
1 minggu kemudian.
Lin Giang yang baru saja bangun dari tidurnya begitu matahari telah naik.
Dia mengelap wajahnya yang sedikit basah lalu turun dari tempat tidur.
Melihat ke luar jendela, dia melihat matahari yang baru saja terbit dari timur.
Waktu berlalun begitu cepat, tidak terasa, sudah lebih 5 tahun sejak hari pertama kedatangannya ke dunia ini.
Lin Guang tanpa sadar mengungkapkan senyuman di wajahnya yang begitu halus dan lembut seperti bayi.
Jika dinilai dari orang-orang di dunia ini, wajahnya bisa dikatakan cukup tampan.
Sebaliknya, jika ketampanan Lin Guang dinilai dari standar orang-orang di bumi, maka Lin Guang akan melampaui seluruh selebriti pria dan bahkan model-model terkenal di abad ke dua puluh.
…
Lin Guang mengambil langkah pertama, keluar dari rumah kecilnya dan tiba di halaman.
Saat dia melihat ke samping, dia tidak menemukan Azure Dragon yang biasanya duduk di kursi goyangnya.
“...”
Tatapan mata Lin Guang mendarat jauh di hadapan rumahnya.
Itu adalah sebuah danau kecil yang mengandung Qi Murni yang melimpah ruah.
Lin Guang datang ke danau itu untuk mencuci wajahnya.
Saat telah selesai, dia pergi ke kebunnya berniat mengambil beberapa buah Buah Keabadian.
Saat dia tiba, dia langsung memetik buah pertama yang berada tidak jauh di sampingnya.
Buah itu begitu indah, warnanya yang sangat cerah mengeluarkan keagungan.
Lin Guang berjalan ke depan untuk mengambil beberapa buah lagi, dan saat dia telah mengambil sepuluh buah Buah Keabadian, dia langsung kembali ke halaman rumah kecilnya.
Duduk di kursi goyang milik Azure Dragon sambil menyanyikan lagu Under Lover.
Di kota kecil.
Suara teriakan keras diikuti dengan suara tinju yang dihasilkan dari pukulan para murid terdengar seperti suara bel yang berbunyi.
Mereka hanya memukul angin di hadapannya, tetapi entah mengapa, suara yang dihasilkan oleh setiap pukulan itu terdengar begitu keras.
Bahkan burung-burung yang awalnya bernyanyi di dahan pohon mulai terbang ke langit karena tidak tahan dengan suara keras itu.
__ADS_1
Ye Zhiyu yang berada di dalam Aula Utama pun menjadi tidak fokus untuk mempelajari sebuah buku teknik yang diberikan oleh Lin Guang beberapa hari yang lalu.
“Teknik Pedang Sekte Aliran Darah.”
Dari namanya, jelas itu adalah sebuah teknik yang diciptakan dari suatu sekte, tetapi dia tidak pernah mendengar nama Sekte Aliran Darah sebelumnya.
Ini juga sempat membuatnya bertanya-tanya dari mana Lin Guang bisa mendapatkan teknik ini, karena setelah dibuka. Ilustrasi pada bukunya begitu jelas bahkan tulisan dari buku ini begitu indah.
Ini sangat jauh berbeda dari buku sebelumnya.
Buku Langkah Kilat yang diberikan kepadanya sebelumnya bahkan tidak bisa dibandingkan dengan buku yang saat ini berada dalam genggamannya.
“Senior sebelumnya menggunakan teknik ini untuk menangkis serangan dari Xie Chuan. Itu bisa dengan mudah membuat pedang-pedang yang mengarah kepadanya terpotong-potong menjadi beberapa bagian dan berubah menjadi abu.“
Wajah Ye Zhiyu menjadi serius, “Apakah teknik ini benar-benar diciptakan oleh manusia?”
Tetapi setelah beberapa waktu memikirkan berbagai kemungkinan, Ye Zhiyu menghela napas, “Sudahlah... Aku tidak perlu terlalu memikirkannya.”
Setelah itu dia lanjut mempelajari buku itu dengan serius dan lebih hati-hati.
…
Di puncak gunung yang berada di atas kota kecil.
Angin sepoi-sepoi membelai dedaunan, hembusan angin kencang membuat butiran pasir berterbangan terbawa arus.
Saat tatapan matanya menyapu kota kecil yang berada di bawahnya, tiba-tiba terlintas semacam kilatan petir di matanya yang indah.
Dan di belakang wanita itu...
Berlutut sepuluh orang wanita lain yang mengenakan pakaian hitam menutupi hampir seluruh tubuhnya dan hanya bagian matanya sajalah yang tidak ditutupi kain oleh mereka.
Wanita yang berlutut paling depan itu mengeluarkan suara, “Nyonya, kami menunggu perintahmu.”
Mendengar hal itu, wanita yang berdiri menatap kota kecil itu melirik ke belakang dan berkata, “Tidak, mari kembali terlebih dahulu, kita masih belum tahu siapa yang telah membunuh ayahku.”
Wanita-wanita yang berlutut itu tiba-tiba saling menatap satu sama lain, lalu kembali menoleh ke arah wanita yang berada di hadapan mereka.
Dan mengeluarkan suara secara serempak, “Baiklah.”
…
Di hutan belantara.
Lin Guang menggigit lalu menguyah Buah Keabadian yang berada dalam genggaman tangan kanannya sambil membaca buku diletakkan di paha dan menggunakan tangan kirinya untuk membalikkan halaman.
Wajahnya begitu santai, wajar saja, karena buku yang dibacanya saat ini tidak begitu sulit, sebelumnya dia hanya membaca buku yang berada di lantai atas.
__ADS_1
Jadi untuknya yang sekarang, membaca buku-buku yang terletak di lantai ke-3 hanya seperti sedang membaca novel biasa.
Tidak sampai sepuluh napas, Azure Dragon mendarat di hadapan rumah kecil itu, dan memasuki halaman dengan sekantong kue.
Lin Guang tiba-tiba mengerutkan keningnya dan bertanya, “Bukan sate? Apakah Kamu sudah tidak memiliki daya tarik terhadapnya.”
Azure Dragon menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan lesu, “Tidak, hanya saja, tempat yang biasanya saya pergi untuk membeli sate tiba-tiba tutup...”
“Lalu mengapa Kamu tidak pergi ke tempat lain saja untuk mencarinya?” Tanya Lin Guang.
“Mereka tidak memiliki rasa yang sama...”
“Hmm...”
…
2 hari kemudian.
Lin Guang tiba di atas kota kecil dan mendarat di gang yang sebelumnya dia jadikan tempat untuk mendarat.
Saat dia keluar dari gang, dia langsung berjalan-jalan di antara kerumunan warga, wajahnya mengungkapkan sedikit senyuman dengan mata yang melihat-lihat sekeliling.
Dia bertanya-tanya.
Bagaimana keadaan gadis kecil itu sekarang? Apakah neneknya sudah sembuh?
Tetapi setelah beberapa waktu memikirkannya, tiba-tiba suara dari samping memanggilnya.
“Saudara, lihatlah ini, saya menjual sesuatu yang menarik.”
Lin Guang mengerutkan kening sebelum mengambil inisiatif untuk melihat-lihat.
“Apa yang Anda jual.”
“Ini...” Sang penjual yang berperawakan pendek dan gemuk itu tiba-tiba menarik sebuah rantai yang ada di tangannya.
Detik berikutnya. Seorang gadis kecil keluar dari balik tirai dengan tubuhnya yang tampak lemas dan berwajah lesu.
Tatapannya yang sangat kosong membuat Lin Guang sangat terkejut.
“Kamu!“ Lin Guang dengan jelas mengenali wajah gadis kecil yang sedang berada di hadapannya saat ini.
Dia adalah gadis kecil sebelumnya yang pernah diselamatkan olehnya, bagaimana dia bisa terjebak dan menjadi budak di sini?
“Saudara, apakah Anda ingin membelinya?” Tanya sang penjual dengan tangan yang mengelus-elus satu sama lain.
Namun, Lin Guang hanya terdiam dan detik berikutnya, ekspresnya menjadi gelap, lalu secara tiba-tiba dia menatap penjual tersebut dengan aura kematian yang melekat di matanya.
__ADS_1
“Tu-tunggu?” Tentu saja ini membuat sang penjual itu panik, dan tidak tahu apa yang membuat Lin Guang terlihat begitu marah.