
*Aku berharap tidak akan kecewa lagi seperti yang sudah sudah, dan semoga saja kamu menyukai kado dari ku*, batin Sobana sambil memegang kotak merah berbentuk hati ,kalung berliontin huruh S dan A yang sudah dia siapkan jauh jauh hari,
Hari ini Soban akan pergi ke jawa,sebelum pergi Sobana berpamitan ke dua orang tuanya ,
selesa makan..
" Mi, aku berangkat sekarang Ya " kata Sobana sambil berdiri dari kursinya
" Kamu mau ke Jawa sekarang kak ?" tanya Mami iin kepada anak sulungnya,
" kapan Kamu mau bawa Anna ke jakarta, Papi udah ngak sabar mau lihat dia " kata Bagas antusias
" Lulus Smp Aku akan bawa dia ke jakarta Pi, kalau Dia nya mau, Papi tau sendiri lah Dia anaknya gimana
" kata Sobana sambil memasukkan hpnya kedalam saku celana nya,
" Kak , loe suka sama Anak Smp, ? seumuran sama Gue apa ngak salah hahahah " tanya Shakir ,adik laki laki Sobana yang masih duduk dibangku SMP kelas 3 ,
" apa nya yang salah..?" tanya Sobana sambil melotot tajam ke shakir , dwngan cepat shakir pun langsung geleng geleng kepala nya,
Disisi lain Nandar dan teman temannya yang sedang duduk di kantin sekolah mereka
" Gila ya loe, deket sama siapa pacarannya sama siapa..? memang loe tu ya fakboy banget dah hahah " kata Riski sambil menepuk bahu Nandar
" iya tau loh, jadi kasian gue sama tu cewe cuman jadi pelarian loe doang " saut Jamal
" diam deh kalian, berinsik amat kayak ayam mau bertelor aja " kata Nandar sambil menatap kedua sahabat nya kesal,
tidak bisa di pungkiri didalam lubuk hatinya yang paling dalam Nandar pun merasa aneh, dia bingung dengan hatinya, disatu sisi Nandar menyukai Sasha karena Cantik dan juga pintar di sisi lain dia juga menyukai keberadaan Anna di hidupnya, Nandar merasa nyaman di dekat Anna,
Nandar mulai gelisah Dari kemarin Anna tidak menggabarinya,
sedang apa ya dia sekarang , batin Nandar
" woi tanggal berapa sekarang ?" tanya Nandar kepada ke dua sahabatnya itu, sekilas jamal melihat kalender di hp
__ADS_1
" tanggal 23 juni kenapa loe ?" tanya Jamal, melihat Nandar yang nampak terkejut jamal pun bingung sendiri,
" astaga gue lupa hari ini Anna ulang tahun, habis pulang sekolah temenin gue cari kado yok " ajak Nandar kepada ke dua sahabatnya ,
Jamal dan Riski terkejut, ngak salah emang, mereka dibuat pusing sendiri dengan sikap Sahabatnya ini,
" Loe mau kado dia apa an ?" tanya Riski kepada Nandar sambil makan snak nya,
" tau nih aku bingung " jawab Nandar sambil menyusup es teh nya,
" kado B* sama C* aja hahaha " kata Jamal dwngan polosnya, Nandar membelalakan Matanya
BUGGHH Nandar menonjok lengan Jamal
" mana gua tau ukurannya Peak " jawabnya
" wah jadi loe belum sentuh dia ? gila man , apa dia kurang menarik hahaha " kata Riski lalu mereka ketawa bersama
sementara disekolah Anna....
Anna dan Ines masih setia dengan buku pelajarannya duduk di dalam kelas, Anna engan keluar dari kelasnya s3jak dari tadi pagi s3mua teman teman di kelasnya mendiamkan nya , bahkan Ines sahabat Anna sendiri pun dari tadi tidak berbicara sama sekali , Anna dibuat bingung dan sedih sekaligus,
hari ini dia ulang tahunkan , kenapa tidak ada yang mengucapkan selaamat kepadanya, apa mereka semua lupa atau ahhhh sudah lah buat Apa aku pusingkan,
Anna mendengus kasar menatap Ines yang fokus ke bukunya dan mendiamkannya begitu saja, rasanya Anna ingin menangis sekarang semua temannya tidak mengingat ulang tahunna,
'' tenang Anna kamu pasti bisa , tarik nafas buang..tarik nafas buang ...huh.. ! '' batin Anna menyemangati dirinya sendiri, Anna menengelamkan kepalanya di kedua tumpuan tangannya dan tertidur...
Disinii sekarang Sobana berada di toko tempat Anna kerja, Sobana ingin memberikan sedikit kejutan buat Anna, dari semalam Sobana sudah memberi perintah ke teman dekat Anna , setelah persiapan sudah selesai 100 % Sobana langsung meluncur ke sekolah Anna,
sepertinya Anna tidak menyadari kedatangan Pak Slamet sudah masuk kedalam kelas, Pak Slamet pun di buat terkejut, Anna yang murit pintar dan rajin tidak seperti biasanya, '' HEEM '' deheman Pak Selamat membangunkan Anna , Anna nampak terkejut
Ahhh sudah berapa lama nih aku tidur, ines juga kenapa ngak bangunin aku sih, ih sebel deh kenapa sih kok mereka pada aneh hari ini, batin Anna sambil menatap ines
'' Anna sekarang kamu keluar dari kelas sekarang '' kata Pak Slamet sambil menunjuk ke arah pintu kelas,
__ADS_1
Anna membulatkan matanya untuk pertama kalinya Anna disuruh keluar kelas saat pelajaran di mulai , Anna berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke luar kelas,
entahlah Dia harus kemana disaat jam begini, ke kantin ngak mungkin pasti kenan nasehat dari bu kantin ke perpus apalagi, bisa bisa sampai subuh deh dia di ceramahin Pak gatot penjaga perpus, Anna terus berjalan menggelilingi area sekolahnya, entah kenapa kakinya terus melangkah ke arah gedung musik yang ada di sebelah gedung sekolahnya,
tanpa permisi Anna masuk kedalam ruangan musik, Pak Aby dan Heri yang sedang membersihkan alat alat musik di pojokan ruangan pun tidak menyadari kedatangan Anna disana
Anna mendudukkan dirinya di kursi piano, jari jari lentiknya mulai menekan note note lagu, membuat Pak Aby dan Heri menoleh ke belakang mereka,
'' astaga Anna kamu , bikin saya terkejut, saya kira hantu mana yang bermain piano ternyata kamu'' kata Pak Abu sambil mendekat ke Anna,
tapi yang di ajak bicara asik sendiri dengan lamunanya dan terus melanjutkan lagunya
Tu safar mera , hai tu Hi Meri Manzil
Tere Bina Guzara , Ae Dil Hai Mushkil
Tu Mera Khuda , Tu Hi Duaa Mein shaamil
Tere Bina Guzara , Ae Dil Hai Mushkil
Anna menynyi dengan sepenuh hati , penghayatannya membuat bulir air matanya tak kuasa terjatuh membasahi pipinya , Heri yang menyadari bahwa temannya ini suasana hatinya sedang tidak baik baik saja , Heri berjalan mendekati Pak Aby yang sedang memandangi Anna penuh tanda tanya,
'' mungkin dia lagi galau kak, biarkan saja dia begitu, '' kata Heri sambil menepuk pelan punmggung Pak Aby ( sepupu Heri ) sekilas Aby melirik ke arah Heri yang sedang memandangi Anna dengan penuh cinta,
Mujhe Aazmaati Hai Teri kami
Meri Har Kami Ko Hai To Laazmi
Junoon Hai Mera Banoon Main Tere Qaabil
Tere Bina Guzaara , Ai Dil Hai Mushkil
Jari jari Anna terus berselancar di piano itu belum juga menyadari bahwa sedari tadi dua mahluk laki laki itu terus menatap nya, air matanya lolos begitu saja,
Apa begini rasanya tidak di angap, fikir Anna
Aby dan Heri terus mematung di tempatnya, ada rasa kasian melihat gadis di depannya itu mencoba menghibur dirinya sendiri
Apa kamu merasa sangat sakit kita semua mendiamkanmu begini, rasanya Aku tak rela air matamu itu menggalir lebih banyak lagi,batin Heri
__ADS_1
Maafkan saya Anna, saya tidak bisa berbuat apa apa,kalau saja laki laki Gi** itu tidak mengancam saya, detik ini jug saya akan memelukmu untuk menenagkanmu, Batin Pak Aby
mereka berdua berdiam diri saja lebih memilih untuk menikmati suara merdua Anna,