
"Albert , orang hutan itu sudah setuju kita tinggal di sini , besok kita sudah boleh pindah ke rumahnya ." Kata Laura sambil melompat .
Sebenarnya aku juga ingin pindah, tapi mereka ternyata diam-diam merencanakan sesuatu karena itu aku menjadi tidak nyaman.
Aku melihat ke arah Laura sambil tertawa : "Hahaha, ternyata wanita itu cepat merasa bosan, jika kamu merasa itu bagus, hari ini kamu bisa tinggal bersama dengan orang hutan itu, kaki Yuri terluka parah, jadi aku tidak punya rencana untuk pindah . "
"Bukannya sudah dibilang panggil dia Julio, kenapa masih panggil dia dengan sebutan orang hutan lagi?"
“Apa maksudmu aku tinggal dengan Julio? Di tempatnya hanya ada satu kamar ! Kamu jangan asal bicara, kamu pasti sudah lupa bagaimana caramu memarahi Yuri dengan cara seperti ini, sekarang baru teringat ketika orangnya sudah terluka . "
"Kamu ini!“Julio berdiri di tengah-tengah kami berdua , menunjukkan kami harus berhenti bertengkar , kemudian dia menggambarkan perbandingan ruang sekitar yang masih kosong dan menunjukkan kamar yang sudah aku bangun , gesturnya memberi arti , kami semua boleh pindah kemari dan juga dia merasa sangat terbantu bila ada mereka .
Laura menghampiri dan memegang lengannya Julio , dia dengan percaya dirinya berkata kepadaku : " Coba kamu lihat orang lain , belajarlah untuk bersikap sedikit jantan ."
Aku ternyata melihat Orang Hutan itu sedang mengelus tangannya .
Tapi Laura sama sekali tidak peduli.
Aku duluan meninggalkan kamarnya Julio , dua orang yang ada di belakangku ini sebenarnya ingin aku membantu mereka mengambil beberapa barang , tapi akhirnya aku duluan meninggalkan kamar itu .
"Albert , Kamu kenapa ? Cepat bantu aku."
Aku mengacuhkan Laura , Julio sudah menunjukkan jalan ini dua kali kepadaku , aku tidak bodoh , aku yakin bisa keluar dari sini sendirian .
Terlebih lagi , aku ingin pergi ke tempat di mana aku pernah mengambil ponsel itu dan juga aku pernah mencari gua itu , tapi aku tidak dapat menemukannya.
Kenapa aku keluar sendiri dari gua itu saat Julio membawa aku ke sana , selain itu dia sendiri yang menemukan ponselku ada di dekat gua sana dan ini pasti ada yang salah.
Selagi Julio berada di sana dan mengalihkan fokusnya Laura , aku ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi .
Anehnya aku tidak dapat menemukan gua itu , tetapi jalan yang aku ambil sama persis dengan jalan yang diambil oleh orang hutan itu sebelumnya .
__ADS_1
Saat aku sedang berkeliaran di sekitar hutan untuk mencoba menemukan sesuatu , aku tiba-tiba teringat satu hal .
Ketika pertama kali aku dibawa ke pondok oleh Julio , jalan pergi dan jalan pulang ternyata tidak sama .
Aku ingat dengan sangat jelas , kami melintasi dua padang rumput ketika kami pergi , satu dataran tinggi dan yang satu lagi adalah dataran rendah , ketika kami pulang , kami langsung masuk ke hutan lebat yang ada di arah Timur dan menemukan sebuah gua dan juga sebuah ponsel di sana .
Tapi jika dilihat , sepertinya aku sudah berada di tempat yang benar .
"Albert , Albert , kamu lagi dimana ? Di sini sangat berbahaya !" Kata Laura yang berlari dengan terengah-engah dan diikuti oleh Julio .
Julio memperhatikan tempat ini , lalu melihat aku dengan serius , tetapi aku tidak mempedulikannya .
Ketika aku ternyata mendengar Laura masih mengkhawatirkan keselamatanku , amarah yang ada di dalam hatiku menjadi sedikit meredah : " Bukannya kamu mau tinggal bersama dengan Orang hutan itu ? Aku hanya takut akan menunda kalian , jadi aku duluan pergi . "
Setelah mendengar apa yang sudah aku katakan , ekspresi Laura langsung berubah dan ekspresinya berubah seperti seekor rubah betina , lalu marah kepadaku : "Apa kamu sudah gila ? Kapan aku bilang aku akan tinggal bersama Julio , jelas sekali kamu yang sendiri mengatakannya dan malah kamu yang marah , dasar aneh . "
"Baiklah , baiklah , ayo cepat kita pergi , langit sudah gelap ." Kata aku yang sudah tidak ingin berdebat dengan Laura lagi.
"Ngomong-ngomong , besok jika kamu pindah , kamu bisa bertanya kepada Yuri kalau sudah pulang dan tanyakan , boleh atau tidak ." Kata aku yang tersenyum sambil menyipitkan mata .
Laura si gadis sialan ini ternyata mengolok-olok aku , tapi kemarahanku tadi sudah menghilang seperti ditiup oleh angin .
Kami berdua kembali ke pondok sambil tertawa-tawa , Julio hanya mengikuti kami dan tidak mengatakan apapun , Yuri ternyata mengubah rutinitasnya dan duduk di depan pintu untuk menunggu kami.
"Kalian sudah kembali , sepanjang hari ini kalian kemana saja?"
Yang lebih tidak biasa adalah sejak sebelumnya aku bertengkar dengan Yuri , setiap kali aku kembali , dia selalu berbaring di kamarnya , dia seringkali tidak ikut kami makan malam dan ini adalah pertama kalinya dia inisiatif datang untuk berbicara dengan aku setelah pertengkaran itu .
"Kami pergi ke pondok Julio , pondoknya sangat cantik , kami sudah memutuskan untuk pindah ke sana besok dan membangun rumah baru di sana , jadi masalah sumber air sudah bisa kita atasi ."
"Julio?"
__ADS_1
"Ohh , Orang Hutan itu , ternyata Orang Hutan yang kita cari itu adalah Julio , jadi pagi ini kami sudah memutuskan untuk memanggilnya Julio , terus-terusan memanggilnya Orang Hutan juga tidak enak didengar ."
"Baiklah ."
Melihat percakapan antara Laura dan Yuri , aku rasa tidak perlu untuk menganggu percakapan mereka , jadi aku kembali ke dalam untuk menyiapkan makan malam .
Tetapi Yuri tiba-tiba memanggil aku ...
" Albert ! Laura , ada yang ingin kukatakan kepada kalian ..."
"Ada apa ? Apa ada masalah ?" Aku tidak tahu berapa lama aku akan kembali rukun dengan dia dan aku juga tidak ingin membuat hubungan ini menjadi terlalu canggung .
"Sebelumnya aku yang salah , aku harap kalian bisa memaafkanku , aku bukan mengincar Hesti , Itu semua karena Jesse dan karena aku yang terlalu egois . Albert , Laura , apa kalian bisa memaafkanku? Lain kali aku tidak akan melakukannya lagi . "
Aku masih belum membuat pernyataan , Laura sudah duluan mengiyakannya , kemudian pergi ke tempatnya untuk memegang tangannya Yuri .
" Yuri , jangan mengatakannya sampai seperti ini , setiap perkelahian semua orang tetap salah dan bukan hanya kesalahanmu sendiri , Iya kan Albert ?"
Laura , si wanita sialan ini , kalau berbicara jangan bawa-bawa nama aku , untuk apa bawa namaku !
Aku menganggukkan kepalaku tapi tidak berlebihan , lalu berkata : "Aku akan pergi buat makanan ."
"Albert , hari ini aku sudah membuat semua makanan , jadikan hal ini sebagai permintaan maafku kepada kalian semua."
Sambil makan , Laura melihat ke arah Yuri dan berkata : "Yuri , apa kakimu sudah membaik ? apa sudah bisa berjalan dengan normal ?"
"Iya , sudah jauh lebih baik dan juga karena kalian kaki saya tidak infeksi , terima kasih atas bantuan kalian semua ."
" Yuri , besok kami berencana pindah , setiap harinya terlalu sulit bagi kita untuk mendapatkan air dan makanan di tempat ini , Hari ini kami dengan Julio sudah menemukan tempat yang jauh lebih baik."
Ternyata Laura tidak berbicara dengan kasar dengan Yuri karena ini , ternyata karena dia ingin berbicara dengannya tentang masalah pindah rumah .
__ADS_1
"ohh , jadi apa tempat itu jauh dari tempat kita ? Dan.... bagaimana dengan rumah kita ini jika kita sudah pindah ?"
Jika hanya Laura yang menjelaskan hal ini , pasti tidak akan begitu bagus , jadi aku juga membuka mulut untuk menjelaskan pertanyaan Yuri .