Aku Bukan Penggantinya

Aku Bukan Penggantinya
ep 19 sesulit apapun harus dijalani ...


__ADS_3

kediaman nyonya bernad


" nyonya ..ini data tentang nona yang akan dinikahi oleh Tuan Hendri ..."


" namanya Lina Laksana ,ortuanya bernama Anyo Laksana dan meilina Dwita ..dia punya saudara bernama Lisa Laksana , keseharian dia bekerja di perusahaan percetakan dan sudah bekerja selama 5 tahun ini ..dia bisa termaksud karyawan yang rajin ..tapi baru-baru ini perusahaan nya mengalami akusisi dan di ambil ahli oleh Tuan Hendri ..dan menjadi salah satu anak cabang perusahan dari Tuan Hendri ...


" sebentar " sahut nyonya bernad ...


" apa Hendri berjumpa dengan wanita ini do perusahaan " dan mereka menjalin cinta ???"""


" saya kurang jelas nyonya ..tapi ada hal yang aneh ..Tuan Hendri jarang pergi keperusahaan percetakan ini .."


Tuan lebih banyak dikantor pusat ...saya meragukan kalau mereka berpacaran untuk saat ini ...


" apa maksud kamu " cetus nyonya bernad...


" dari pertemuan terakhir kali diresto terkenal ,saya tidak melihat kalau Tuan hendri berjumpa lagi dengan nona ini ..."


" Tapi ..." dengan nada ragu-ragu ...


" tapi apa" ...tanya nyonya bernad dengan tegas..


" nona Cecilia sudah kembali ke kota ini ...."


tersentak nyonya bernad dengan melihat ke sekretaris mega...


" apa kata kamu mega...Cecilia kembali " kenapa bisa kembali ..bukan sudah sepakat kalau dia tidak akan kembali lagi.."

__ADS_1


" tidak bisa di biarkan ...apa hendri tau kalau cecilia kembali " ujar nyonya bernad dengan gelisa..."


" seharusnya tau , karena perusahaan percetakan yang nona Lina kerja ,..mereka yang akan mencetak buku yang akan diterbitkan oleh nona Cecilia .." jelas sekretaris mega ..


" apa..kenapa begitu kebetulan ..? tidak bisa dibiarkan .." aku harus tanya hendri dan mendesak hendri untuk segera menikah ...dengan bergegas nyonya bernad berjalan keluar dan menuju kemobil ...


" antar aku ke tempat Hendri " berbicara kepada supir ...


" baik nyonya" sahut supir sambil menyalakan mesin mobl...


di kediaman Hendri


" Tuan , tinggal 1 hari lagi tuan akan menikah .." apa Tuan tidak mau mencari tau seperti apa anak Tuan anto .." sahut asisten Jo ...


" untuk apa , bukan ini hanya kesepatan , buat apa mencari tau ?...jawab dengan santai


" tidak.." asisten Jo apa kamu lagi tidak ada kerjaa ..? sambil melihat kearah asisten Jo


" ada Tuan " ujar asisten Jo


" kalau ada kenapa kamu begitu repot ngurus hal yang ga penting , bagaimana nanti meeting ..apa semua sudah beres ..." sambil berdiri berjalan keluar siap-siap untuk berangkat kerja ..


Tiba-tiba ada mobil menghampiri dan berhenti ...


turun nyonya bernad yang tidak lain adalah nenek Tuan Hendri ...


" pagi banget datangnya nek..." sahut Hendri..

__ADS_1


" ada hal yang mau nenek bicarakan " cepat masuk ...nyonya bernad jalan masuk kedalam rumah...


" ada apa pagi-pagi nenek datang " nada yang santai


" siapa calon wanita yang akan kamu nikahi ?" tanya dengan tegas ..


" untuk apa nenek mau tau , apa nenek tidak sabar tinggal 1 hari lagi ..nenek kan jumpa dengan cucu menantu nenek .." bicara dengan nada jelek ...


" kamu masih ingin berbohong dengan nenek " nenek tau kalau Cecilia sudah kembali kesini ..." dengan nada emosi


tersentak kaget hendri melihat nenek dengan serius ..


" apa sampai sekarang nenek masih selalu membuntuti aku , ??....nada yang kesal ...


" nenek tidak mau kamu bohongi lagi " siapa wanita yang akan kamu nikahi .."


" nenek tidak percaya sama aku ?..." nada yang lebih tinggi ...


" nenek tidak mau kamu salah langkah Hendri , kamu tau itu ...tegas nenek


" nenek aku tau batas mana yang boleh ..mana yang tidak boleh ..selama ini aku selalu menurut dengan nenek..apa masih kurang untuk membuat nenek percaya .."


" nenek tidak mau basa basi ..nenek hanya mau tau siapa wanita yang akan kamu nikahi lusa ..? ..tegas


" nek..akan lihat sendiri siapa yang akan saya nikahi lusa..nenek tidak usah khawatir . ..yang jelas nya bukan Cecilia ..nenek tidak usah khawatir ... sambil berjalan kearah luar dan meninggalkan rumah ...


" memang keras kepala.." ujar nyonya bernad ( nenek Hendri )

__ADS_1


__ADS_2