Aku Mencintaimu Dalam Diam

Aku Mencintaimu Dalam Diam
Chapter 2


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat. Bel pun berbunyi saatnya masuk kedalam kelas. saat dalam pelajaran sudah memulai Devin pun mulai memperhatikan ku dari jauh. Aku ngerasa tidak nyaman karena di perhatikan terus tapi aku bisa apa dalam situasi ini. Saat aku sedang menulis tugas Dewi memanggil ku dengan suara yg sangat kecil bisa dibilang hampir tidak terdengar. Aku pun menoleh ke Dewi seolah aku bilang apa ke pada Dewi.


"lu diliatin tuh sma Devin"


"bodo amat"


"noh lu dipanggil Devin"


"udh lah nggak jelas banget noh guru lagi jelasin menteri"


"yaudh lu liat dulu kek ke Devin"


"ah udh ah bacot dah"


"sih ajirr orang gua sampein dong"


"iya udh gua chat lu diem dew"


"oke" (berbicara dengan suara pelan)


Dan ya Dewi memperagakan gerakan tubuh ke Devin untuk memberi taunya klo aku sudah chat dia diwa


WhatsApp


^^^Aku : knp sih ribet amat^^^


Devin : lu marah sama gua ya jangan marah sama gua kan lu tau klo gua nggak suka lu ngomong kasar Nana


^^^Aku : gua nggak marah sama lu^^^


^^^Aku : Iya gua tau kok^^^


^^^Aku : Tapi kan tadi gua nggak ngomong kasar^^^


Devin : itu kasar Nana gua nggak suka lu begitu oke jadi pliss diubah ya


^^^Aku : ngerubah hal itu nggak gampang^^^


Devin : iya gua tau Nana tapi sedikit demi sedikit bisa kan


^^^Aku : y^^^

__ADS_1


Devin : stop bisa nggak sih jangan cuekin gua


^^^Aku : Siapa yg cuekin lu sih dah lah males berdebat gua^^^


Devin : Nana pliss deh jangan kaya gini


Devin : iya Vin tau Vin yg salah maafin Vin ya Nana sorry ya Nana


Devin : jangan cuekin Vin ya


Chat itu hanya aku baca dan aku menoleh ke arah di pas banget dia juga noleh ke aku dan ya aku hanya melihat sekilas dan aku langsung mengalihkan pandangan ku dari dia. Sudah waktunya masuk jam istirahat sekolah.


Ya jam yg sangat dinantikan oleh semua murid. Temen Deket ku Naira kelas ku untuk mengajak ku makan bareng dengan dia.


Aku mendengar teriakan yg sangat aku kenal ya dia Naira


"yonaaaaaaa ayok kita ke kantin kita makan apa nih baso kah atau mie kah atau soto kah"


"Rara lu bisa nggak sih jangan teriak teriak"


"hahahah iya iya maaf nggak diulangin lagi"


"iya ayok ke kantin"


"apalagi sih Rara tadi minta ke kantin sekarang malah ditahan nggak jelas banget lu 😑"


"sabar sebentar Nana itu beneran Devin kan"


"iya knp emang"


"nggak papa"


"dih nggak jelas" (Rara dan Yoona)


"woi Devin"


"apa sih lu Rara gua nggak budek ya jadi jangan teriak"


"oh beneran lu ini"


"menurut lu"

__ADS_1


"iya"


"lu dah tau jawabannya ngpain tanya sih"


"nggak papa gabut aja😅"


"nggak jelas😐"


"eh tuh muka lu knp murung amat"


"nggak papa"


"alah tai pasti ada yg terjadi tadi pagi"


"sotoy lu"


"tapi iya kan"


"🤷"


"dih" ( Rara dan Devin)


"pasti ada keributan yang terjadi dipagi ini iya nggak Dewi pasti ada kan soalnya muka sih Devin miurung gitu"


"ya begitu lah seperti yg lu tau Rara"


"lu tau sendiri lah Meraka gimna"


"Dan ya gua yg harus misahin Meraka lagi" kata Dewi


"hahahahah mampus lu Dewi"


"jirrru Rara" (Rara dan Dewi)


"lu berdua mau berdebat atau mau ikut ke kantin"


"iya iya gua ikut ke kanti" kata Rara dan Dewi bersamaan


"ciee barengan adek kakak lu ya"


"BACOT!!" Dewi Rara

__ADS_1


"dih ******ajirr****** barengan lagi" kali ini bukan aku yg berbicara tapi Devin yg sedang berjalan melewati meja ku. Devin lewat begitu saja aku tau dia sedang kesal dengan ku tapi yasudah lah nanti saja aku bicara dengan nya klo aku bicara sekarang juga nggak bakal dijawab sma dia. Aku tau betul gimna dia klo sedang kesal sma sesuatu.


__ADS_2