Aku Bukan Penggantinya

Aku Bukan Penggantinya
ep 15 ketika bunga itu mekar


__ADS_3

dirumah Tuan Hendri


diwaktu pagi


" kapan kamu perkenalkan calon istri kamu " ujar nenek sambil membaca koran ..."


" tidak usah khawatir , nenek pasti suka dengan wanita yang akan saya nikahi .." ujar dengan cetus ...


" hari semakin mendekati kenapa kamu belum bawa pulang agar nenek lihat " dengan maksud curiga ..


" kenapa, neneka tidak percaya kalau aku akan menikah " dengan nada kesal


" nenek tahu , betapa liciknya kamu ..bisa saja kamu membohongi nenek .." jangan-jangan wanita yang akan kamu nikahi cuman hanya kontrak..tidak benar-benar karena cinta ..."


" nenek , ga usah khawatir , itu tidak akan terjadi ..dengan nada ngejek ...


" jadi apakah semua sudah siap , undangan dan resepsinya ...? tanya nenek


" sudah nenek, tidak perlu khawatir ..semua sudah di urus dengan baik .." ukar aku dengan santai ...


" Bagus , nenek tinggal tinggu waktinya saja , hari ini kamu akan ke kantor ? ..tanya nenek


" iya , sudah beberapa hari ini tidak kekantor cabang , aku ingin melihat perkembangan disana ? ..sambil siap-siap dan bangkit berdiri ...


" ayok , asisten jo ..kita berangkat "

__ADS_1


di kantor


kring ..kring ..kring ..


hallo , grace aku ga masuk kerja ? kamu sakit ? dengan nada khawatir ..


" Lin, hari ini keputusan pengandilan kasus perceraian mama aku dan papa ...bagaimana , aku bener-benar takut ...


" ga usah takut, hadapi karena memang ini semua harus dihadapi ..grace ..kamu ngerti ?


" iya aku tau , tapi saat aku lihat mama yang sedih , rasanya hati aku sangat sakit , kenapa papa bisa menyakiti hati mama seperti ini ..aku ga habis pikir...Lin ...terdengar nada yang bergetar ..


" kamu harus kuat grace , karena mama kamu butuh kamu disampingnya , kamu harus memberi kekuatan untuk mama kamu , kalau kamu lemah bagaimana mama kamu bisa bertahan, kamu harus kuat grace ..


" terimakasih Lin, tanpa kamu kayaknya aku ga tau mau gimana??ujar grace


tut..tut..tut..( nada telepon ditutup )


waktu menuju jam 12 siang ..


aku malas makan di kantor kantin , pengan makan mie instan diswalayan aja...


sambil jalan keluar , aku menuju diswalayn yang di tekongan simpang jalan didepan kantor saya ...


saat aku duduk di menunggu mie nya lembek ...tiba-tiba aku dikejutkan satu sosok pria tinggi dengan jas yang elegan ...berdiri didepan aku ..

__ADS_1


" aahhh..." sambil terkejut dengan suara getar-getar ...


" ko..ko..kok...Pak Hendri aa...daaa..disini ..?


" memang nya aku tidak boleh disini ???? sahut Pak Hendri


dengan santai pak hendri duduk di kursi depan saya dan mengambil mie yang ada ditangan saya ...dan memakannya ..


dengan sekejam aku melongoh dan diam , dalam hati ku " sebenarnya apa yang Pak Hendri lakukan sebenarnya ,kenapa dia mengambil makanan saya "


tiba-tiba saya dikejutkan dengan suara ....


" weiii....kenapa nona Lina diam saja ? ..."


suara yang lembut tetapi tegas ..."


sentak terkejut dan aku melihat mie instan aku sudah habis setengahnya..dan aku langsung tersadar ....


" kenapa Pak Hendri mengambil makanan orang lain ? sahut aku dengan cetus "


" karena dari tadi aku lihat kamu hanya melamun ,jadi menurut aku sayang dengan banget dengan mie kalau dibiarkan saja " dengan gaya yang sok kenal sok dekat ...


" what...??? memang ga jelas ini orang dalam hati ku ..." sambil berdiri dan masuk ke swalayan tersebut dan aku mengambil 1 lagi mie instan dan mau ku seduh dengan air panas ..


tiba-tiba ada tangan menarik tangan ku dan membawa aku keluar dan saat aku lihat ternyata itu Pak Hendri ..

__ADS_1


tapi kenapa aku diam saja saat di tarik dan kaki aku ikut melangkah dengan nurut sampai didepan mobil , Pak hendri membukakan pintu mobil dan memaksa aku duduk ..seketika mobil itu melaju ...


__ADS_2