
Setelah lulus sekolah aku diajak oleh Kaka iparku ke Jakarta untuk bekerja, karna ijazahku belum keluar aku sempet menolak takut lama menganggur dan jadi merepotkan Kaka iparku ini.
hampir satu bulan aku menganggur informasi dari temen mbak Dian yang katanya ada lowongan pekerjaan ditempatnya bekerjapun, hasilnya zonk, Mba Dian ini nama Kaka iparku.
aku yang udah semangat sebelum pergi kejakarta karna bakal dapet pekerjaan dipabrik pembuat obat udah seneng, bahkan ada banyak temen seangkatanku minta diajak bekerja bareng.
"sar ajak aku juga dong kerja dipabrik obat" kata April temenku
"iyaa, insha Allah yaa, kalo ada kabar lagi" aku cukup menjawabnya begitu
Alhamdulillah, akhirnya ijazahku keluar jugaa dan udah sampai ditempat kakakku yang ada di Jakarta Utara, aku tinggal ngambil terus bikin surat lamaran, setelah itu taruh ditempat yang emang lagi membutuhkan karyawan.
Aku sudah tidak lagi berharap sama lowongan pekerjaan yang dipabrik obat itu, karena emang nggak ada kejelasan sama sekali, mba Dianpun nggak ngomong apa-apa soal lowongan pekerjaan tersebut.
__ADS_1
"permisi pak, ada lowongan pekerjaan nggak ya?" tanyaku menanyakan loker kepada admin di toko bangunan
"maaf, lagi nggak ada lowongan kak" jawabnya sopan
aku mengucapkan terimakasih lalu pergi, begitu kalo keluar pasti lihat lihat jalan siapa tau ada brosur lowongan pekerjaan yang ditempel di dinding-dinding ruko.
Udah ada banyak lamaran pekerjaan yang aku taruh diberbagai tempat, ada yang diapotik, ditempat fotocopy dan tempat lainnya tapi hasilnya nihil nggak ada panggilan sama sekali dari tempat tersebut, capek, hampir nyerah jugaa tapi aku juga nggak bisa seperti seperti ini terus, nggak bisa selamanya menumpang ditempat Kaka iparku ini,nggak enak rasanya mau ngapa-ngapain jadi nggak bebas.
Paginya aku dan kakakku langsung menuju ketempatnya, aku langsung ketemu sama pemiliknya namanya ko hendri, aku langsung diterima tanpa ada interview seperti biasanya, padahal aku udah takut bakal ditanyain macem-macem ternyata nggak sama sekali,
Aku seneng akhirnya aku bekerja juga, dan nggak jauh dari kontrakan jadi aku bisa jalan kaki untuk berangkat dan pulangnya biasanya aku dijemput sama kakakku,
Hari pertama bekerja, aku seneng tapi grogi juga, aku diajari cara menghidupkan komputer yang sebenarnya aku sudah tau, cara mencari alamat agar tidak salah tujuan,
__ADS_1
"jadi yang pertama harus dicari dari Kecamatan setelah kecamatan cocokan desanya dan kabupatennya, tapi kalo ada kode posnya bisa langsung lewat kode posnya itu lebih tepat tapi tetep harus dicocokkan dengan alamat yang ada dibarang yaa" panjang lebar ko hen menjelaskan agar aku tidak bingung,
aku yang sedari tadi duduk disebelahnya mendengar dan melihat langsung paham.
"paham nggak, ada yang mau ditanyakan ?" tanya ko hen
"nggak kok, udah jelas" jawabku meyakinkan ko hen
Aku yang pemalu dan nggak berani ngomong, harus bertemu dengan berbagai sifat customer, aku yang susah buat menangani masalah harus cepat menangani masalah customer yang sedang dihadapi, dan harus punyak banyak sabar untuk mendengarkan kata kata yang kadang nggak enak untuk didengarkan.
Sudah satu bulan aku bekerja sebagai admin ekspedisi ada banyak hal yang baru aku ketahui di dunia kerja, ternyata dunia kerja itu tidak seindah yang aku pikirkan selama ini, aku pikir dunia kerja itu menyenangkan, bisa dapat teman banyak tapi semua itu salah bahkan aku kerja hanya sendiri tanpa teman, setiap hari aku mikir besok apa yang akan terjadi lagi, dan doaku selalu sama semoga tidak ada customer yang komplain soal barangnya yang belum sampai lah, atau udah sampai tapi bukan penerima asli yang Nerima barangnya, pusing sekali kepala ini.
Ada yang bilang kalo kerja itu dinikmati jangan terlalu banyak ngeluh, ada banyak orang yang sedang kesusahan mencari kerja tapi mereka nggak ngeluh jangan jadi orang yang kurang bersyukur karna udah dikasih pekerjaan yang enak tapi masih banyak ngeluhnya dari pada bersyukurnya.
__ADS_1