
Aku Tachibana Yuki, seorang Bishounen, dan sekaligus murid kelas 3 SMA yang bisa dibilang salah satu murid yang populer dalam hal baik maupun buruk.
Aku memiliki kehidupan sehari-hari yang biasa saja mungkin bisa dibilang hampir sama dengan yang lainnya. Tapi hal yang berbeda mungkin karena aku mulai hidup sendirian.
******
Tachibana Yuki, Selain orang tua dia juga mempunyai seorang kakak perempuan. Akan tetapi saat Tachibana Yuki berumur 3 Tahun, kedua Orang Tua nya sekaligus Kakak Perempuan nya meninggal karena sebuah kecelakaan.
Lalu dia dirawat oleh Kakek nya tapi saat Tachibana Yuki, berumur 13 Tahun Kakek nya meninggal karena usia yang sudah sangat tua.
Tidak ada kerabat yang dia tahu atau mengunjungi, Tachibana Yuki memutuskan untuk pergi dari kampung halaman dan mulai kehidupan yang baru seorang diri.
******
Berbaring begitu lama tanpa melakukan apa-apa, membuatku teringat masa lalu, ya tidak ada gunanya mengingat itu karena sudah bertahun-tahun lamanya.
Mungkin aku seharusnya bersiap untuk bekerja, oh tidak mungkin aku akan berbaring sedikit lama lagi.
Biarkan aku berpikir, mungkin sebaiknya aku harus berhenti bekerja, lagipula tabungan yang sudah aku kumpulkan selama ini mungkin sudah cukup.
Tapi jika itu tidak cukup, mungkin aku akan mencari pekerjaan yang lebih mudah dengan mengandalkan wajah yang kumiliki dengan bekerja sebagai pacar sewaan.
Oh sial, hal bodoh apa yang sedang aku pikirkan.
Tanpa sadar Tachibana Yuki, berbaring begitu lama dan tenggelam dalam pikirannya, mulai menutup mata dan tertidur.
Ting Tong-, Ting Tong-, Ting Tong-.
Seketika aku langsung terbangun dari tidur ku yang sangat singkat saat terdengar beberapa kali suara bel yang keras sudah mulai mereda.
__ADS_1
"Ya, ya! Siapa Itu? Saya Segera Datang!"
Aku tidak tahu siapa yang datang, bahkan aku tidak pernah mendapatkan seorang pengunjung.
Karena tempat tinggal Tachibana yang kecil, itu tidak membutuhkan waktu lama hingga sampai pintu masuk.
Ketika aku membuka pintu itu dan langsung dihadapkan dengan wajah seorang pengunjung.
Pengunjung tersebut adalah seorang wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat Dewasa, dan juga dia memiliki rambut hitam yang Indah dan tidak terlalu panjang yang diikat kesamping. Dan Mata nya yang berwarna Orange itu sangat Indah ini pertama kalinya saya melihatnya kesampingkan itu, dia adalah wanita tercantik yang pernah saya lihat.
Seketika aku langsung terdiam karena melihat kecantikan dengan aura dewasa yang terpancar dari dirinya.
"Ara, Selamat Siang, Apa kamu baik-baik saja?"
Setelah beberapa saat terdiam akan pesona dewasa yang dia miliki Tachibana Yuki langsung tersadar, meskipun begitu dia malu untuk menatapnya jadi dia memilih tidak menatapnya dan untuk menunduk.
"Ya ya, saya baik-baik saja!"
"Ya itu saya, apakah ada yang bisa saya bantu?
"Akhirnya aku bertemu dengan mu"
Aku tidak tahu darimana dia mengetahui namaku dan apa yang dia maksud dengan akhirnya bertemu, aku bahkan tidak ingat pernah bertemu dengannya.
"Apakah kamu sedang berpikir tentang bagaimana aku mengenal Yuki-kun?"
Aku tidak tahu bagaimana harus menjawab jadi aku hanya menjawab dengan mengangguk.
"Ara-Ara, jika Yuki-kun penasaran, bagaimana jika kita membicarakannya di suatu tempat?."
__ADS_1
Tidak tahu kenapa seketika aku ingin menerima undangan darinya untuk berbicara, tapi setelah aku melihat jam sudah saatnya aku harus pergi bekerja.
Aku tidak tahu bagaimana cara menolaknya, jadi untuk sementara aku memilih untuk diam.
"Kenapa diam saja, apakah Yuki-kun sedang sibuk?"
"Ya, saya harus pergi bekerja!"
"Ara-Ara, bisakah Yuki-kun meluangkan waktu untuk hari ini saja ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan?"
Aku sangat penasaran bagaimana dia mengetahui tentang diriku, jadi sebaiknya aku menerima undangannya untuk berbicara.
"Baiklah, lalu bisakah saya berganti pakaian terlebih dahulu?"
Ya aku harus berganti pakaian, tidak mungkin aku berjalan dengan wanita secantik dia dengan pakaian seperti ini.
"Itu tidak perlu Yuki-kun sudah terlihat sangat bagus hanya dengan pakaian seperti itu."
Seketika aku menjadi lebih malu dari sebelumnya, bukan berarti aku tidak pernah mendapatkan pujian, tapi ini pertama kalinya ada wanita secantik dia mengatakan itu padaku.
"Ara-Ara, Yuki-kun wajahmu memerah apakah kamu sedang tersipu malu?"
" Ya, i-itu...."
Aku tidak menyangka dia begitu peka.
"Ara-Ara, Yuki-kun sangat manis saat sedang malu!.
"Jadi bisakah kita pergi sekarang?."
__ADS_1
"Sepertinya Yuki-kun sedang mengalihkan pembicaraan, baiklah aku akan berhenti menggoda untuk sementara, kalo begitu ayo kita pergi."
Apa yang dia maksud berhenti sementara, apakah dia akan menggoda ku lagi tapi memikirkan itu tidak ada gunanya, jadi setelah mengunci pintu aku mulai mengikutinya dan masuk ke dalam sebuah mobil.