ADELLE - Revenge And True Love

ADELLE - Revenge And True Love
Chapter 5


__ADS_3

Aku merasa mataku begitu berat, kedua kelopak mataku seolah ditindih dengan batu merekat satu sama lain sulit untuk membuka ditambah lagi sakit dikepala ku mungkin akibat minum alkohol semalam, mengingat-ingat apa yang terakhir aku lakukan semalam .


Perlahan aku mulai dapat melihat sekelilingku aku melihat tanganku yang menjulur sejajar dengan mataku, aku belum menyadari dimana ini hingga ketika aku mencoba untuk menelentangkan badan kusadari sesuatu, Ya sesuatu


Kuharap aku sedang bermimpi aku sadar , aku telah sadar meskipun aku memejamkan mata menahan rasa nyeri di pangkal pahaku. aku sepenuhnya sadar tapi tak punya daya telapak tanganku *** selimut yang menutupi tubuhku. aku tahu tak ada yang kupakai lagi dibalik selimut ini.


Aku kesakitan sakit yang sangat dalam, tak dapat bergerak airmata mengalir tanpa isakan, mengalir dengan sendiri nya. sungguh air mata yang mengalir tanpa isakan adalah yang paling menyakitkan.


Ada derap langkah yang menghampiriku, Ya Tuhan tolong aku!! tiba-tiba saja ia sudah duduk di sampingku. semakin ku tarik selimut ini lelaki bastard ini mengulurkan tangannya hendak menyentuhku.


"Pergi!!! Apa yang kau lakukan semalam denganku kau tega, apa salah kU dengan mu!!" Ya tuhan tuhan mengapa sakit sekali terasa sangat nyeri di bagian itu . aku hanya berusaha duduk menghindari pria itu.


"Apa yang harus ditangisi sayang??? Keperawananmu tidak akan kembali " ungkap Christian sambil membelai rambut Adelle


Semakin banyak kukecupi rambutnya, semakin rapat isakan tangisannya, tangan Christian mulai menyusupi ke bagian depan tubuh Adelle, mencari dua bola padat yang menjadi mainan barunya sekarang. Tentu saja Adelle memberontak dia sadar sedang dalam keadaan genting, dan Christian mulai menginginkan lagi.


" Toooo...looo..ngg.. Jaaanggann "


Adelle berusahan menyingkirkan tangan Christian yang semakin kuat *** dadanya, tangisannya pecah, tanpa dihiraukan oleh Christian tangisan Adelle dia mengapit kedua kaki wanita itu yang dalam posisi miring dengan sebelah kakinya. Masih diremasi Payudara Adelle tanpa terpengaruh gerakannya sedikitpun. Dihisap tengkuk dan leher Adelle.


Jari Christian turun mencari bagian yang di nodai tadi malam, mengilik **** wanita ini tapi ia justru menangis.


"Aaaakk...Saaakiit..Jangaan sentuh..."


"Nanti akan enak sayang, semakin kamu menolak semakin aku bernafsu sayang, kamu lupa semalam kamu yang meminta tolong aku puaskan kamu" bisik Christian di telinga Adelle


Christian Membaringkan tubuhnya dan mulai **** Adelle, menjilati kemudian menghisap payudaranya. Adelle berusaha mendorong kepala Christian tapi Christian masih tetap dengan posisinya menguasai dada Adelle menghisap Payudara nya seperti bayi yang kerakusan.


"Aaaahh.." Desahan kecil lolos dari bibir Adelle

__ADS_1


"Ehmmm.. sayang aku anggap itu sinyal kesiapan darimu"


"Jangan lakukan lagi tolong..."


Christian tak peduli dengan permohonan Adelle, tubuhnya dan adelle masih sama-sama telanjang segera Christian memasuki ***** kenikmatan Adelle, "Rasanya sangat hangat dan rapat, nikmat sekali milikmu sayang"


Christian menghentak pinggang Adelle dan amblas semua junior Christian,lalu dia menggerakkan nain turun juniornya didalam ***** kenikmatan Adelle, Christian melihat Adelle menggigit bibir bawahnya erat-erat matanya terpejam dan air matanya meleleh.


Christian tidak peduli dengan air mata Adelle dan Christian tidak berhenti menghujam, semakin cepat ritme nya lebih cepat dan terasa semakin nikmat. Membuat tubuh Adelle menegang lalu ada kedutan yang memijat junior Christian.


"Ehmm sayang kamu menyukai orgasmemu???"


Lambat laun Adelle melemah, Adelle hanya berkedip pelan lemah kehabisan tenaga, lalu tubuh Adelle diputar oleh Christian. Christian melakukan dari belakang tangan Adelle yang lemah tak kuat menyangga membuat Adelle tersungkur di kasur dalam posisi menungging dan Christian tak henti memompanya dari belakang.


30 Menit berlalu, tubuh wanita ini hanya tersentak-sentak tak bertenaga saat semakin Christian tarik pingganya bersamaan dengan hujamannya. " Ini benar-benar nikmat, paling nikmat sepanjang hubungan intimku dengan gadis-gadis lain"


"Eeghhhhh....eaaakk..Aaaargghh.. aku keluar sayang kau sangat sempit sekali" teriak Christian yang tak peduli mengeluarkan sperma nya di dalam rahim Adelle.


Dirapatkan rengkuhan Christian pada tubuh adelle, dibelai rambut adelle, kukecup kenngnya lalu kusimpan kepalanya didadaku. Christian merasakan air mata adella membasahi dadanya.


"Maafkan aku wanitaku".


***************************


Pov Adelle


Aku terbangun dari tidurku tapi ia baru sadar ketika ada tangan kekar yang sedang menahan perutnya,akhirnya ia pun menyadari ia mengalami pemerkosaan , ia menyesal dan ingin menangis tapi ia harus lari dari kamar ini, ia tidak mau lagi dijadikan budak nafsu oleh pria bejat ini.


"Ahhh ssstt, sakit banget" desis Adelle itu pelan seakan tak mau membangunkan pria itu.

__ADS_1


"Aku harus keluar dari kamar ini" ucap adelle yang memungut pakaian nya di bawah lantai


Adelle berjalan mencari pintu keluar dengan pelan, menuju lobby ia mencari taksi untuk menuju mansionnya.


"Taksi" Ucap Adelle


"Kemana nona???"Tanya supir taksi itu


"ke , 95 Wamma Rd., Elizabeth West Mansion Albert David pak" jawab Adelle


Taksi pun melaju ketujuan itu dan didalam mobil itu di pinggir kaca jendela mobil Adelle menangisi dirinya yang sudah diperkosa oleh rekan bisnisnya yang baru dikenal


25 menit perjalanan dari Hotel ke mansionnya lalu berhentilah taksi itu di depan mansion mewah itu, Adelle langsung turun dari taksi itu setelah membayar ongkosnya.


saat dirinya berjalannya masuk kedalam mansionnya , langkahnya terhenti oleh panggilan Audy Sekretaris Pribadinya "Nona Adelle darimana saja anda ?? dari semalam saya dan anak buah anda mencari-cari anda"


"saya ada, sekarang saya mau sendiri tolong tinggalkan saya" ungkap Adelle meninggalkan Audy lalu menaiki tangga mansion nya menuju kamarnya


Clekk ... Adelle membuka pintu kamarnya lalu dia terduduk di pinggir tempat tidurnya sambil menangisi hidupnya yang sudah hancur "apalagi yang kupunya sekarang, Tuhan sungguh tidak adil kepadaku, mengapa dalam satu malam masa depannku hancur oleh pria bastard itu, apa yang akan kubilang dengan daddy aku sudah membuat nama baik nya hancur!!"


"Argghhh" Adelle mengacak rambutnya dan mengacak-acak tempat tidurnya lalu membanting semua nya.


"Aku kootttooor Ya tuhan tolong aku Tuhan.." lirih Adelle sambi menangis


Adelle pun lelah menangis sedari tadi dia pun akhirnya bangun dari duduknya dak pergi masuk ke dalam kamar mandinya untuk mendinginkan pikirannya, butuh waktu agak lama bagi Adelle memahami keadaan ini, masih lama terdiam hingga diputuskan untuk membuka semua pakaiannya. menyalakan Shower kemudian menangis sejadi-jadinya tak peduli jika ada yang medengar tangisannya.


Adelle membersihkan tubuhnya yang kini memiliki banyak tanda merah, "aku benci, jijik sekali dengan tanda ini" adelle menyabuni tubuhnya dengan kasar dibasuhnya disabun lagi hingga entah sudah berapa kali terulang. dan yang paling dibenci nya harus membersihkan bagian yang sakit itu.


Adelle keluar dari kamar mandi dan menyapukan pandangan ke seluruh ruangan. lalu adelle menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya yang berukuran king size, dia merasa tubuh ini lelah lalu dia memejamkan matanya.

__ADS_1


Dia berharap ketika dia membukakan mata nya lagi ini hanya mimpi buruk saja dan bukan kenyataan yang harus dia alami seumur hidupnya.


__ADS_2