponselnya di sakunya. Panggilan tetap terhubung dan kamera sudah di luar saku. Ini agar bisa menangkap sebagian besar situasi.


"Bukankah karena kita sudah lama tidak mengobrol? Aku ingin lebih akrab denganmu."


Mendengar ini, Fang Lilan tidak mencurigai Fang Xinxin.


Fang Xinxin biasanya penurut dan berbakti. Dia juga sering mengatakan hal-hal untuk menyenangkan Fang Lilan.


"Xinxin, jika kau benar-benar ingin patuh, pergi dan temui Bai Chenxi. Kembangkan hubungan kalian dengan baik," Fang Lilan memamerkan wajah seorang penatua yang tulus dan bersungguh-sungguh.


"Dengarkan Ibu. Bai Qinghao benar-benar tidak cocok untukmu. Kau cocok dengan Bai Chenxi."

__ADS_1


"Sudah kubilang aku tidak suka Bai Chenxi. Aku tidak ingin pergi menemuinya." Fang Xinxin tampak marah. "Jika kau sangat menyukai Bai Chenxi, pergilah dan kencani dia sendiri!"


Ekspresi Fang Lilan berubah menjadi kaku. "Bagaimana kau bisa berbicara seperti ini? Ibumu sudah tua. Seolah-olah aku bisa berkencan dengannya."


"Turunkan aku dari mobil!"


"Apa yang sedang kau coba lakukan? Kita hampir sampai." Fang Lilan mengunci pintu, sehingga Fang Xinxin tidak mungkin membuka pintu dan melompat keluar.


Setelah lima menit, Fang Lilan memarkir mobil di luar Cafe Yue Ya. "Sudah sampai. Kau bisa turun sekarang!"


"Tidak."


"Kau sudah di sini. Aku menyuruhmu pergi menemui Bai Chenxi. Cepat pergi!" Fang Lilan mendesaknya.


Pada saat ini, Bai Chenxi melirik keluar dari kafe dan memperhatikan mereka berdua. Dia keluar dari kafe dan pura-pura berteriak kegirangan. "Xinxin, kau di sini!"


"Aku tidak datang untuk menemuimu. Ibuku membawaku ke sini dengan paksa!"


"Baiklah, aku tahu kau malu." Bai Chenxi memandangi wajah berjerawat Fang Xinxin. Meskipun dia merasa jijik, dia masih mempertahankan ekspresi lembut. "Kau muncul berarti aku masih memiliki tempat di hatimu."


"Tidak."


"Xinxin..." Bai Chenxi mengulurkan tangan untuk membuka pintu mobil.

__ADS_1


Fang Lilan membuka kunci mobil, membiarkannya membuka pintu dengan mulus.


Tatapan Fang Xinxin menjadi dingin saat Bai Chenxi mengulurkan tangan untuk meraih tangan Fang Xinxin. "Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu."


Ekspresi Bai Chenxi menjadi kaku. "Aku salah karena tidak melindungimu dengan baik. Aku tidak menyangka Bai Qinghao akan mengambil kepolosanmu dengan paksa di rumah sakit."


"Sebagai seorang ibu, aku juga sakit hati karena peristiwa yang tidak menguntungkan itu terjadi. Aku benar-benar tidak pernah menyangka Bai Qinghao menjadi orang seperti itu." Fang Lilan memandang putrinya dengan sedih.


"Putriku, jangan khawatir, Chenxi sudah berjanji padaku. Dia tidak keberatan Bai Qinghao menyentuhmu."


Fang Xinxin mendengus dengan dingin. "Apa yang diperhitungkan dari Bai Chenxi? Kenapa itu penting jika dia keberatan."


Fang Lilan mengerutkan kening. Wanita seharusnya tidak berbicara terlalu kasar.


"Bu, berhentilah dengan omong kosong itu. Mulailah mengemudi." Fang Xinxin menjadi tidak sabar.


Tapi Fang Lilan masih punya cara lain. Dia tidak akan membiarkan semuanya berjalan seperti yang diinginkan Fang Xinxin. "Aku memintamu untuk turun. Mobil ini milikku. Selama aku tidak mengizinkanmu tinggal, kau harus turun."


"Baik. Kalau begitu, aku tidak akan bergantung padamu." Fang Xinxin akhirnya keluar dari mobil.


Fang Xinxin berbalik dan berkata, "Di masa depan, bahkan jika kau memohon padaku, aku tidak akan duduk di mobilmu!"


"Fang Xinxin, aku ibumu. Itu akan selalu kau yang memohon padaku. Aku akan menjemputmu dalam dua jam!" Fang Lilan meninggalkan kata-kata ini sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2