Aku Ternyata Adalah Tuan Putri

Aku Ternyata Adalah Tuan Putri
Episode 4


__ADS_3

Hari ulang tahunku pun dimulai dan semua orang datang dengan cara yang istimewa, dan kami pun langsung menyambut tamu tentu saja kami juga mengundang ayah kita yaitu yang mulia baginda kaisar kerajaan Aishilia, tidak lupa juga mengundang bibi ( wali ) kita.


" Para hadirin sekalian terimakasih telah datang ke pesta ulang tahun kakak saya, dan terima kasih kepada yang mulia baginda kaisar yang telah meluangkan waktu untuk hadir ke pesta ulang tahun kakakku, silakan dinikmati pestanya dan selamat bersenang-senang. " Kata adikku kepada hadirin sekalian.

__ADS_1


" Hormat kepada yang mulia kaisar " kataku dan adikku dengan serempak, " heh sudah tau ini yang mulia baginda kaisar kenapa hanya hormat bungkuk tidak berlutut " kata ratu pengganti mendiang ratu, ibuku " permisi yang mulia ratu Yunisha Irshila Azahra, ratu kedua dari kediaman Irshila, kakakku sedang berulang tahun, mohon memberi sedikit kasih sayang kepada kakakku * ibu tiri * " kata adikku dengan senyum dinginnya.


" apa, beraninya lancang dengan sang ratu, pengawal, bawa wanita ini dan cambuk dengan papan 150 kali " kata ratu, " yang mulia saya sedang berulang tahun hari ini, bukankah seharusnya yang mulia memberiku hadiah atas ulang tahunku, tetapi yang mulia malah mau mencambuk adikku 150 kali, hiks, hiks, hiks yang mulia sangat jahat kepada kita, aku akan memberi sebuah hadiah kepada yang mulia, karena yang mulia memberikan hadiah yang sangat istimewa kepada adiku diulang tahunku, bawa itu kesini " kataku kepada adikku " kakak kamu beneran bakalan ngasihin itu " kata adikku risau " tidak kok kita bakalan ngasihin yang lainnya " kataku kepada adikku sambil berbisik.

__ADS_1


Kemudian setelah menunggu sebentar adikku datang dan berkata " silahkan yang mulia baginda kaisar, ini hadiah ulang tahun dari kakakku kata adikku sambil menyerahkan gelang itu kepada kaisar, " ahh ini, kalian dapat darimana " kata kaisar " hiks,hiks ini adalah peninggalan ibu,kata ibu kalau aku berulang tahun yang ke 7 aku harus mengundang yang mulia hiks, hiks hiks " kataku menjelaskan sambil menangis " lalu kata ibu kalau aku ngasihin ini, harus di ulang tahunku yang ketujuh " lanjutku " udahlah kak, jangan nangis, ini kan hari ulang tahun kakak, harusnya kakak bahagia " kata adikku menenangkanku, walau adikku tau aku cuma nangis ekting, tapi ekting adikku tidak kalah luar biasa " hiks, hiks sudahlah kak, Yukina juga kangen ibu, hiks, hiks kalau kakak nangis Yukina juga nangis ,hiks ,hiks " lanjut adikku dengan ekting yang sangat bagus.


[Setelah itu] kami menghabiskan waktu pesta dengan kebahagiaan. Tidak lupa mengirim surat untuk kaisar.

__ADS_1


" Sampai jumpa yang mulia baginda kaisar, 'ayah yang tega membuangku' " kataku dengan suara telepati.


Setelah mendengar itu kaisar sangat kaget, bukan karena mendengar kata "ayah yang tega membuangku" melainkan karna aku bisa bicara lewat telepati di saat usia yang masih dini.

__ADS_1


__ADS_2