
"tenang aja lagian cuma perlu cari bukti yang bagus dan membalikkan keadaannya" kata rin yang memotong perkatan mereka.
"kalau kita mencari bukti yang tepat dan menunjukkan bahwa kita lebih hebat dari mereka mungkin mereka akan mundur."
"jadi kamu tidak perlu khawatir tentang kami syalfia rafia atau syal aja ya kan kita akan jadi teman."
"Ta..pi."
"nggak usah tapi tapian lagian kami yang mau berteman dengan kamu.kamu nggak usah terlalu khawatir tentang keadaan kami."
"lagian seberapa kuat sih keluarga mereka,kalau soal keluarga.keluarga kami juga banyak di kenal oleh orang lo."
"jadi nggak perlu khawatir tentang kami.lagian kamu nggak bosan sih nggak ada yang akan di ajak bicara."
"kalau aku jadi kamu,aku pasti akan bosan dan akan memcoba bergaul dengan yang lain."
"benar tu syal apa yang di katakan rin,jadi apa boleh kami jadi teman kamu."
syal sangat senang akan perkataan mereka dan dia nggak menyangka kalau akan ada orang yang akan mau berteman dengan dia yang orang nya ngebosanin suka belajar.
karna senang nya syal nggak bisa menahan emosi hingga air mata nya keluar.
karna air mata nya keluar syal langsung menghapus air mata nya.
"kenapa di hapus syal biar kan saja.kamu keluar kan saja semua perasaan yang selama ini kamu tahan."
"kamu tidak harus terlihat kuat karna suatu hari kamu pasti tidak akan bisa menahanya."
"Jadi keluar kan saja nggak perlu malu,kalau kamu nggak mau di lihat orang sini menangis di pelukan ku."
pada saat itu syal mengeluarkan semua perasaan yang dia tahan selama ini baik itu senang sedih atau marah.
syal menbutuhkan waktu yang sangat lama untuk menenang kan diri nya.ia menenang kan dirinya sampai guru masuk ke kelas.
"Hallo anak anak maaf ya bapak.terlambat masuk nya soal nya tadi guru rapat.jadi sebelum belajar bapak mau menyampai kan hasil rapat nya."
"bapak akan mengatakan sampai semua tenang dan duduk di tempat masing masing."
"kalian paham kan.jadi yang di belakanh sana ngapain. Rina Bella kalian dengar kan jadi kembali duduk di tempat duduk kalian."
"ya pak sebentar."
__ADS_1
"rin maaf ya karna aku kamu di marahin pak guru dan makasih ya karna kamu aku sudah menyampai kan semua perasaan yang aku pendam selama ini.".
"yang di belakang nggak bisa diam ya kalau nggak kalian bisah keluar."
"syal walau kamu itu pintar jika kamu ribut di kelas bapak nggak akan pilih kasih dan akan menyurumuh keluar."
"walau banyak guru yang menyukai mu sekali salah pasti akan di hukum."
"Jadi diam dan dengarkan apa yang akan di sampai kan."
"syal kamu juga nggak seperti biasa nya dan kenapa kamu nangis pasti sella ya"
"kok aku sih pak kan masih banyak anak lain lagian syal kan dengan rina dan bella mungkin itu karna mereka."
"kan kamu yang sering menggangu anak anak di kelas ini atau di sekolah.semua guru sudah tahu itu walau mereka itu tidak mau menberitahu nya."
"Jadi kalau bukan kamu siapa lagi dan kamu minta maaf ke syal sekarang."
"kok bapak pilih kasih sih sudah ku bilang bukan aku yang salah kenapa aku yang harus minta maaf."
"kalau aku yang mengganggu nya dia juga tidak sampai menangis dan juga tidak parah."
"Jadi kenapa kenapa aku yang harus minta maaf."
"Sella minta maaf atau bapak hukum kamu lari 10 putaran di lapanggan" pak guru sangat marah ke sella.
"Hah 10 putaran yang benar saja pak aku pasti bilang pada orang tua ku dan buat bapak di pecat."
"bilang saja sekolah ini punya aturan jadi pasti mereka tidak keberatan."
"jika mereka ingin memecat ku karna aku menghukum ku ingat negara kita punya hukum."
" jadi ngapain harus khawatir jika tidak salah.sella apa kamu akan mengadu ke orang tua mu."
"setelah apa yang tadi aku bilang dan jika sampai ke sana mungkin yang salah adalah orang tua mu" ancam pak guru.
"jadi kamu pilih apa minta maaf atau lari 10 putaran."
"kalau pak guru memaksa mu mungkin aku tidak akan pernah minta maaf pada mu".marah sella.
"sella buruan mintak maaf ke syal."
__ADS_1
Pak guru dan sella ber adu mulut dengan sangat mengerikan hingga rin menyelah di antara mereka berdua .
"pak itu bukan salah sella saya yang ke sini dan mengakibat kan syal menangis" ucap rin yang menyelah dalam pertengkaran mereka.
"tuh kan benar pak bukan aku yang salah melainkan rin dan yang seharus nya minta maaf adalah bapak."
"karna sudah mengfitnah saya dan jika di ingat ingat dalam hukum bisa di bilang pencemari nama baik lo."
"Jadi bapak akan minta maaf ke saya kan jika tidak kita bisa langsung bicara hukum saja."
"kenapa kamu bawa bawa hukum pula jika masalah nya di sekolah ya jelas pihak sekolah dulu yang akan menyelesaikan nya."
"bapak yang bilang kan negara kita itu punya hukum."
walau tadi rin menyelah mereka karna ingin mereka berhenti tapi tidak sesuai yang di harapkan nya malah mereka tambah parah.
"se isi kelas pasrah karna keadaan mereka dan semua tahu bahwa kalau kedua itu bertemu pasti tidak akan ada hari bagus".
"kapan sih mereka berhenti nggak tau ka jam itu bergerak." kesal rin.
"biar kan saja lah rin kan kamu tahu jika pak bagas bertemu dengan sella pasti hari yang damai dan tenang berubah jadi kayak di pasar."
"jadi nggak usah urisin mereka biar saja nanti juga sadar."
"tapi bel kita yang jadi korban karna mereka."
"korban kenapa sih kan bagus jika tidak belajar ya."
"kalau menurut mu sih bagus ya bel tapi kalau aku tidak."
"Jauh beda dari apa yang kamu pikirkan."
"Jauh beda kenapa sih lihat syal tenang tenang saja menerima keadaan nya."
"bukan nya nggak mau tenang ya tidak hanya waktu belajar kita jadi kurang tapi teliga ku sakit dengarin mereka yang berantam mulu."
"ku doa kan semoga mereka jodoh.supaya kelas jadi tenang."
"jangan lah rin kalau nggak mau kelas ini tambah seram."
"maksud kamu bel,kan pak bagas juga belum terlalu tua dan yang ku dengar dengar umur nya sekitaran 24 atau 25 lah."
__ADS_1
"masalah yang aku bilang tadi bukan di umur nya tapi."