
"Memang tidak dekat , tapi di dekat sana ada gunung dan sungai , lagipula juga sangat aman , Julio punya sebuah pondok di sana dan dia sudah lama tinggal di sana . Yuri , besok kita pindah , dan... Kami akan duluan membawa kamu dan barang-barangmu ke sana , kemudian kamu hanya perlu menunggu kami di sana , sisanya biar kami yang urus . "
"Itu benar , Yuri . Memang perlu waktu untuk membangun rumah , tapi kita punya Julio dan Albert . Mereka berdua sangat bisa diandalkan dan juga sangat terampil , jadi dua hari ini mungkin kita agak kesulitan dan sibuk , tapi setelah itu kita akan jauh lebih nyaman . "
Aku dan Laura bersusah payah untuk menjelaskannya dan Yuri merasa tidak enakan .
"Jangan , jangan seperti itu , Ini semua salahku karena kakiku yang terluka ini , aku sudah membuat kalian semua capek , besok aku akan berusaha sebaik mungkin ."
Keesokan harinya , kami mulai pindah .
Meskipun tidak perlu membongkar rumah yang di sini , tapi waktu itu aku juga menghabiskan banyak tenaga untuk membangun rumah kecil ini dan aku hanya memakai kayu yang paling bagus untuk membangun rumah kecil ini .
Pagi-pagi sekali Orang hutan ini sudah datang untuk berkomunikasi denganku , dia meminta aku untuk mengambil beberapa potong kayu yang bagus dari sini , lalu dibawa ke sana dan ini bisa menghemat banyak waktu .
Aku langsung setuju , pagi-pagi kami sudah mulai sibuk , Laura dan Yuri juga sibuk merapikan pakaian milik semua orang . Di pulau tak berpenghuni ini untuk mendapatkan bahan untuk membuat baju sangatlah sedikit , jadi kami tidak boleh meninggalkan satu pakaianpun .
Pada perjalanan pertama , aku dan orang hutan memegang kayu , Yuri dan Laura membawa pakaian kami semua .
Pada perjalanan kedua , rasa sakit di kaki Yuri mulai kambuh , setelah dirawat , kami biarkan dia beristirahat . Aku dan Julio memegang kayu dan Laura memegang peralatan masak.
Sebenarnya peralatan masak yang kami pakai dan kami buat ini mempunyai bentuk yang aneh .
Ini juga karena Laura . orang ini tertarik dengan keramik dan pernah belajar tentang cara membuat keramik . Setelah dia membuat untuk dirinya sendiri , dia membuatkannya untuk kita semua , lagipula bahan baku untuk membuatnya semuanya dari alam dan tidak akan habis .
Pada perjalanan ketiga , aku dan orang hutan pergi mencari bahan lainnya yang mungkin bisa untuk membangun rumah , Laura ingin membantu mereka tapi dia dihentikan oleh Yuri.
"Laura , kalian mau pergi kemana ? “
" Kami mau cari bahan baku untuk bangun rumah nanti , tidak apa-apa , kamu istirahat saja ."
"Laura , aku juga ingin pergi bersama dengan kalian , apa masih ada barang yang belum kita ambil di rumah kita ?"
"Ada , barang-barang yang kecil itu , seperti koper dan teropong yang sebelumnya dikutip oleh Albert , aku berencana untuk mengambil semuanya nanti dan menyimpannya , mungkin saja suatu saat nanti dibutuhkan ."
"Yang kakak bilang benar , aku ingin pergi denganmu ..."
"Tidak , tidak perlu , kamu lebih baik jaga kakimu ."
__ADS_1
Yuri mengabaikannya , dia langsung berdiri dan memegangi Laura .
“Kak Laura , aku baik-baik saja , rasa sakit tadi hanya sebentar saja , jika aku pergi denganmu mengambil barang-barang yang ada di rumah , Albert dan Julio pergi mencari bahan untuk membangun rumah , bukankah pekerjaan kita akan lebih cepat selesai . "
Aku mendengar jelas pembicaraan mereka dua , Laura terlihat sangat ragu apa akan membawa Yuri bersamanya.
"Yuri , kakimu terluka ..."
"Tidak apa-apa , Albert . Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku , aku orang yang centil , kalau aku benar-benar berada dalam masalah , aku pasti akan menangis."
"Yasudah kalau begitu , apa kamu tahu jalannya ?"
"Jangan khawatir, kita sudah berjalan begitu lama , bagaimana mungkin aku tidak mengingatnya ."
"Baiklah , kalian berdua pergi , aku dan Julio akan mencari bahan untuk membangun rumah kita nanti . Laura , kamu masih ingat jalannya kan ?
"Tentu saja , kamu tidak perlu khawatir."
Siapa sangka sebelum aku dan Julio pergi begitu jauh , suara jeritan kedua wanita ini terdengar keras .
"Julio , mereka mungkin dalam bahaya , ayo cepat pergi ke sana ."
Sial , sekarang aku baru menyesal , seharusnya aku tidak boleh membiarkan kedua gadis itu pergi sendirian .
Terutama Yuri yang kakinya masih terluka , aku takut dia tidak bisa berlari .
Aku mempercepat langkah kakiku dan aku sama sekali tidak memperhatikan orang hutan itu mengikuti aku atau tidak .
Puji Tuhan , kali ini aku menemukan lokasi Laura dan Yuri berada dan aku datang di saat yang sangat tepat .
Ternyata mereka bertemu seekor harimau.
Tampaknya mereka sudah mencoba untuk lari , luka yang ada di Kaki Yuri sudah berdarah dan mengotori perbannya .
Saat ini Yuri sedang terbaring di tanah , Laura berdiri di depan dan melindunginya.
Wanita sialan ini ternyata bisa diandalkan di kondisi seperti ini .
__ADS_1
"Albert , cepat kemari !" Sebenarnya dia juga sangat ketakutan .
Aku langsung berlari ke arahnya dan menarik perhatian harimau itu .
Hanya saja....
Terakhir kali aku membawa Pisau Militer Swiss , tapi kali ini , aku pergi mencari bahan bersama Julio dengan tangan kosong .
Mereka meminta bantuanku tapi kayu yang ada di tanganku sudahku buang .
Julio , dimana ?
Aku sudah meneriakinya , tapi dia tidak mengikuti aku .
Melihat harimau itu sedang menatap ke arahku dengan tajam , aku tidak bisa menahan keringatku .
Aku sama sekali tidak bergerak , aku terus melihat pergerakan harimau itu , binatang ini pasti sebentar lagi ingin menerjang aku .
Harimau ini tampaknya memahami pikiranku , dia sudah tahu aku sudah setengah ketakutan , dia sudah mulai menggeram di depanku dan dia terlihat sangat mengiginkan tubuhku ini .
"Laura ! Cepat bawa Yuri lari dari sini !”
Sebelumnya Laura pernah melihatku berduel dengan singa , tapi dia tidak begitu mengkhawatirkan aku , dia mendengarkan kata-kataku dan membawa Yuri pergi dari situ .
Tepat setelah Laura membawa Yuri pergi dari situ , harimau itu langsung menerjang ke arahku .
Aku melihat Laura dan Yuri dengan terburu-buru ingin lari dari situ .
Harimau itu menerjang dari atas dan aku harus melewatinya dari bawah .
Aku menggunakan satu tanganku untuk menopang tubuhku , lalu dengan satu tangan lainnya memegang salah satu kaki dari harimau itu .
Aku serasa seperti Popeye lagi , aku bisa melempar harimau itu hanya dengan satu tangan sejauh lima meter.
Harimau itu jatuh sampai mengeluarkan suara kesakitan , dia melihat ke arah aku , lalu melihat ke arah Yuri dan Laura lagi .
Sial !
__ADS_1