
"hey Elice kita cari penginapan yah" kata Alice
"yahh dan jangan lupa makanan aku lapar ni" kata Elice sambil memegang perutnya
" iya iya aku juga lapar tau" jawab Alice
"maaf kalian apa bisa ikut kami?" kata jendral kanan yang di utus raja untuk membawa Alice dan Elice mengahap mereka
" kemana" tanya Elice polos
"ke istana" kata jendral kiri
"ngapain ke sana ah jangan banyak bacot dong kalian ih wajah kalian ngak bisa ngapa senyum dikit ha ganteng-ganteng tapi wajar datar" kata Elice kesal dengan wajah datar mereka
__ADS_1
"yahh mulai lagi**" batin Alice
jendral kanan dan jendral kiri hanya diam karna bingung dengan apa yang dikatakan oleh Elice
"yahh udah mari" kata Alice datar
Alice dan Elice menaiki kuda dengan lincahnya
"siapa mereka? kami saja perlua latihan lama untuk bisa naik kuda selicah ith" batin prajurit senior
Alice dan Elice masuk dan tanpa penghormatan
"lancang sekali kalian tidak hormat pada yang mulia" kata perdana mentri We yang tidak lain ayahnya jenny
__ADS_1
"kami hanya berlutut pada tuhan dan hormat pada yang menghormati kami!" kata Alice dingin
"KALIAN berani?" kata raja dengan sombong
"dan apa kalian juga BERANI" kata Elice dengan penuh tekanan di akhir kalimat
"dasar rakyat jelata pengawal bawa mereka ke dalam penjara" kata raja tegas
srett syutt sebelum para prajurit mendekati Alice dan Elice ada angin besar yang mengelilingi aula tersebut
"yahh kakak kau sebaiknya duduk" kata Elice dan membuat singgah sana dari angin
"terima kasih" kata Alice
__ADS_1
DAN
BOM