12 Bintang Untuk Bulan

12 Bintang Untuk Bulan
My Eyes


__ADS_3

Hari itu dimana mereka berdua belas dikumpulkan untuk bertemu dengan bulan. Seorang pria menentang akan takdir hidupnya yang menurut dirinya begitu aneh. Dia pergi meninggalkan pertemuan yang menurut kepala sekolah mereka sangat penting. Ternyata hanya dirinya saja yang pergi dan tak ingin bertemu dengan bulan.


Dan sekarang dia harus ekstra sabar menghadapi segala tuntutan dari kepala sekolah bahkan dirinya harus berurusan dengan salah satu guardian. Dia adalah Il Darius Arsen guardian dari zodiak libra itu selalu mengatakan soal takdir hidup mereka pada pria itu namun sepertinya memang Arsen harus sabar menghadapinya.


Tak hanya itu sejak dimana pertemuan mereka dengan bulan. Hari-hari di sekolah tidak seperti biasanya setiap pelajaran berakhir mereka harus berkumpul di ruangan khusus yang di siapkan oleh kepala sekolah. Tapi tidak selalu mereka berdua belas bisa hadir. Hanya lima orang yang selalu hadir dan yang lain hanya akan mampir sebentar lalu pergi.


Siapa lagi kalau bukan Leon, Eros, Jerome, Arsen, dan Caesar yang memang sudah tau soal guardian sejak awal. Tidak seperti yang lain, mereka yang baru mengetahuinya sejak pertemuan dengan sang bulan hanya diam dan seakan tak peduli dengan takdir yang mengikat jiwa dan tubuh mereka.


"Cobalah mengerti tentang takdir ini" ucap arsen sudah berapa kali untuk hari ini membuat telinga lucas berdengung sakit


"Bisakah kau tak mengganggu ku" kesal lucas dengan wajah marah


Arsen terdiam dia menatap lucas yang tengah marah padanya. Ternyata memang sulit menghadapi sikap dari zodiak Aquarius yang terkenal tak menyukai hal-hal kuno. Bahkan arsen selalu diusir dan dicaci maki setiap saat ketika dia membahas soal takdir mereka.


"Cukup, aku muak dengan ucapanmu itu" lanjut lucas dengan wajah yang memerah marah bahkan dia menunjuk wajah arsen yang terlihat begitu terkejut


"Aku tau kau tak mempercayai hal kuno seperti ini tapi aku yakin kau akan mendapatkan keberuntunganmu secepatnya" ucap arsen yang sudah lelah pada sikap lucas


"Kalau kau mau tau tidak hanya kau saja yang perlu aku yakinkan masih ada guardian lain yang perlu aku yakinkan" lagi arsen sepertinya memang sudah lelah dengan semua ini


"Aku pergi" ucap arsen untuk yang terakhir kalinya membuat lucas menghela nafas lelah


Setelah kepergian arsen, lucas mulai berfikir soal takdir kuno yang dibicarakan arsen. Apa maksud takdir itu sebenarnya apa dirinya tak bisa menentang takdir nya. Jika keberuntungan itu memang ada tapi kenapa sudah empat hari sejak pertemuan dengan sang bulan dirinya masih tidak mendapatkannya.


"Huh..,sudahlah bikin pusing saja"


Lucas mulai melangkah meninggalkan ruang kelasnya dia lelah menghadapi sikap arsen selama beberapa jam lalu. Sungguh menyebalkan dirinya harus berurusan dengan hal-hal menyebalkan seperti ini. Kenapa tidak orang lain saja, kenapa harus dirinya yang mendapatkan takdir yang menyusahkan seperti ini.


"Sekarang aku bisa istirahat" ucap lucas dan tersenyum cerah

__ADS_1


Dia pergi menuju asramanya di sana dia melihat teman sekamar nya yang sedang membaca buku soal sejarah zodiak aquarius dengan tenang sampai manik hitamnya menatap dengan wajah bingung.


"Lucas kau sudah kembali dimana pria imut yang selalu mengikutimu itu" tanya hanbin


"Sudahlah jangan bicarakan pria aneh itu" balas lucas langsung memasuki kamarnya


"Huh..kebiasaan, sulit sekali mendekatinya" ucap hanbin membaca lagi buku


Di dalam sana lucas membaringkan tubuhnya di tempat tidur, matanya tertutup namun kerutan di dahinya menandakan bahwa dirinya tak bisa tidur.


"Apa yang aku pikirkan" ucap lucas membuka matanya lagi disaat bayangan arsen selalu muncul di pikirannya


Dimana arsen selalu percaya akan takdir itu. Dimana arsen selalu mengikutinya. Dimana arsen selalu mengatakan soal takdir itu. Membuat lucas benar-benar muak tapi entah kenapa dia seakan sedikit tertarik dengan takdir itu. Apakah sekarang dia benar-benar mulai mempercayai hal kuno itu atau dia hanya lelah dengan arsen.


"Akh..menyebalkan" ucap lucas mengacak rambutnya kesal


"Guardian"


Dengan perlahan dia mulai melangkah kakinya untuk mencoba keluar kamar. Tapi lagi-lagi suara itu muncul dan dirinya tak menemukan siapa pun di kamarnya. Hembusan angin yang kencang dan tiba-tiba itu membuat lucas menoleh menatap terkejut akan jendela kamarnya yang terbuka lebar.


"Siapa di sana" teriak lucas yang sudah ketakutan


"Guardian" lagi-lagi hanya suara itu membuat lucas semakin takut


"Hanbin" teriak lucas mencoba berlari menuju pintu namun matanya sangat perih membuat dirinya tak bisa melihat dengan jelas


Lucas terjatuh di lantai kamarnya, bahkan dirinya hanya bisa mendengar tanpa bisa melihat siapa yang melakukan hal itu. Suara langkah kaki membuat lucas semakin takut dia mencoba mencari pintu sampai dirinya berhasil memegang ganggang pintu.


"Aku mohon pergi" ucap lucas mencoba membuka pintu namun sulit terbuka

__ADS_1


Lucas memukul pintu berulang kali berharap hanbin mendengar dan menolong dirinya. Tapi semua itu sia-sia hanbin tak mendengarnya sama sekali, apakah orang itu yang membuat suaranya tak bisa di dengar hanbin. Pikiran pikiran negatif mulai muncul tapi dia masih berusaha untuk keluar dari kamarnya.


"Terima takdir ini"


"Jangan lari, semua akan baik baik saja"


Lucas berteriak lagi dirinya tak suka jika ada orang yang memberinya perintah. Dia tak tau siapa itu dan dimana dia sekarang tapi dia sangat ingin memukul orang itu dan membuatnya berhenti mengatakan hal-hal bodoh itu padanya.


"Diam kau, pergi" teriak lucas lagi sampai terdengar suara tawa yang mengejeknya


"Ini takdirmu" setelah suara itu lucas pingsan di depan pintu kamarnya


"Akhirnya terbuka"


ucap hanbin menyeka keringat di dahinya


"Lucas" kaget hanbin membawa lucas yang pingsan ke tempat tidurnya


Hanbin terlihat khawatir dan dia memutuskan untuk pergi menemui arsen yang menurutnya harus tau soal ini. Hanbin berlari keluar mencari arsen dan membawanya ke dalam kamar milik lucas.


"Lucas" kaget hanbin dan arsen bersamaan saat melihat lucas sudah duduk dengan tenang di tempat tidurnya


Lucas menoleh dengan pelan menatap terkejut bahwa tidak hanya hanbin yang masuk ke kamarnya, namun teriakan dari hanbin dan arsen membuat lucas terkejut dengan sikap mereka. Lucas hanya menatap bingung akan sikap mereka sampai hanbin bersuara dan membuat lucas membeku.


"Matamu"


Hanbin tak bisa melanjutkan ucapannya membuat lucas berdiri dan mendekati cermin yang ada di kamarnya. Wajah terkejut jelas terlihat di wajahnya bahkan dirinya sampai mundur dengan pelan.


"Kenapa dengan mataku"

__ADS_1


__ADS_2