
"wahh Alice lihatlah mereka sudah dikepung mereka sekitar 60 orng deh dan mereka kayaknya tingkat 3 keatas kira-kira dua pria itu bisa menang gak yahh menurutmu Alice?" tnya Eliche
"coba kau lihat kedua pria itu terkena racun yang satu racun pelumpuh saraf dan satu lagi racun mati,,,tapi mereka tetap kuat bertarung walau terluka para jdi pasti mereka sangat kuat dan coba kamu perhatikan para pembunuh itu membawa banyak orang dengan tingkat ke 3 keatas sedangkan Mereka hanya berdua iya kan" kata Alice sambil berbaring didahan pohon yang tidak jau dari mereka
"Hahaha aku akan membunuh kalian" kata ketua komplotan pembunuh
suutt,,
kakakk,,,,
trang
Elice pun melempar belatinya dan menangkis tebasan ketua komplotan pembunuh itu
"siapa yang berani menantang ku!"kata ketua itu
"Diam lah dasar bodoh,,,kau menggangu tidur saudariku" kata Elice kesal
"cantiknya"
"wahh lihatt sangat cantik"
"kalian lihat tadi belatinya tepat sasaran"
"lihat kulitnya putih bersih"
"ketua bagaimana jika dia melayani kita"kata seseorang dan tiba-tiba srett kepala orang itu terpisah dari tubuhnya
"ha siapa itu?" teriak ketua
"beraninya kalian melecehkan saudariku!"
"Elice bermain lah aku akan mengobati kedua orang itu" kata Alice
"sungguh baiklah,,,em aku tidak akan bertrima kasih hehe"Kata Elice segera turun dari dahan pohon
"kalian berdua duduklah aku akan mengobatu kalia"pinta Alice
"obati saja dulu kakak ku racunnya sangat ganas dari pada punyaku" kata pemuda itu dan hanya di iyakan oleh Alice
setelah beberapa saat Elice selesai dengan permainannya
"Kau sudah selesai?"tanya Alice
"iya aku sangat puass haha" jawab Elice
__ADS_1
"baguslah cepat urus pemuda itu" pinta Alice dan dibalas anggukan Elice
"kalian saudara kembar,?" tanya pemuda yang dirawat oleh Elice
"iya" jawab mereka serempak
*
*
*
*
stelah menghabiskan waktu 2jam mereka berhasil menyembuhkan kedua pria itu
"ah ini sangat melelahkan" oceh Elice
"owh iya siapa nama kalian? taynya Elice
"panggil saja saya Anson dan ini kakak saya Arthur" jawab pria iti
"Elice ayo pergi" kata Alice yang tiba-tiba lemas dan terjatuh
"Kakak!"
"kakak" dengan khawatir Elice meraba denyut nadi Alice dan bernapas legahh
"ada apa dengannya"tanya Arthur dengan nada cemas
"dia tidak apa-apa,kembalikan kakak ku" Kata Elice
"tidak! saya akan mengantar kalian" kata Arthur
"kami tidak mengenal kalian jadi kembalikan kakak saya dan biarkan kami pegi!" kata Elice dengan nada tinggi
"kau tidak lihat kondisinya apa kamu mau membaringkan dia di atas pohon ha!?"tanya Arthur
"iya yahh kita juga harus ke kerajaan Yin dan kakak juga perlu tempat istirahat yang nyaman" batin Elice
Arthur pun memanggil Kuda hitam terbang milihnya
"ayo kita harus mencari penginapan" kata Arthur
Selama perjalanan Arthur menaruh kepala Alice dibelahan dadanya sambil mengelus-elus rambut Alice
__ADS_1
"ehmm kalian saudara kembar yahh sangat mirip" kata Anson untuk memecahkan keheningan
"astaga Apa itu yang kau pegang" kata Anson kaget
"ha ini mainan baru,,, aku baru aja menemukannya" jawab Elice sambil memainkan ular miliknya
"u,,ular itu sangat mematikan cepat di buang" pinta Anson geli
"haha kau takut ular" tanya Elice
"t,,tidak hanya takut bisanya" jawab Anson
"hehehe kau mau menjaganya untukku" kata Elice dengan senyum yang mengerika
"suett aduhh"rintih Elice
"kau digigit" kata Anson panik
"kau ular tak berguna sret" kata Elice dengan tebasan dan membunuh ular itu
"heh yang menghianati tuannya harus di bunuh" kata Elice sambil membuang keluar ular itu
"kau di gigit" kata Anson cemas dan memengang tangan Elice
"tenang saja aku dan kakak ku kebal dengan racun" kata Elice sambil menarik kembali tanggannya
*
*
*
*
setelah beberapa saat Mereka sampai di penginapan dan,,,,
,,,,,
โกโกโกโก
baiklah sahabat terkasi author yang setia membaca novel "putri kembar" memang agak membosankan tapi author janji akan semakin menari
******
mohon dukungan sahabat author yahh
__ADS_1
***salam sehat semua๐น***
๐๐๐๐