
Suasana di stasiun kereta cepat Jakarta begitu ramai ketika keempatnya berkumpul dengan penuh antusiasme. Rama, Maya, Ahmad, dan Siti telah berbicara lewat pesan teks sebelumnya untuk merencanakan pertemuan mereka di stasiun, dan sekarang, saatnya untuk pertemuan yang telah lama mereka nanti-nantikan. Rama tiba lebih awal dan menunggu di bangku tunggu stasiun, sementara Maya, Ahmad, dan Siti muncul satu per satu dengan tas besar mereka.
Rama, seorang insinyur muda yang biasanya serius, merasa perlu mempertahankan kesan tegasnya. Ia mengenakan kemeja berwarna biru tua dan celana panjang hitam yang rapi. Tatapannya tajam, dan ia menyesuaikan kacamata hitamnya dengan seksama. Ketika ia melihat Maya, Ahmad, dan Siti datang, ia berdiri dan menyapa dengan senyum tipis.
Maya, seorang seniman yang bersemangat, tiba dengan sebuah kanvas besar yang digulung di bawah lengannya. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni yang mencerminkan kepribadiannya yang kreatif. Rambutnya yang panjang dan warna-warni seperti pelangi membuatnya terlihat begitu menarik. "Hai, semuanya!" serunya sambil melambaikan tangan dengan senyum yang menggoda.
Ahmad, penulis yang santai dan penuh kejutan, tiba dengan santai mengenakan kaos oblong dengan gambar karakter kartun favoritnya. Ia selalu tampak seperti orang yang selalu siap untuk petualangan. "Apa kabar, teman-teman?" sapanya dengan senyum penuh keceriaan.
Siti, dokter muda yang penuh empati, tiba dengan mantel putihnya dan tas medis di pundaknya. Ia selalu tampak tenang dan penuh perhatian. "Saya senang kita akhirnya bisa berkumpul," katanya sambil memberikan senyuman hangat kepada mereka.
Saat keempatnya duduk bersama, percakapan ringan pun dimulai. Mereka berbicara tentang persiapan mereka untuk perjalanan ini, menggoda Rama yang membawa kalkulator dalam tasnya, dan tertawa mengingat bagaimana mereka masing-masing berusaha untuk menahan kegembiraan mereka sebelum perjalanan dimulai.
Tiba-tiba, suara gemuruh dari peron sebelah mereka mengalihkan perhatian mereka. Mereka melihat kereta cepat Jakarta-Bandung yang megah dan futuristik meluncur dengan mulus ke stasiun. Kehadirannya yang begitu mengesankan membuat mereka tak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka lagi. Rama, yang cenderung serius, mencoba mengendalikan kegembiraannya, tetapi ekspresinya yang malah terlihat kaku membuat Maya dan Siti tersenyum lebar.
Maya melihat ke langit dan berkata, "Kita beruntung dengan cuaca yang cerah ini. Pemandangannya pasti luar biasa nanti."
Ahmad mengangguk setuju. "Saya tidak sabar untuk melihat pemandangan sepanjang perjalanan kita. Pasti akan sangat menginspirasi."
Siti, yang selalu berpikir tentang pekerjaannya, berkomentar, "Saya harap perjalanan ini memberikan kita waktu yang baik untuk bersantai dan merenungkan hidup kita masing-masing."
Rama, yang biasanya tahan bercanda, akhirnya tersenyum lebar. "Kita akan membuat kenangan yang tak terlupakan, teman-teman."
Saat mereka memasuki kereta dan menemukan kursi mereka, kegembiraan mereka semakin terasa. Mereka menatap jendela dengan antisipasi yang tinggi, siap untuk memulai perjalanan mereka yang akan membawa mereka ke Bandung. Seiring dengan kereta cepat bergerak dan meninggalkan stasiun, langit Jakarta mulai meredup, dan perjalanan mereka menuju petualangan tak terlupakan pun dimulai.
Ketika keempatnya mulai berjalan menuju peron kereta, suasana stasiun semakin terasa meriah. Penumpang lain yang menunggu juga terlihat bersemangat, beberapa dari mereka membawa tas besar yang penuh dengan bekal untuk perjalanan mereka. Stasiun itu sendiri terlihat megah dengan desain futuristik yang mencerminkan teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung.
__ADS_1
Maya tidak bisa menahan senyumannya ketika ia melihat kerumunan penumpang yang begitu bersemangat. "Lihatlah, semuanya terlihat sangat antusias! Saya rasa kita bukan satu-satunya yang menanti perjalanan ini dengan tak sabar," kata Maya sambil mengayunkan tas kanvas besar yang diisi dengan perlengkapan seninya.
Ahmad, yang selalu tampak begitu santai, tertawa. "Tentu saja, ini adalah pengalaman yang jarang ditemui. Semua orang ingin merasakan sensasi kereta cepat ini."
Siti, dengan kepribadian yang penuh empati, berbicara dengan penumpang yang duduk di sebelahnya. "Sudah lama saya tidak merasa sebegitu dekat dengan begitu banyak orang dalam satu waktu. Rasanya seperti reuni besar."
Rama, yang cenderung serius, mengangguk setuju. "Ini benar-benar luar biasa."
Saat mereka mendekati peron kereta, suara alunan musik mulai terdengar semakin jelas. Mereka melihat seorang musisi jalanan yang duduk di dekat tangga menuju kereta. Dengan gitar di tangannya, musisi itu memainkan lagu-lagu yang menggetarkan hati. Melodi yang indah mengisi udara, menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat.
Maya tidak bisa menahan diri dan mulai mengikuti irama musik dengan langkah yang ringan. Ia bergerak seakan-akan tengah menari di tengah peron stasiun. Rambutnya yang panjang bergerak-gerak seiring gerakan tubuhnya yang lepas.
Ahmad tertawa melihatnya dan berbisik kepada Siti, "Maya memang selalu menjadi pusat perhatian, ya?"
Siti tersenyum sambil mengangguk. "Ya, tapi itulah yang membuatnya begitu mengasyikkan untuk diajak berbicara."
Ketika mereka berjalan mendekati musisi jalanan, musisi itu melihat mereka dengan senyum lebar. Ia mengganti lagunya menjadi lagu yang lebih cepat dan mengajak mereka berdansa. Rama, yang awalnya malu-malu, akhirnya terbawa suasana. Ia menari-nari dengan langkah yang canggung, tetapi itu justru membuat teman-temannya tertawa dengan riang.
Maya menepuk-nepuk pundak Rama dan berkata dengan penuh semangat, "Lihat, Rama! Anda adalah penari yang luar biasa!"
Rama hanya bisa tersenyum malu-malu, tetapi ia tahu bahwa ini adalah salah satu momen yang akan mereka kenang sepanjang perjalanan mereka. Mereka berdansa bersama musisi jalanan, mengikuti irama yang begitu mengasyikkan, sambil tersenyum dan tertawa bersama. Suasana di peron kereta cepat Jakarta-Bandung semakin riuh dan hangat, dan kegembiraan mereka merasuk ke dalam setiap sel mereka.
Saat mereka melangkah ke dalam kereta, mereka masih teringat akan momen lucu ketika Rama dengan tidak sengaja menari-nari. Mereka berharap bahwa perjalanan ini akan membawa lebih banyak momen seperti itu, penuh tawa dan kebahagiaan. Dengan hati yang penuh semangat, mereka mencari kursi mereka dan menantikan petualangan yang akan mereka alami di dalam kereta cepat yang futuristik ini.
Ketika mereka mendekati musisi jalanan yang dengan penuh semangat memainkan musik di dekat tangga menuju kereta, mereka segera sadar bahwa musisi tersebut sedang memainkan salah satu lagu kesukaan mereka. Sebuah senyuman spontan menghiasi wajah mereka, dan mereka bertukar pandang dengan penuh kegembiraan.
__ADS_1
Maya, yang tahu liriknya dengan baik, langsung mulai bernyanyi dengan suara merdu. "Ini adalah salah satu lagu favorit saya!" ucapnya sambil memandang ke arah Rama, Ahmad, dan Siti. Suaranya yang indah mengisi udara, menciptakan suasana yang semakin akrab dan hangat di antara mereka.
Siti, yang duduk di sebelah Maya, dengan cepat menangkap melodi lagu tersebut dan ikut menyanyi. Suaranya yang lembut dan merdu melengkapi suara Maya dengan indah. "Saya juga sangat suka lagu ini," ucapnya sambil tersenyum pada teman-temannya.
Ahmad, yang duduk di dekat jendela, ikut serta dengan semangat. Ia menggoyangkan badannya secara ringan dan bahkan memainkan alat musiknya, sebuah harmonika yang selalu ia bawa dalam perjalanan. Harmonika Ahmad menyatu dengan musik yang dimainkan oleh musisi jalanan, menambahkan nuansa yang lebih kaya pada lagu tersebut.
Rama, yang biasanya tidak terlalu antusias terhadap musik, merasa terbawa suasana. Ia mulai menggoyangkan tubuhnya dalam irama lagu, meskipun gerakannya terlihat agak kaku dibandingkan dengan yang lain. Ekspresi wajahnya yang serius mulai melunak, dan ia menyaksikan teman-temannya dengan senyuman tipis.
Mereka semua merasa begitu hidup dan bahagia dalam momen ini. Mereka menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat, lirik-lirik yang begitu akrab membuat mereka merasa seperti sedang berada dalam mood yang sangat baik. Mereka tidak peduli bahwa mereka berada di tengah stasiun yang riuh dan ramai, karena mereka merasa terhubung melalui musik, merasa seperti dunia di sekitar mereka menghilang sejenak.
Musisi jalanan tersebut, melihat respons positif dari keempat penumpang tersebut, semakin semangat dalam memainkan lagu. Ia tersenyum lebar dan menambahkan elemen musik yang lebih intens, mengajak mereka berpartisipasi lebih aktif.
"Bagaimana kalau kita semua bersama-sama menyanyikan refren lagu ini?" Maya menyarankan sambil melihat teman-temannya.
Siti dan Ahmad langsung setuju, dan mereka mulai bernyanyi bersama-sama dengan suara merdu mereka. Rama, yang pada awalnya agak ragu, akhirnya ikut menyumbangkan suara pelan. Meskipun ia tidak memiliki suara yang luar biasa, kontribusinya membuat mereka semua tersenyum.
Mereka melanjutkan menyanyikan lagu tersebut bersama-sama dengan semangat tinggi. Pada saat itu, stasiun kereta cepat Jakarta benar-benar menjadi tempat yang penuh kebahagiaan dan musik. Mereka merasa begitu bersatu, merayakan persahabatan mereka di tengah gemuruh peron stasiun.
Ketika lagu itu selesai, mereka memberikan tepuk tangan meriah untuk musisi jalanan yang telah menghibur mereka. Musisi itu tersenyum puas dan menerima beberapa koin receh sebagai ucapan terima kasih.
"Terima kasih, teman-teman, untuk momen yang luar biasa ini," kata Maya dengan senyuman berseri. "Saya rasa ini adalah awal perjalanan yang tak terlupakan."
Siti menambahkan, "Betul sekali, Maya. Musik memiliki cara yang indah untuk menghubungkan kita semua."
Ahmad mengangguk setuju, "Apa yang baru saja kita alami adalah salah satu dari banyak momen yang akan kita bagikan selama perjalanan ini."
__ADS_1
Rama, yang biasanya pendiam, tersenyum dan berkata, "Saya juga merasa begitu. Mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan semangat dan antusiasme yang sama."
Mereka kembali berjalan menuju kereta dengan senyum di wajah masing-masing. Saat mereka memasuki kereta dan menemukan kursi mereka, perasaan kebahagiaan dan persatuan yang mereka rasakan selama momen bernyanyi masih menghangatkan hati mereka. Mereka yakin bahwa petualangan mereka bersama akan dipenuhi dengan momen-momen berharga yang tidak akan terlupakan.