
mei POV...
ada apa ini kenapa jadi begini?,aku tidak mempercayai semua ini,tapi dari hati kecilku mengatakan aku harus percaya, bunda mei d mana,mei butuh bunda kenapa orang d sini memanggil ku permaisuri
pertama aku memakai gelang giok lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap "hiks...hiks... bunda ...mei takut"
kalian pasti menganggap ku cengeng seperti anak kecil aku tidak perduli itu, yg penting sekarang aku ingin pulang...PULANG!!
tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)
"permaisuri ini adik mu tolong buka pintunya!"ucap Fei meneriaki ku dari luar
"ADA APA INI!"ucap seorang pria dari luar yg aku tidak tahu siapa yg pasti bukan orang yg tadi aku temui tadi.
"permaisuri mengurung diri d kamar kaisar"ucap fei yg mengaku ngaku adikku itu
kaisar yh tunggu..tunggu klo aku permaisuri berarti kaisar itu suamiku ... bagai mana kalo kaisar itu tua...botak...jelek...punya selir banyak, arghh... aku GK mau bundaa aku mau pulang.
"permaisuri buka pintunya ada apa dengan mu"ucap pria yg sepertinya kaisar tadi
__ADS_1
"pergiiii!!!"teriaku
"buka pintunya sekarang klo tidak saya hancurkan sekarang jga pintunya"ucapnya sambil menggeram.
"siapa kalian aku tidak kenal! aku mau pulang!!..hiks.."
"PERMAISURI!!!"triak pria tadi sambil mencoba mendobrak pintu kamar yg d tempati ku.
BRUKK..BRUKK... ***BRUKKK***..
lalu dengan dorongan ke tiga pintu itu hancur terbelah, dan aku melihat sosok laki laki yg sangat tampan dengan rambut silver, apakah dia kaisar yg d bilang Fei tadi tapi kenapa sangat tampan biasa nya kaisar itu tua dan berbewok, ah aku tidak tau sejenak aku berhenti nangis lalu melanjutkan tangisku saat dia mendekat ke arah ku
" ada apa dengan mu prmaisuri...berhenti menangis aku tidak akan mencelakai mu "ucapnya sambil tangannya mulai menggapai ku.
"ke...kenapa semua ..hiks..o..orang memanggilku per..permaisuri...hiks.."ucapku mulai memelankan tangisku, Untung aku memaki cadar jadi pria didepan ku tidak melihat rupa ku yg terlihat seperti gembel ini, bayangkan saja aku menangis dari tadi mataku bengkak hidungku penuh ingus yh walupun aku memang tidak punya malu tapi setidaknya di depan leleki seganteng ini aku harus terlihat cantik.
"heii... kau memang permaisuri....dan aku adalah kaisarnya jadi jangan takut"ucapnya sambil meraihku dan memelukku kaku.
__ADS_1
"sudah jangan menagis"ucapnya dengan muka datar sambil berbisik d telingaku,ad apa dengannya kenapa mukanya seperti triplek
"kau tidak akan aja mencelakai ku kan"ucapku padanya
"iya saya tidak akan mencelakaimu permaisuri ..."ucapnya
"sekarang berbaringlah dan tenangkan dirimu, kalo butuh apa- apa panggil pelayan yg ada d luar"ucapnya sambil berdiri akan pergi keluar
"tapi..aku takut"gumamku sambil mencekal pria itu agar tidak pergi
"kau tidak akan kenapa-napa ,tapi sebelum itu saya panggilkan tabib untuk memeriksa mu...pelayan!!"ucapnya dengan muka datar
"ya kaisar"ucap salah seorang pelayan masuk dengan menundukan kepala
"panggilkan tabib untuk memeriksa permaisuri"ucapnya dengan nada dinginnya
"baik kaisar"ucap pelayan itu sambil berlalu ke luar
"maksudmu tabib..untuk apa aku tidak sakit"ucap ku meyakinkan dia, memang benarkan aku tidak sakit.
__ADS_1
"sudah diam, jangan buat keributan lagi dan kenapa saya memangil tabib, karna ada yg aneh dengan dirimu"ucapnya langsung keluar
bersambung...