Aku Tak Pantas Untuk Mu , Tuan

Aku Tak Pantas Untuk Mu , Tuan
Nindy anak yang pintar


__ADS_3

Setelah beberapa bulan di rumah Zio , kini Amira lebih dekat dengan Nindy ..


Mereka bak seperti Kaka beradik , karena Amira menempatkan diri layaknya teman ..


Zio pun melihat ada kebahagiaan yang terlihat sangat jelas di wajah Nindy ..


Pikiran Zio pun menjadi tenang melihat senyum indah yang terlukis di bibir Nindy ...


" Nindy , jangan berlari ?? ku mohon ... !! " Amira sedang mengejar Nindy


" Ayo dong , kejar aku kalau bisa , Tan !! " Nindy Mala kegirangan di kejar oleh Amira


" Jangan seperti itu , nanti kamu jatuh !! " Amira sangat takut Nindy terjatuh


" Tidak akan !! Aku seorang pelari yang hebat !! " Nindy tidak memperdulikan omongan Amira


" Baik deh , aku lelah !! Hentikan ini semua !! huuuuu " Amira tarik nafas


" Tante , segitu ajha Uda menyerah ?? payah Tante !! Ngga seru ih !! " Nindy melipat tangannya ke dadanya


" Iya , aku emang paya !! Mari duduk di pangkuan ku , sini ?! " Amira menepuk pahanya

__ADS_1


" Emangnya , boleh ?? " Nindy ragu


" Boleh , sini !! "


Nindy pun duduk di paha Amira , lalu Amira bercerita tentang sebuah cerita pendek ke pada Nindy ..


" Kamu tau tidak ?? Waktu umur ku 5 tahun , aku selalu melihat ibu ku tersenyum , aku tidak mengerti kenapa ibu ku tersenyum !! Tapi setelah aku tumbuh besar , aku paham kenapa ibu ku bersikap demikian !! " Amira menceritakan kisah nya


" Emang apa itu , Tan !! " Nindy penasaran


" Ibu ku selalu senyum karena ibuku adalah seorang wanita yang sangat luar biasa , kenapa sangat luar biasa !?? Kamu tau ngga ?? " Amira memberikan pertanyaan kepada Nindy


" Iya itu salah satunya !! Seorang ibu rela bertarung nyawa demi melahirkan kita lahir ke dunia ini !! Lalu setelah kita lahir , ibu kita mengurusi kita dari pagi hingga petang , tak pernah kenal lelah !! Lalu ketika kita rewel , kita sakit , ibu selalu siap siaga untuk menjaga kita .. Jadi seorang ibu itu bidadari tak bersayap , yang turun ke bumi .. " Amira memeluk Nindy


Ketika Amira memeluk Nindy , Nindy merasa di peluk oleh Mamanya sendiri ..


" Kamu tau tak , kalau aku itu di tinggal ibu dan ayah pada saat usia ku masih kecil , aku di urus oleh nenek aku , dan sekarang nenek sedang sakit !! Aku sangat sedih , karena hanya nenek yang aku punya di dunia ini !! " Amira meniti kan air matanya


" Tante , jangan menangis !! nanti aku jadi ikutan sedih .. Nindy juga ngga punya siapa² selain Papa , cuman papa yang Nindy punya , itu sebab nya Nindy takut kehilangan Papa !! " Nindy memeluk erat Amira


" Ehmm iya , aku ngga nangis kok , cuman sedih ajha !! Ya papa kamu orang yang sangat hebat , bahkan sangat baik !! " Amira mengingat kebaikan Zio

__ADS_1


" Emang Papa orang nya baik , Tan !! emang Tante pernah di tolong sama Papa aku ?? " Nindy mau tau


" Ehmm , iya .. Papa kamu yang uda nyelamati aku , dari tempat yang sangat buruk !! " Amira menceritakan itu sambil menunduk


" Eh , kenapa Tante menunduk ?? Tempat yang sangat buruk itu apa , Tan ?? " Nindy tidak paham dengan tempat itu


" Ehmm , itu tidak perlu kamu ketahui , intinya aku bahagia bisa kenal kamu dan Papa kamu .. Aku janji akan rawat kamu , kaya aku rawat diri aku sendiri !! " Amira mencubit pipi Nindy


" Awwww , sakit Tan !! Hehehe ,,,, "


" Habis nya kamu lucu , comell !! Aku jadi gemes sama kamu !! " Amira makin gemes liat tingkah Nindy


" Iya dong , kan aku anaknya papa !! Hehe ,... " Nindy bangga dengan papanya


" Huuuu , bawah - bawah papa kamu !! curang .. " Amira cemberut


" Iya dong , kalau anak Tante kan ngga mungkin !! hehehe " Nindy bicara asal


Deeegggg


Jantung Amira berdetak mendengar Nindy ngomong seperti itu .

__ADS_1


__ADS_2