
Kesunyian pun datang dan Jack mengendarai mobilnya dengan muka yang masam, " Jack, bau cuka ini begitu menyengat dan menusuk dadaku, tidakkah kau menciumnya..???" gurauku ke Jack. Jack mulai meredam amarahnya dan kembali tersenyum, " honey.., boleh kah aku yang mengantarmu berangkat ke kota "$", aku hanya ingin lebih lama bersamamu, setelah ini kamu akan bersama suamimu dan aku tak bisa melihatmu untuk beberapa hari." pinta Jack dengan penuh harap, aku tak kuasa melihat raut wajah Jack yang memelas dan begitu manis, aku pun mengiyakan permintaan Jack untuk mengantarku. sesampainya di rumah aku bersiap-siap dan mengemas barang ku, Jack menungguku di ruang tamu dan aku menghampiri nya, " Jack aku telah selesai berkemas, dan semua barang-barang ku sudah siap..!!!" ujar ku, Jack berdiri dari tempat duduknya dan menghampiriku, " aku akan membawanya ke mobil dan kamu bersiaplah untuk mandi." tutur Jack lembut, Jack membawa koper ku ke mobil dan akupun bergegas untuk mandi, dan lagi-lagi hal yang membuatku tak bisa lari dari Jack, dia menghampiri ku ke kamar mandi dan hampir saja membuatku jantungan, " honey.., i Will missing you so much, i love you damn much honey." bisik Jack sambil membasuh tubuhku dengan cintanya, " Jack, jangan terlalu lama, aku takut nanti terlalu malam sampai di kota "$", dan ini sungguh membuatku tak berdaya,." ungkapku ke Jack sambil menahan rasa yang menakjubkan ini, dan Jack semakin kuat dan membuatku semakin menjerit, aku menjerit dan mendesah, " ja..c..k..k..!!" jeritku,aku tahu apa yang dipikirkan oleh Jack rasa cemburu membuatnya semakin ganas dan ganas lagi, aku tidak bisa terus-terusan memprovokasi nya atau aku sendiri yang akan kesusahan, yang bisa aku lakukan hanya pasrah dan menyerahkan tubuhku kepada Jack dengan suka rela, aku sadar apa yang aku lakukan ini salah, dan ini tak seharusnya aku lakukan, aku telah mengkhianati cinta dan kepercayaan suamiku, namun aku juga tak bisa menahan diriku dan nafsu ku, pikiran-pikiran liar ku yang berkembang dan tumbuh menjadi pohon yang rindang, namun positifnya aku berhenti mencari lelaki- lelaki yang tak jelas asal-usulnya, aku memblokir dan menghapus semua nomer pacar-pacar ku yang dulu, dan hanya menyisakan Jack, mungkin aku sudah mulai terpuaskan, dengan adanya Jack dan suamiku, dan aku pun tak tahu kapankah aku akan mengakhirinya. Jack mengantarku hingga terminal bus, karena kami tak ingin membuat suamiku curiga, jadi aku pun bilang ke suamiku untuk menjemput ku setengah jam lebih telat dari kedatanganku, aku tahu bahwa ia tidak akan datang rapat waktu, dan itu sudah kebiasaan suamiku, aku turun dari mobil Jack dan menunggu suamiku datang, dan Jack mengendarai mobilnya menjauh dariku namun tetap mengawasi ku dari kejauhan, dua orang lelakiku memiliki sifat yang sangat berbeda, namun, mereka menjadi pelengkap atas kekurangan satu sama lain, tak berapa lama suamiku pun datang, dan dia langsung memelukku erat, " sayang, kenapa kamu repot-repot untuk datang kemari, dan juga kenapa tidak besok saja, kamu pasti lelah, setelah seharian bekerja,..??" Omelan, ini yang terkadang membuatku terhanyut dalam cintanya, karena hal seperti ini sangat jarang terjadi, " its ok sayang, aku nggak capek kok, aku kangen sama kamu, makanya aku langsung kemari, i miss you damn much..!" bisik ku sambil menggoda suamiku.