45 Menit Di KA Cepat Jakarta-Bandung

45 Menit Di KA Cepat Jakarta-Bandung
Rutinitas yang Membosankan


__ADS_3

Kereta melaju dengan lancar melintasi kota Jakarta yang penuh dengan lampu gemerlap. Rama, Maya, Ahmad, dan Siti duduk bersama di kursi mereka, menatap layar kecil yang menampilkan peta perjalanan kereta cepat. Tapi percakapan mereka tidak lagi berkutat pada hal itu. Mereka tenggelam dalam obrolan tentang kehidupan sehari-hari mereka.


Rama, dengan rambutnya yang sedikit berantakan dan mata yang terlihat letih, menggelengkan kepala. "Jam kerjaku semakin panjang setiap harinya. Saya bahkan belum punya waktu untuk mengejar hobi."


Maya, yang mengenakan gaun seni yang cantik, mengangguk setuju. "Saya merasa sama, Rama. Pameran seni saya sebentar lagi, dan saya merasa seperti terjebak dalam siklus persiapan dan promosi. Itu membuat saya kehilangan gairah."


Ahmad, yang duduk di seberang mereka dengan laptopnya terbuka, menyuarakan perasaannya, "Tentu saja, menulis adalah pekerjaan yang saya cintai, tapi tekanan tenggat waktu yang ketat membuat saya merasa terjebak dalam rutinitas."


Siti, dengan seragam dokternya yang rapi, memberi tahu mereka tentang kehidupannya di rumah sakit, "Anda tahu sendiri, sebagai seorang dokter, saya selalu harus siap kapan pun dibutuhkan. Itu artinya tidak ada waktu untuk diri sendiri."


Mereka semua merasa terjebak dalam rutinitas yang sama. Kereta cepat melaju melintasi pinggiran kota, dan Rama menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, mencoba melupakan pekerjaannya yang menumpuk.


"Apakah ini semua yang ada dalam hidup kita?" Rama bertanya dengan nada rendah.


Maya menggelengkan kepala. "Saya rindu waktu ketika seni adalah tentang ekspresi, bukan tentang menjualnya."


Ahmad melihat dari layar laptopnya dan menyimpulkan, "Mungkin kita semua butuh istirahat dari rutinitas ini."


Siti mengangguk. "Saya setuju. Terkadang, pekerjaan kita dapat menjadi penyebab stres yang berlebihan."


Mereka berempat terdiam sejenak, mencerna kata-kata mereka sendiri. Ketika kereta melewati hutan yang lebat, mereka merasa terhubung dengan alam di luar sana, yang begitu jauh dari rutinitas kota yang membosankan.


Ahmad tiba-tiba menutup laptopnya dan meletakkannya di samping. "Bagaimana kalau kita mencoba sesuatu yang berbeda selama perjalanan ini? Sesuatu yang menghibur dan mengalihkan perhatian dari rutinitas kita."


Maya tersenyum. "Itu ide yang bagus, Ahmad. Saya merasa seperti kita membutuhkan hiburan."


Rama mengangguk setuju. "Apa yang ingin kamu lakukan?"


Ahmad tersenyum misterius. "Kami akan memainkan permainan kartu."


Maya, Rama, dan Siti saling pandang dengan senyum. "Mengapa tidak?" kata Maya.

__ADS_1


Mereka semua tertawa saat Ahmad mengeluarkan setumpuk kartu dari dalam tasnya. Kartu-kartu itu terlihat sudah cukup lama digunakan, dengan sudut-sudut yang agak usang, tetapi masih dalam kondisi baik. Mereka berkumpul di atas meja kecil yang ada di antara kursi mereka, dan permainan dimulai.


Selama permainan, mereka saling menggoda, bercanda, dan tertawa. Mereka melupakan masalah mereka sejenak dan menikmati momen itu. Dalam bermain kartu, mereka menemukan kembali keceriaan dan kebersamaan yang telah lama mereka tinggalkan.


Ketika matahari mulai terbenam di balik pegunungan, mereka masih asyik dengan permainan kartu mereka, tapi kali ini dengan senyum yang lebih besar di wajah mereka. Mereka merasa sedikit lebih ringan, sedikit lebih hidup, dan sedikit lebih dekat satu sama lain.


Di luar jendela, pemandangan alam yang indah dengan pegunungan menjulang tinggi dan sungai yang berliku-liku mengalir memberikan mereka perspektif yang berbeda tentang kehidupan. Mereka tahu bahwa permainan kartu adalah awal dari sesuatu yang berubah dalam perjalanan mereka.


Siti membuka tasnya dan dengan gemetar menarik keluar setumpuk kartu lama yang sudah mulai menguning. Meskipun kartu-kartu itu agak usang, mereka terlihat cukup layak untuk dimainkan. Siti tersenyum cerah saat dia meletakkan kartu-kartu itu di atas meja kecil di antara mereka.


"Bagaimana kalau kita bermain kartu untuk menghilangkan kebosanan?" Siti bertanya sambil tersenyum, mata yang sebelumnya terlihat serius kini berbinar.


Rama, Maya, dan Ahmad melihat kartu-kartu itu dengan antusiasme. Mereka mengangguk setuju hampir bersamaan.


"Mengapa tidak? Itu akan menyenangkan," kata Ahmad sambil mengambil tempat duduk di sekitar meja kecil.


Siti dengan cekatan membagikan kartu-kartu kepada mereka, dan segera saja permainan dimulai. Ketika kartu-kartu pertama kali terlihat oleh para pemain, terdengar tawa lepas yang spontan. Mereka memainkan permainan kartu seperti Poker, tetapi dengan peraturan yang mereka ciptakan sendiri, dan seiring dengan setiap putaran, tingkat kompetisi dan kegembiraan semakin meningkat.


Siti, yang awalnya hanya mengamati, dengan cepat menjadi peserta yang berani dalam permainan. Dia menyajikan kartu-kartunya dengan kecerdasan dan kemampuan bermain yang mengejutkan. Ketika dia memenangkan pot besar dengan tiga kartu as, semua orang meletakkan kartu mereka dengan senyum terpana.


Tetapi yang paling penting adalah atmosfer yang tercipta. Kereta cepat yang sebelumnya terasa begitu biasa sekarang penuh dengan tawa dan candaan. Penumpang lain yang duduk di sekitar mereka bahkan ikut tersenyum melihat kelompok ini yang seolah-olah memiliki waktu yang luar biasa bersenang-senang di dalam kereta.


Ketika malam mulai turun, lampu kereta menyala dengan lembut, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Di luar jendela, pemandangan alam yang indah dengan pepohonan hijau dan jalan kereta yang terhampar luas melintasi hutan-hutan menambah nuansa damai.


Setiap kali seseorang menang, mereka semua berteriak dengan riang dan bersorak. Ketika seseorang kalah, tawanya menjadi hiburan bagi yang lain. Mereka benar-benar melupakan rutinitas dan tekanan hidup mereka. Momen ini adalah pelarian dari semua yang mereka hadapi sehari-hari.


Saat permainan kartu berlangsung, percakapan antara mereka tetap berlanjut. Mereka bercerita tentang kenangan-kenangan lucu dari masa kecil, mimpi-mimpi mereka yang belum terwujud, dan petualangan-petualangan yang ingin mereka alami di masa depan.


Kereta terus melaju melalui malam yang semakin dalam, dan meskipun permainan kartu semakin sengit, mereka tahu bahwa malam ini adalah yang istimewa. Ini adalah malam ketika mereka menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan, melupakan rutinitas yang membosankan, dan merasakan betapa berharganya momen-momen sederhana seperti ini dalam hidup mereka.


Malam itu, di dalam kereta cepat yang melaju menuju tujuan yang belum mereka ketahui, mereka merasakan semacam kebebasan yang jarang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini adalah awal dari perubahan, dan mereka menyadari bahwa beberapa kali, Anda hanya perlu bermain kartu dengan teman-teman baru untuk menghidupkan kembali semangat Anda.

__ADS_1


Siti duduk di kursinya dengan senyum cerah yang menghiasi wajahnya. Permainan kartu yang sederhana ini sepertinya telah menghadirkan sisi yang sama sekali berbeda dari seorang dokter yang selalu serius di rumah sakit. Dia tampak benar-benar menikmati setiap momen permainan.


Rama melihat Siti dengan heran. "Siti, saya tidak tahu kalau Anda sebegitu ceria. Biasanya di rumah sakit, Anda terlihat sangat serius."


Siti tertawa geli. "Ya, saya harus serius di rumah sakit, tetapi bukan berarti saya tidak bisa bersenang-senang di luar sana. Ini adalah liburan singkat saya dari dunia medis."


Maya, yang baru saja memenangkan satu tangan dengan ekspresi yang bangga, tersenyum. "Ini menyenangkan, Siti. Anda benar-benar menghidupkan suasana di sini."


Ahmad setuju. "Saya pikir kita semua perlu semacam pelarian dari rutinitas kita. Dan permainan kartu ini tampaknya menjadi pilihan yang sempurna."


Siti mengangguk setuju sambil memegang kartu-kartunya dengan gemas. "Ketika kita tersesat dalam rutinitas sehari-hari, kita sering lupa bagaimana bersenang-senang. Ini adalah momen yang mengingatkan kita akan sisi lain kehidupan."


Di luar jendela, pemandangan alam semakin indah seiring dengan perjalanan kereta cepat yang terus berlanjut. Hutan-hutan hijau yang rindang dan sungai-sungai yang tenang memberikan kontras dengan kehidupan kota yang sibuk yang biasanya mereka hadapi.


Siti kembali tertawa saat dia menunjukkan kartunya pada yang lain. "Baiklah, saya punya kartu hebat ini. Siapa yang berani bertaruh melawan saya?"


Maya, yang selalu suka tantangan, tersenyum dan meletakkan sejumlah chip di tengah meja. "Saya berani, Siti."


Mereka bertaruh dengan serius, tetapi ada keceriaan dalam atmosfer. Masing-masing dari mereka tampaknya telah menemukan pelarian dari rutinitas mereka dalam permainan kartu ini, dan mereka menikmatinya dengan sepenuh hati.


Selama permainan berlangsung, Siti terus menjadi pusat perhatian. Dia dengan lincah mengatur strategi, kadang-kadang melakukan gertakan yang membuat semua orang tertawa. Gerak tubuhnya penuh semangat, dan matanya berkilat setiap kali dia menang. Tidak ada tanda-tanda dari dokter yang serius yang selalu berurusan dengan kehidupan dan kematian di rumah sakit.


Rama memperhatikan cara Siti melihat kartunya dengan serius sebelum melakukan langkah selanjutnya. "Siti, Anda benar-benar ahli dalam permainan ini. Saya belum pernah melihat Anda sebegitu antusias."


Siti tersenyum. "Ketika kita melakukan sesuatu yang kita nikmati, kita selalu bisa menemukan sisi lain dari diri kita yang mungkin tersembunyi selama ini."


Ketika malam semakin dalam, dan kereta cepat terus melaju dengan kecepatan yang mengagumkan, mereka semua merasa seperti telah menjalani petualangan yang luar biasa. Permainan kartu ini bukan hanya sekadar hiburan; ini adalah cara untuk melepaskan diri dari keterikatan rutinitas dan menemukan kembali kebahagiaan yang terkadang hilang dalam kehidupan sehari-hari.


Siti memenangkan beberapa putaran permainan, tetapi pada akhirnya, semua dari mereka merasa seperti pemenang. Mereka telah menemukan kembali keceriaan bersama dan menghadapi malam itu dengan tawa dan senyum.


Ketika kereta cepat melaju melintasi hutan malam yang sunyi, mereka merasa bahwa malam itu adalah awal dari perubahan. Mungkin kebahagiaan dan kebersamaan yang mereka alami di dalam kereta ini akan membawa mereka pada petualangan yang lebih besar di luar sana, menjauh dari rutinitas yang membosankan dan ke dalam dunia yang penuh dengan kejutan dan kegembiraan.

__ADS_1


__ADS_2