AKU, KAMU DAN SIKAPMU

AKU, KAMU DAN SIKAPMU
permintaan maaf


__ADS_3

"ya ampun ni cowok ganteng sebenernya, tapi enggak enggak Vin. elo enggak boleh suka sama itu cowok enggak punya hati. fikir Vini membuang semua lamunannya tentang Angga.


misi Tania dan sandi pun akan segera dimulai.


" Vin, elo liatin apa? tanya Tania sembari mengambil dompet didalam tas vini yang sangat kebetulan berada ditengah² mereka.


" enggak ada Tan, elo mau pesan apa?


" em gue pesan jus mangga aja ya, gue enggak selara makan ni gara2 masalah gue tadi. ujar Tania dengan wajah yang cemberut.


" emang gimana si Tan orangtua elo bisa berantem kayak gitu? Vini menatap Tania dengan wajah iba dengan sahabatnya itu.


" jadi gini Vin ujar Tania menceritakan semua yang terjadi dengan orangtuanya.


" yang sabar ya Tan. elokan ada gue, gue bakalan selalu ada buat elo.


" makasih ya Vin, sembari memeluk Vini


" udah elo enggak usah sedih lagi.


beberapa menit kemudian makanan yang Vini dan Tania sampai dan segera melahapnya.


" Vin gue ke toilet dulu ya, Tania mengambil tas dan pergi ke toilet. tanpa disadari Vini Tania telah membawa dompetnya.


" iya Tan, jangan lama² ya.


" oke vinia yang paling cuantik sejagat raya.


Tania segera mengetik pesan dan mengirimnya pada sandi bahwa ia telah memulai rencananya.


" san gue udah ditoilet ni dan elo bantuin gue keluar dari restoran ini.


" oke tan elo tunggu dipintu belakang, gue bakalan segera kesana.


Tania menunggu dengan kesal karena sandi tak kunjung datang dan ia cukup lama menunggu. kesabaran Tania seakan sudah habis, ia terus menggerutu sandi. " lama banget si ni anak, pengel ni kaki model gue. tak berselang lama sandi pun datang " Tan, sorry ya lama. Tania tidak menjawab dan ia memasang wajah seperti monster dan dengan segera mendapat cengiran kuda dari sandi.


" Tan elo udah ngabarin Vini kalo elo pulang? tanya sandi

__ADS_1


" oh iya lupa gue kan, bentar gue chat dulu vini.


🌸Vin maaf gue pulang duluan ya perut gue mules banget. 🌸 udah dan ayok pulang.


Vini membaca pesan dari Tania " yah ni anak kenapa enggak tunggu gue aja dulu. Vini segera berdiri dan pergi menuju kasir


" mbak saya mau bayar


" meja no berapa mbak, ujar pelayan restoran


" meja no 25 mbak.


" totalnya Rp 345.000 mbak.


" sebentar ya mbak, Vini membuka tasnya dan mencari dompetnya namun tidak ada. dimana dompet gue perasaan tadi gue masukin ujar Vini yang kebingungan.


" gimana mbak mau bayar pakai apa tunai, debit atau kredit ujar pelayan yang telah menunggu lama


" gini mbak dompet saya ketinggalan dirumah, apa saya bisa pulang sebentar dan mengambil dompet saya.


" enggak bisa Mbak, kalo enggak punya uang enggak usah makan disini.


mendengar bunyi kebisingan didekat mejanya, Rian segara melihat dan ia terkejut melihat Vini sedang berdebat dengan seorang kasir.


" nga liat de. itu bukannya cewek yang nabrak elo kemarin, ujar Rian dan Angga mengangkat kepalanya sembari mencari keberadaan gadis itu.


" oh iya, ujar Angga datar


" kayaknya tu cewek lagi kena masalah de. elo enggak mau tolongin kasian tau


" kenapa harus gue. elo aja sana kalo mau tolongin. Angga berdiri dan pergi menuju kasir tanpa menunggu jawaban dari Rian.


" tungguin gue es batu teriak Rian mengejar Angga


dikasir tanpa diduga oleh rian, Angga menyodorkan sebuah kartu kepada kasir


" mbak, saya mau bayar dan meja saya no 15

__ADS_1


" sebentar ya mas. totalnya Rp 278.000 mas.


" ini kartunya sekalian sama ni anak menunjuk Vini yang terdiam malu kepada Angga.


sedang kan Rian kaget dengan yang dilakukan oleh Angga karena sebelumnya Angga menolak menolong Gadis itu.


" ini mas kartunya. terimakasih dan sampai jumpa kembali ujar pelayan tersebut dengan ramah dan senyum yang sangat manis.


Angga hanya membalasnya dengan senyum dan segera pergi dari tempat tersebut. Vini masih terdiam ditempat dan melihat punggung Angga yang mulai menghilang.


" terimakasih mbak ujar Vini dan segera oergid Ari tempat tersebut mengejar Angga dan beruntungnya Angga masih diparkiran bersama Rian.


" Tunggguuuuuuuu mas tunggu ujar vinia. dan Angga segera berhenti melihat siapa yang berteriak


" elo, kenapa?


" makasih ya mas ntar gue balikin uangnya


" enggak usah, jawab Angga dingin


Vini terdiam dan bingung harus bagaimana, pertanyaan muncul didalam otaknya


" gue minta maaf, ujar Vini dengan ketakutannya


" untuk apa?


" masalah kemarin gue minta maaf, dengan wajah memelas


" oh itu, ya udah enggak papa, masih dengan wajah biasa saja


" gue vinia angelista ujar Vini menyodorkan tangannya namun tidak ada sahutan dari Angga namun justru Rian dengan cepat menyambut tangan Vini dan Angga hanya berdecak kesal melihat tangan Rian.


" gue Rian, Sahabatnya Angga


" oh gue vinia bisa di panggil Vini, sambil menarik tangan nya dan menyodorkan ke Angga


" gue Angga. tanpa menyambut tangan Vini.

__ADS_1


ni cowok ya ngeselin Masa tangan cantik gini enggak dipegang.


__ADS_2