
siang itu matahari bersinar dengan terik.. hingga membuat cuaca menjadi sangat panas.. hal itulah yang membuat maxim.. mengajak lavender untuk jalan - jalan ke taman, apalagi di sana banyak orang yang sedang joging atau melakukan olah raga sore.
saat ini lavender dan maxsim telap siap dengan pakaian kasual mereka, dengan di temani oleh 20 pengawal berbaju hitam , mereka adalah pengawal terlatih yang di kirim oleh ayah mereka untuk menemani mereka jalan - jalan ..
... yah walaupun yang bersemangat itu hanyalah maxim, sedangkan lavender hanya ngikut saja .. tapi, meskipun lavender hanya berwajah datar dan memiliki pandangan kosong di mata nya, diam - diam di dalam lubuk hati terdalam nya dia sangat menyanyangi kakak baru nya itu, yah meakipun mereka baru bertemu.
" adik buntalku.. ayo kita lari sore.. gimana kalau kita lomba.. siapa yang paling dulu sampai di ujung pohon mangga itu maka dia yang menang. !!" ucap maxim dengan semangat..
sedangkan lavender hanya mengangguk kan kepala nya. dengan wajah yang masih datar..
" ok... kamu siap ... satu.. dua... ti... tigaaaa... !!"tariak maxim langsung berlari di ikuti oleh lavender..
sejenak maxim melihat ke belakang dan melihat lavender yang jauh ketinggalan, itu membuat maxim merasa senang.. !!
tapi saat sampai di ujung pohon mangga dia pun terkejut melihat orang yang telah menunggu nya di sana.. itu adalah lavender.. dengan santai duduk di bawah pohon mangga sambil meminum air mineral..
" ba.. bagaimana bisa, tadi kan dia tertinggal jauh di belakang, kok bisa ada di situ.. !!" ucap maxim merasa sangat syok sekarang..
maxim pun mulai mendekati adik nya lalu berkata. " adik.. kenapa kau cepat sekali lari nya.. kakak tidak melihat mu saat melewati kakak.. !!" tanya maxim penuh harap jika adik nya akan menjawab.
namun, harapan belum tentu akan jadi kenyataan..
lavender hanya diam saat mendengar pertanyaa kakak nya.. tidak ada keinginan untuk menjelaskan, tidak ada rasa takut saat tidak menjelaskan, dan tetap memiliki wajah tanpa ekspersi.
melihat itu membuat maxsim mendesah pasrah.. seperti nya percuma bicara dengan es balok berwajah datar ini... dan maxim lebih baik memilih diam.
setelah kejadian itu maxim pun mentraktir lavender es krim... setelah makan eskrim mereka memutuskan untuk pulang ke rumah..
sesampai nya di rumah lavender dan maxim pun kembali ke kamar mereka masing - masing dan mulai membersihkan diri.. lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama.
di meja makan sudah ayah mereka.. tapi tampak nya ada lagi dua orang tambahan... tidak, lebih tepat nya ada tiga orang tambahan.
__ADS_1
maxim mulai menampilkan wajah dingin nya dan turun dari tangga lalu duduk di kursi nya dengan gaya yang cool...
melihat itu ayah nya hanya menghela nafas lelah, bagaimana mungkin putra nya bisa - bisa nya menunjukkan wajah cool di depan sahabat nya ini.. benar - benar ... begitulah pikir ayah maxim..
tiba - tiba suara seorang memecah keheningan.. " ehmm.. lama tidak berjumpa yah.. !!" ucap orang itu..
" iya lama tidak berjumpa.. ngomong - ngomong sekarang gimana kabar kalian.. ? " ucap ayah maxim..
" kabar kami baik !!!.. dan kau sendiri bagaimana dengan mu. " ucap orang itu..
" hahaha... kamu ini, aku juga baik lama yah kita tidak ngobrol seperti ini. !!" ucap ayah maxim..
tiba - tiba mereka mendengar suara anak perempuan yang menjerit dengan senang.. mereka pun mengalihkan pandangan mereka ke arah nya.. ternyata anak itu ada anak dari tamu ayah maxim..
" ya ampun.. lavenjer cayang... telnyata camu ada di cini, !!!.. aku nyaliin camu lo, acal camu cau aja aku lela nyali camu jengan melewaci camudla, junung yang jinggi, bajai anyin, lalu tenjelam dalam laucan dan hidup cembali.. ahilnya, aku nyemuin camu.. !!" ucap arabela panjang lebar dengan ocehan nya saat dia menemukan arabela ada di antara mereka waktu itu..
sedangkan orang tua arabela dan orang tua angkat lavender, tidak menyadari keberadaan lavender.. bagaimana bisa gadis itu kedatangan nya mirip seperti hantu, bahkan suara kaki nya berjalan juga tidak terdengar...
melihat itu orang tua arabela sedikit tersinggung dengan sifat lavender, yang menurut mereka kurang sopan... tapi mengingat kembali jika lavender hanya anak tidak jelas yang di angkat oleh teman mereka, itu membuat mereka memaklumi nya.
sedangkan bagi orang tua angkat lavender, maxim, maupun arabela, itu adalah hal biasa.. karena mereka sudah tau bagaimana sifat nya, jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkan nya.. mereka hanya menganggap itu angin lalu.
•
•
•
•
keesokan hari nya.. pagi tampak menyingsing matahari bahkan sudah muncul di atas langit..
__ADS_1
pagi itu.. keluarga alexel dan keluarga jeksen akan pergi ke pantai..
mereka mengendarai mobil mewah mereka masing - masing... di perjalanan tidak henti - henti nya arabela menganggumi pemandangan di depan nya.
saat sampai di pantai keluarga itu sangat bahagia.. orang tua yang berbicara tentang bisnis.. dan anak - anak yang bermain - main di pinggir pantai..
" anak - anak.. !!! jangan main yang jauh yah.. !! " ucap ibu arabela ...
" iya ma.. " ucap arabela sambil berteriak
" siap tante... !!" ucap maxim..
lalu arabela memandang lavender yang masih setia diam di tempat nya...
" ayolah sahabatku sayang... tersenyumlah di hari bahagia ini. !!" ucap arabela bergelayut manja di tangan lavender..
maxim yang melihat itu mulai berkata. " bagaimana kalau kalian duduk saja dulu di sini.. aku akan membelikan eskrim di sana untuk kalian..!!" ucap maxim lalu berlalu menuju toko eksrim di sebrang jalan..
setelah maxim pergi tiba - tiba angin dingin berhembus, dan menerbangkan rambut arabela juga lavender.. seakan membawa sesuatu yang buruk..
tiba - tiba perasaan tidak enak menyelimuti arabela.. meskipun dia anak kecil.. tapi dia sangat tau akan perasaan ini, pasti akan terjadi hal yang tidak di ingin kan, arabela lalu melihat lavender wajah itu tetap memperlihatkan wajah datar dan sorot mata yang tidak bisa terbaca...
hingga suara lavender memecahkan keheningan.. " takdir kita akan di mulai !!" ucap lavender penuh makna namun pandangan nya tetap kosong..
arabela yang mendengar nya merasa bingung.. belum sempat dia ingin menayakan nya.. dia merasakan seseorang membekap mulut nya.. dia juga melihat orang yang membekap mulut sahabat nya itu, arabela ingin berteriak tapi tidak bisa.. lalu pandangan nya mulai kabur dia pun akhir nya pingsan.
jangan lupa koment dan like nya
kasih vote juga yah..
dan jadikan favorit ❤️
__ADS_1
bersambung.....