[Revisi]What And Why?

[Revisi]What And Why?
BAB 6 hati hati atas ucapanmu


__ADS_3

"ihh dasar mes**,". ucap vanya yang langsung berdiri dari posisi tadi. "hei apa kau benar benar tak menginginkan buku ini? hmm entah apalah yang membuatmu terkekeh sampai tidak memperhatikan langkanmu. untung saja ada aku sebagai bantalmu." ucap willyam sambil memberikan buku itu pada vanya.


Vanya pun langsung menarik buku itu dari tangan willyam, tanpa memperhatikan pria itu dia langsung beranjak dari tempat dimana dia berdiri tadi. sedangkan willyam dia masih saja tertegun melihat vanya yang semakin lama semakin menjauh.


*Keesokan harinya...


Dikelas 10 A1 (kelas bangsawan)


Guru matematika sedang sibuk menjelaskan tentang materi hari ini. Guru itu bisa dipanggil {Bu Mts}, terkenal dengan tampangnya yang cerewet, selain itu Guru ini juga suka menghukum murid tanpa belas kasihan. Vanya dan willyam adalah pasangan semeja yah sudah pasti mereka duduk bersebelahan.


Sementar Guru sedang menerangkan ada pemandangan yang tidak enak dilihat dalam kelas ini, tidak lain adalah Siwillyam yang sedari tadi punya banyak tingkah seperti seseorang yang lagi PDKT (Pernah Dekat Tapi Terlupakan) hahaha itu menurut author yah kalo menurut kalian aku kurang tau:v

__ADS_1


Awalnya willyam hanya melirik sambil tersenyum devil kearah vanya, hal tak disangka semakin lama tangannya semakin gatal. Kini tangannya sedang memainkan secuil rambut vanya dijari telunjuknya, vanya yang sangat risih dengan hal itu terus menerus memelototi willyam sayangnya willyam tak menghiraukan hal itu.


Dia ini yah memang kesenangannya suka banget ngeganggu orang, dia ngk tau apa kalo sempat kena hukum guru itu, ngk peduli dia siapa dan dari mana risih deh willyam k*mprt- gumam Vanya dalam hati.


Vanya rambut lembut banget kayak sutra deh, dia pake shampo apa sih ya udh lembut wangi lagi, serasa gw lagi ditaman bunga mawar deh, vanya sayang jangan marah yah😘. lagian siapa suruh punya rambut indah kayak gini?? bukan salah aku loh yah. -gumam willyam yang masih saja membuat vanya risih.


Akhirnya karena tak tahan lagi dengan sikap willyam yang semakin lama semakin menjadi vanya pun memukul mejanya dengan keras


"eh vanya ada apa disana kenapa kau tiba tiba memukul meja? apa kau sudah bosan tinggal dikelasku?" ucap bu mts melirik tajam kearah vanya. "Bukan saya bu tapi dia, dia yang ganggu saya dari tadi".ucap vanya.


karena guru itu takut pangkatnya aku diturunkan maka dia tak punya cara lain, selain tetap menyalahkan vanya. "vanya kau jangan beralasan menghina putra mahkota kerajaan fredrich, apa kau tau apa hukuman yang didapatkan jika kau sembarangan menghina orang??". ucap guru itu

__ADS_1


"Hah baiklah daripada kau menganggu belajar kami lebih baik kau keluar saja" tambah guru itu sambil mengarahkan jari telunjuknya kepintu.


Vanya hanya bisa melaksanakan perintah guru itu, dia keluar tapi hal yang tak terduga Willyam mengikutinya pergi keluar. "kenapa kau mengikutiku bukankan keluargamu yang paling berkuasa? hah sudahlah dari sekarang jangan berbicara dengan rakyat jelata sepertiku". Ujar vanya menundukkan kepalanya. "Bukan begitu kau tak perlu merasa bersalah". ucap willyam memegang tangan vanya.


Vanya dengan rileks melepaskam genggaman itu, Karena tak dapat menahan tangisnya lagi kristal bening pun mulai menetes membasahi pipinya. Belum ada orang yang berani merendahkanya selama ini, dia juga adalah putri kesayangan raja jadi tidak ada yang berani menghukumnya atau membentaknya. Tapi kali ini ada orang yang berani berbuat sekejam itu padanya. Willyam yang melihat vanya menangis langsung membujuknya "hei ayolah hanya masalah sekecil itu kau menangis? dimana ha..." ucapan willyam terputus melihat vanya yang tadinya berhadapan dengan dia sekarang sudah membelakanginya.


"vanya apa kau marah padaku". ucap willyam lagi. Vanya sama sekali tidak merespon kata kata itu. "Hei vanya aku bersedia melakukan apa yang kau suruh asalkan kau tak marah padaku kumohon". lagi lagi willyam membujuk gadis itu. "Baiklah aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi tapi, setidaknya bicaralah sepatah kata padaku kumohon" willyam masih saja memohon. Tapi tetap tidak ada respon dari vanya.


to be countain...


jangan lupa tuk follow author, like karya ini, rate, vote dan share.

__ADS_1


~terimakasih udah membaca😘


__ADS_2