
Prang pecahan vas bunga berserakan
"Kalian semua bodoh cari satu perempuan saja gak bisa percuma aku bayar besar gaji kalian" ungkap Nicholas dengan nada meninggi kepada para body guard nya
"Dan kamu Daniel aku suruh kamu cari dia kamu belum ada kabar nya juga sudah satu minggu dia pergi setelah acara pernikahan" kata Nicholas mencengkeram leher Daniel
"Maafkan saya tuan kami sudah keperusahaan mencari nona Adelle tapi dia sudah dua minggu tidak kekantor" gerutu Daniel mencoba melepaskan cengkeraman tangan Nicholas
"Ini bagaimana, seminggu dia kabur tidak ada berita sama sekali ponsel nya mati. Kau sudah hubungi audy mencari tahu nya?" Tanya Nicholas
"Sudah sama tuan , nona audy juga sepertinya mematikan ponselnya mereka tidak ada di London untuk sementara waktu" jawab Daniel
Nicholas pun merasa bersalah selama seminggu ini iya hanya menunggu kabar dari anak buah nya saja tanpa mencari keberadaan istrinya Adelle, karena dia harus menemani jessi pacar nya sebelum jessi pulang ke New York.
"Kemana dia selalu saja seperti ini, mau apa wanita ini? Tunggu saja aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia karena you are only mine " gumam Nicholas menggerutu.
Nicholas yang masih duduk di kursi didalam ruangan kerja nya menoleh ke arah Daniel dan meminta beberapa berkas pekerjaan yang beberapa minggu ini ditinggalin dan kerjaan nya pun menumpuk.
" Daniel, jadi bagaimana Perusahaan kita di Australia kerjasama kemarin dengan Albert David Communication?" Tanya Nicholas yang masih fokus melihat beberapa berkas ditangannya
"Nilai jual saham kita menaik tuan apalagi dengan kabar pernikahan Tuan dengan putri bungsu pemilik Albert David Communication" Jawab Daniel yang melihat Nicholas heran melihat kelakuan Bosnya menatap berkas-berkas nya sambil tersenyum senyum tidak jelas baru saja Bos nya itu marah-marah tidak jelas karena belum dapat kabar dari istrinya yang baru dinikahi nya seminggu yang lalu.
"Tapi Tuan maaf..." ungkap Daniel yang menggantungkan perkaataan nya masih melirik Nicholas yang masih serius melihat berkasnya
"Apa? kenapa"
"Saya dengan Nona Jessica akan menjadi Brand Ambrasador untuk produk yang akan di Launching oleh Albert David Communication"
"What?? kok bisa" Nicholas mengerutkan keningnya saat Daniel berkata
"Iya Tuan saya dapat kabar dari Humas Albert David Communication yang merupakan sepupu saya, dia juga baru disuruh oleh Nona Audy untuk merekrut Nona Jessi untuk menjadi Brand Ambrasaddor"
"Berarti sepupumu tahu donk keberadaan Audy dan Adelle?"
" Sepertinya Tuan, nanti saya akan bertanya lagi dengannya"
Nicholas pun menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Daniel. " Ya cari terus informasi keberadaan Adelle, aku tidak mau tahu ya kamu harus dapat secepatnya keberadaan istriku"
"Tapi tuan maaf saya ikut campur urusan pribadi anda, sebaiknya anda harus bisa memutuskan hubungan anda dengan Nona Jessi apalagi sekarang Nona Jessi sudah menanda tangani kontrak dengan Albert David Communication. dan Nona Adelle pasti cepat atau lambat akan tahu tentang hubungan Tuan dengan Nona Jessi itu bisa menghancurkan masa depan karir Nona Jessi dan Kerjasama perusahaan kita"
"Maksudmu? kenapa aku harus memutuskan hubungan yang sudah berjalan empat tahun?"
"Pasti Tuan tahu bukan sifat Nona Adelle itu keras pasti dia akan menghancurkan segala nya dengan caranya contohnya sekarang Tuan ingat kejadian sebulan lalu di Sydney? Tuan memperkosa Nona Adelle? dan berujung Tuan dan Nona Adelle menikah walaupun berlandaskan perjodohan yang sudah ditetapkan oleh kedua keluarga Tuan dan Nona dan Tuan apa tidak curiga mengapa tiba-tiba Nona Jessi di rekrut menjadi Brand Ambrasador perusahaan Nona Adelle? pasti Nona Adelle sudah mengetahui hubungan Tuan dengan Nona Jessi." ungkap Daniel
"Hmm- aku benar -benar tidak tahu dan tidak curiga dengan Adelle, berarti dia sudah merencanakan semuanya ingin menghancurkan Jessi dan aku?"tanya Nicholas mencoba mencari tahu.
"Mungkin Tuan, dengan kepergian Nona Adelle saja sehari setelah Pernikahan Tuan dengan Nona Adelle kita bisa tahu bahwa Nona Adelle menerima pernikahan ini hanya sebatas menjaga nama baik kedua keluarga dan pertanggung jawaban Tuan atas perilaku Tuan terhadap Nona Adelle"Jawab Daniel
"Sudahlah. Pokoknya kamu cari terus keberadaan Adelle aku tidak mau tahu ya, aku akan pikirkan bagaimana selanjutnya hubunganku dengan Jessi" sambung Nicholas sambil memutar pandangannya.
****
Milan, Italy
__ADS_1
Audy menghela nafas panjang, dia berdiri di samping pintu menunggu Adelle selesai diperiksa. Jangan ditanya bagaimana perasaan Audy sekarang? Jelas campur aduk melihat kondisi Adelle yang lemas dan pucat. Setelah lama menunggu pintu UGD terbuka seorang Dokter Wanita berusia 35 tahunan keluar bersama seorang perawat, Audy menghampirinya dan bertanya.
"Bagaimana keadaan Adelle Dok?"
Dokter wanita bernama Marisa itu tersenyum tipis, "Mari ikut saya keruangan akan saya jelaskan disana."
Audy pun mengangguk dan mengikuti langkah Dokter dan perawat menuju ruangan Dokter Marisa.
"SIlahkan duduk", Dokter Marisa mempersilahkan Audy duduk setiba diruangannya
"Sebelumnya saya jelaskan tentang kondisinya, apa boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Dokter Marisa setelah Audy duduk di hadapannya
Audy pun mengangguk
"Jika Boleh tahu, Dimana suaminya?"
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Dokter Marisa sontak membuat Audy kebingungan sesaat, Suami? bagaimana mau dijelaskan keberadaanya kalau sekarang saja Adelle sedang lari dari suaminya.
"Suaminya sedang ada tugas diluar negeri dok," jawab Audy, "Keadaanya baik-baik saja kan dok?"
"Jadi seperti ini kondisi Nona Adelle sekarang baik-baik saja begitu pun dengan kandungannya," penjelasan Dokter Marisa
Audy tersentak,"Kandungan? mmma-maksud dokter Adelle hamil?"
Dokter Marisa mengangguk, "Ya, dan kandungannya sangat lemah apalagi Nona Adelle sampai dehidrasi untungnya cepat-cepat dilarikan ke Rumah sakit kalau telat sedikit saja mungkin kandungannya tidak akan bisa diselamatkan."
Apa ini? Adelle hamil tanpa disadari olehnya tapi bagaimana bisa? sedangkan Adelle baru menikah seminggu di hari pertama nya menjadi istri saja dia sudah lari dari suaminya jadi mana mungkin Nicholas sudah melakukannya dengan Adelle, ada apa ini? Adelle juga tidak punya pacar ataud dekat dengan pria lain setelah dia putus dengan Justin. jadi bagaimana mungkin Adelle bisa hamil?, itu semua yang dipikirkan Audy.
"Saya sarankan agar Nona Adelle untuk dirawat selama beberapa hari hingga Janinnya kuat dan saya sudah memberikan obat anti mual untuk Nona Adelle memang untuk di Trimester pertama morning sickness akan muncul. Jadi saya harapkan Nona Adelle untuk bedrest dari segala aktifitasnya," ucap Dokter Marisa
Audy terdiam memandangi Adelle yang belum juga sadarkan diri dia harus bertanya siapa ayah dari bayi yang dikandung oleh Adelle mengapa harus terjadi seperti ini, menghela nafas panjang Audy beralih memperhatikan perut Adelle yang masih rata. Tanpa sadar tangan Audy terulur untuk menyentuh perut Adelle kemudian mengelus dengan perasaan yang tak karuan.
"Yang kuat nak, kamu harus berjuang dengan ibumu," Bisik Audy sembari terus mengelus perut Adelle.
***
Setelah hampir beberapa jam tidak sadarkan diri, Adelle perlahan-lahan membuka matanya sekilas pandangannya terasa kabur, dia sedikit mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang mengenai matanya.
Wanita itu mengernyit samar ketika indera penciumannya menangkap aroma obat-obatan khas rumah sakit, kilasan-kilasan ingatan berkelebat didalam benaknya, Kantor, Rooftop, Toilet dan muntah.
"Adelle kamu sudah sadar?" suara lembut yang begitu familiar terdengar sangat dekat di telinganya, Adelle pun menoleh dan mendapati Asisten sekaligus sahabatnya Audy.
"Audy", gumam Adelle
Audy tersenyum meski matanya tak berhenti menitikkan airmata. " Gimana apa ada yang sakit?"
Adelle menggeleng, "Aku kenapa?"
Audy tersenyum tipis lalu meraih tangan Adelle yang terinfus. " Kamu tadi pingsan waktu kamu muntah-muntah di Toilet lalu aku bawa kamu kerumah sakit"
"Jadi apa kata Dokter?"
"Kamu Hamil"
__ADS_1
"Hamil? Kamu ngomong apa sih? siapa yang hamil, aku tidak mungkin hamil" Adelle semakin tak mengerti
"Tapi itu lah kenyataan yang disampaikan oleh Dokter, dan Dokter sudah melakukan pemeriksaan terhadapmu. Dokter tidak mungkin Bohong"
"Gak... gak mungkin ini tidak mungkin kan Au.. please bilang ini bohong Au" Adelle berteriak histeris
" Adelle lo harus tenang..." Audy mencoba menenangkan Adelle yang terus berteriak tidak menerima kehamilannya
"Kalau kamu seperti ini sama saja menyakiti anak lo, lo gak kasihan sama dia?" bentak Audy kepada Adelle sambil menunjuk perut Adelle
Adelle menunduk mendengar nada tinggi dari Audy sambil terisak dengan tangisannya.
Audy meraih tangan Adelle dan mengarahkan tangan Adelle ke arah perutnya. " Lo harus terima dia, ada kehidupan disini lo harus jaga dia.." ungkap Audy
"Enggak..." Adelle menggelengkan kepalanya masih tak percaya, "Lo pasti bohongkan Au, gue gak hamil!" teriaknya
" Tapi kenyataannya sekarang di rahim lo ada anak lo!" tekan Audy dengan nada tegas
"Enggak mungkin .." Adelle kembali menitikkan airmatanya, tangis nya pin kembali pecah
Audy bangkit dan menarik Adelle itu masuk kedalam pelukannya. " Gue tahu ini berat bagi lo, tapi lo harus terima kenyataannya"
Setelah cukup lama menangis Adelle melonggarkan pelukannya terhadap Audy, " Gue takut Au" bisik Adelle agak tersendat-sendat lantaran terlalu banyak menangis
"Apa yang lo takutin?" tanya Audy
" Banyak, salah satunya apakah ayah anak ini mau terima dia?" Jawab Adelle
Audy melepaskan pelukannya dan menatap Adelle penuh tanya " gue mau tanya sama lo boleh?"
Adelle menganggukan kepala dan melihat Audy
"Siapa ayah anak ini? setahu gue lo menikah baru seminggu dan lo belum disentuh oleh suami lo!"
Adelle yang mendengar perkataan Audy pun mulai menangis lagi dirinya bagaikan disambar petir mengingat kembali kejadian yang terjadi pada dirinya. "Gueee di-peerkosa" dengan isakan tangis Adelle menjelaskan kepada Audy
Audy pun membulatkan matanya mendengar perkataan Adelle tidak menyangka sahabat sekaligus bosnya itu mengalami kejadian yang sangat menyakitkan." Siapa yang memperkosa lo? dimana kejadiannya?"
"Di Australia, Nicholas yang memperkosa gue"
"Oh God, pria yang menjadi suami mu yang memperkosa mu berarti kejadian waktu penandatanganan kerja sama?"
Adelle mengangguk sambil menangis," Iya dia ayah anak ini, tapi aku gak mau ketemu dia lagi Au, dia gak boleh tahu tentang kehamilan ini Au"
"lo gak boleh kayak gitu anak ini berhak tahu siapa ayahnya, lagian dia juga suami loh! oke kalau lo gak mau dia tahu sekarang tapi suatu saat lo harus kasih tahu tentang kehamilan lo!", gerutu Audy sebel melihat Adelle yang keras kepala
"Sekarang lo istirahat saja, karena Dokter Marisa suruh lo bedrest sampai janin lo kuat, pokok nya kamu jangan macam-macam harus ingat ada kehidupan disini"
Adelle pun menatap perutnya yang rata sambil mengelusnya "Maafkan Mommy nak, tadi tidak bisa menerimamu! Mommy takut nak tapi sekarang Mommy akan selalu ada untukmu nak akan selalu menjagamu dengan jiwa ragamu, maafkan mommy menjauhkan mu dari Daddymu karena mommy tahu pasti Daddymu tidak akan menerimamu. kita hidup berdua saja ya nak menjalani kehidupan ini!"
Dia tidak pernah mencintai Mommymu nak, dia menikahi mommy karena tuntutan tanggungjawab perbuatan nya kepada Mommy nak dan karena perjodohan. dan Daddymu juga sudah mempunyai orang yang dicintainya nak jadi kita harus kuat kedepannya. Sekarang cuma kamu yang Mommy punya." gumam Adella membathin
———————-
__ADS_1
Thor kembali lagi maafkan thor baru bangun dari tidur untuk up lagi di sini karena kemari kemarin terlalu sibuk di kantor dan kuliah yang sibuk dengan nyusun thesis. Dan sibuk di lapak sebelah maafkan ya readers kalau mencari cari .
Jadi kalau ada yang kangen sama kisah Adelle dan thor Kalian follow ig thor ya andiennabbas71 disana Kalian dapat berita up nya kapan dan spoiler kisah ini.