(Janji Manis)Hujan

(Janji Manis)Hujan
#Menunggu jawaban Nena


__ADS_3

Hay hay lanjut ya.. semoga kalian semua menyukai cerita ini dan berikan komentar yang membangun ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰ ok kalo gitu kita lanjutkan yuk........


Pagi yang cerah secerah semangat Nena...dia bersiap siap untuk pergi ke sekolah dengan semangat yang membaik.


Nena berjalan dari rumah menuju tempat biasa dia menyetop angkutan umum,di tengah perjalanan Nena terkejut karena Satya sudah menunggunya dan bersiap untuk mengantarnya.


Nena terus berfikir kenapa lagi sih,,ah pasti dia mau mendengar jawabanku, huft Nena merasa sedikit risih sebenarnya tapi mau bagaimana lagi.


Pagi Nena, aku antar ya,"tawar Satya sambil tersenyum secerah mentari.


"Iya boleh,"jawab Nena, meski sebenarnya dalam hati, Nena mau menolak tapi dia tidak enak melihat usaha Satya yang entah dari jam berapa dia menunggu Nena disitu.


Akhirnya mereka berangkat bersama ke sekolah, ya meski sekolah mereka padahal tidak sama, bahkan berlawanan arah tapi mau di bagaimana lagi, Satya memang keras kepala, dalam perjalanan Nena mulai berbicara pada Satya dari pada diam saja pikirnya.


Sat, kamu tidak telat nanti kalo mengantar aku ke sekolah?kan sekolah kita berbeda?"tanya Nena mencoba bersikap biasa saja.


"Enggak kok tenang saja, aku sekarang sedang magang di dekat sekolah mu di perusahaan Xx, jadi aku tidak akan telat, justru kepagian malah iya,"jawab Satya dengan cengiran has dia.


"Oh begitu ternyata,"Nena hanya bisa menanggapi sekenanya saja.

__ADS_1


"Nen, apakah aku sudah bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan ku kemarin?"harap Satya.


Deg deg deg jantung Nena mulai berdetak lebih keras, dia benar benar bingung harus memberi jawaban apa, sejenak Nena diam memikirkan jawaban apa yang harus Nena berikan kepada satya.


"Nena, kenapa malah melamun?apa jawabanmu?,"seakan tidak sabar, Satya masih menunggu.


"Aaakkuu," sial kenapa aku gugup batin Nena lalu dia mengambil nafas dan membuangnya secara kasar kemudian siap untuk menjawab.


"Aku belum tau Satya, aku masih belum bisa berfikir soal kemarin, aku mau kita ketemu sama Hani dan juga Yuli dulu, kita harus jujur kepada mereka terlebih dahulu, baru aku bisa berfikir soal jawaban dan keputusanku untukmu,"jawaban itu akhirnya yang bisa Nena berikan kepada Satya.


"Baiklah kita akan bertemu dengan Hani dan Yuli besok minggu di rumahmu jam 10 pagi,"ajak Satya yang memang terdengar tidak sabaran.


"Oke siap nanti aku jelaskan semua dari awal dengan jalas dan setelah itu aku mau jawaban darimu saat itu juga apa kamu bisa?"tanya Satya yang masih kekeh dengan pertanyaan awal.


"Aku tidak janji Sat maaf,"sesal Nena. Karena sesungguhnya banyak hal yang dia pikirkan. Bukan hanya soal para sahabat, tapi juga dirinya sendiri.


"Oke tapi ijinin aku antar jemput kamu setiap hari ya,"Satya bertanya penuh harap.


"Iya,"pasrah Nena pada akhirnya, karena jika menolak akan sangat tidak enak.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk bicara yang lain saja agar tidak terlalu tegang, Nena berusaha bersikap biasa saja meski kini di dalam pikiran nya begitu banyak pertanyaan dan rasa takut akan hari esok, ketika sahabatnya mengetahui kebenaran ini, terutama Hani mantan dari Satya yang juga sahabat baik dari Nena.


*Ah memikirkannya saja aku sudah tidak sanggup, bagaimana kalo dia kecewa?marah?bahkan tidak mau bersahabat dengan ku lagi?*batin dan pikiran Nena terus saja kepada sahabat sahabat nya dia bahkan tidak memikirkan jawaban untuk pertanyaan Satya.


*Akhirnya sampai juga di sekolah*batin Nena merasa lega. Kemudian dia turun dan berkata pada Satya.


"Satya makasih ya, maaf jadi merepotkan mu,"Nena benar benar merasa tidak enak.


"Iya sama sama, aku tidak repot kan aku sendiri yang minta untuk bisa antar jemput kamu, aku senang bisa melakukannya,"jawab Satya dengan senyum yang memang selalu dia perlihatkan di depan Nena.


"Ah iya kalo gitu aku masuk dulu ya....kamu hati hati di jalan jangan ngebut, jangan lupa makan siang nanti, Assalamualaikum,"Nena berpamitan sekaligus mengingatkan Satya.


"Iya siap, waalaikumsalam,"jawab Satya dengan senyum yang lebih lebar lagi, karena mendengar ucapan Nena tadi.


Merekapun akhirnya berpisah, Nena masuk ke sekolah nya sedangkan Satya melajukan motornya ketempat dia akan magang, dia merasa lebih bersemangat dari biasanya.


*****ยฎ


Yee sampai sini dulu ya. semoga kalian suka dengan novel receh ini, novel ala anak sekolahan. Jangan lupa like dan komennya ya,bisa juga tekan โค agar kalian mendapat notifikasi jika aku up lagi๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜๐Ÿค—semangat.

__ADS_1


Maaf jika masih banyak typo. Novel ini masih dalam tahap revisi.


__ADS_2