Alena & Arka [END]

Alena & Arka [END]
50


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah resti,Alena langsung menuju rumahnya tapi bukan rumah yang biasanya ia datangi tapi rumahnya yang belakang.


Rumah Alena yang belakang itu tempat yang Alena datangi saat ia sedih, nggak tau kenapa kalau Alena lagi sedih ia selalu datang kesana,karena rumah itu bikin Alena tenang.


Saat ini Alena sudah sampai dirumahnya yang belakang.


Sampai dirumahnya Alena langsung menuju ke kamarnya, tapi saat ingin ke kamar tiba-tiba asisten rumah tangganya menyapa Alena.


"Non," sapa Bi Ijah


"Eh bi," sapa balik Alena


"Tumben non kesini,pasti non lagi sedih ya," ucap Bi ijah


"Enggak kok bi, aku kangen sama rumah ini, jadi aku mampir kesini," ucap Alena


"Beneran non nggak lagi sedih?" tanya Bi Ijah


"Iya bi, eh bi jangan kasih tau mamah ya kalau aku disini," ucap Alena


"Iya non," jawab Bi Ijah


"Yaudah bi aku ke kamar dulu," pamit Alena


"Iya non,"


"Non Alena sedih kenapa ya," gumam Bi Ijah


Lalu Alena langsung menuju kamarnya, sampai di kamar Alena langsung menjatuhkan tubuhnya di kasurnya.


"Arka kenapa lo tega banget sama gue, kenapa lo nggak bilang kalau lo itu udah punya pacar dan kenapa tadi lo dengan seenaknya membawa pacar lo ke rumah dan lo kenalin dengan gue," Gumam Alena


"Hati gue sakit ka," gumam Alena sambil menitihkan Air mata. Setelah itu Alena langsung menghapus air matanya dan langsung mengambil hpnya diatas nakas untuk mengirim pesan untuk Arka.


**To: Cowok ngeselin😡**



*Ka,gue dirumah Resti,lo nggak usah cariin


gue,gue nanti juga pulang sendiri*


Setelah mengirim pesan Alena langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan langsung memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


Dan Alena pun sudah masuk ke dalam alam mimpi.


***


Pukul 19.00 Alena baru terbangun dari tidurnya,lalu Alena langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


Setelah mandi Alena langsung mengambil ponselnya dan langsung memesan taksi online, setelah itu Alena langsung memasukkan ponselnya kedalam tas,dan Alena langsung keluar dari kamar.


Saat membuka pintu kamarnya tiba-tiba didepan pintu kamarnya sudah ada BI Ijah.


"Eh bi,"


"Non ayo makan!" ajak Bi Ijah


"Bibi aja yang makan, Alena mau pulang bi,"


"Non nggak makan dulu?" tanya Bi Ijah


Dan dijawab gelengan dari Alena.


"Yaudah kalau gitu,non hati hati ya dijalan," ucap Bi Ijah


"Iya bi, yaudah aku pulang dulu ya bi," pamit Alena


"Iya non,"


Lalu Alena langsung keluar karena taksi onlinenya sudah ada di depan. Dan langsung masuk ke dalam taksi.


Sebelum pulang ke apartemen Alena ke supermarket dulu, karena mau beli sesuatu.


Saat ini taksi pun sudah sampai di depan supermarket, lalu Alena langsung membayarnya dan langsung turun.


Lalu Alena langsung masuk ke supermarket.


Setelah membeli barang yang Alena tuju, Alena langsung memesan taksi online tapi dicancel mulu, lalu Alena langsung mencari taksi lewat dan naasnya tidak ada satu pun taksi yang lewat.


Kemudian Alena memutuskan untuk jalan kaki siapa tau di depan ada taksi yang lewat.


Saat mencari taksi tiba-tiba ada 2 orang preman menghampiri Alena, dan Alena pun merasa takut, karena disana itu sepi sekali, dan nggak ada satu orang pun yang lewat.


"Hai cantik,malam malam kok jalan sendirian sih," goda salah satu preman


"Kita temenin yang cantik," goda preman satunya lagi sambil nyolek dagunya Alena


"Ih apaan sih nyolek nyolek, kurang ajar banget sih jadi cowok," geram Alena

__ADS_1


"Serahin tas lo," ucap Preman yang berbadan Besar


"Nggak," ucap Alena


"Lepasin nggak, atau lo mau nyawa lo nggak selamat," ucap Preman berbadan agak kecil sambil menarik tas Alena


"Tolong...tolong...," teriak Alena


"Lepasin nggak tas lo," ucap Preman berbadan besar


"Tolong...Tolong...," teriak Alena


Lalu tiba-tiba ada orang yang menolongnya.


***


Setelah kepergian liora pergi, Arka memutuskan untuk kembali ke kantor lagi.


Sampai dikantor Arka masih memikirkan kejadian yang tadi. Dimana Alena bilang kalau dia itu sepupunya.


"Al,apa lo malu punya suami kayak gue, sampai sampai lo tadi bilang kalau lo itu sepupu gue," gumam Arka


"Padahal tadi gue itu mau ngenalin kalau lo itu istri gue al," lanjutnya.


"Emm..huft,"


Setelah itu Arka langsung melanjutkan pekerjaanya.


Selesai mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnyq Arka bunyi tanda ada notifikasi pesan masuk.


Dan disana tertera nama Alena.


From: My enemy😡


Ka,gue dirumah Resti,lo nggak usah cariin gue,gue nanti juga pulang


Setelah membaca pesan itu Arka langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan tidak berniat membalas chat dari Alena.


Setelah itu Arka memutuskan untuk pulang ke apartemen.


Sampai di apartemen Arka lamgsung membersihkan tubuhnya. Setelah mandi Arka langsung menuju ruang tengah dan langsung menyala-nyala TV.


Tak lama kemudian adzan maghrib pun berkumandang, lalu Arka langsung bergegas untuk melaksanakan shalat maghrib.


Setelah melakukan shalat maghrib, Arka kepikiran dengan Alena karena sudah malam tapi Alena nggak pulang pulang.


Lalu Arka memutuskan untuk mengahampirinya ke rumah Resti.


Tok...Tok...


Lalu pintu pun terbuka dan nampaklah Resti.


"Eh ka,tumben lo kesini?" ucap Resti


"Gue mau jemput Alena, Alena ada disini kan?" tanya Arka


"Tadi Alena emang ada disini, tapi Alena udah balik dari tadi," jawab Resti


"Beneran?" tanya Arka


"Iya bener,"


"Yaudah kalau gitu gue balik dulu ya res," pamit Arka


"Iya,"


Lalu Arka langsung menaiki motornya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Resti.


Saat perjalanan ingin pulang, Arka mendengar suara orang minta dan matanya sengaja liat seorang cewek dijalan dirampok sama dua orang preman dan ceweknya itu kayak familiar banget Arka.


"Tolong...Tolong..." teriak cewek itu


Lalu Arka langsung turun dari motornya untuk membantu cewek itu dan ternyata cewek itu adalah.....


Siapa hayo ceweknya? Kalian penasaran kan, sama aku juga pendarasan hehe


'Lanjut thor'


Iya-iya kita lanjut kecerita...


Ternyata cewek itu adalah Alena, lalu Arka langsung menghajar preman itu.


"Arka," gumam Alena


Lalu Arka langsung berantem sama kedua preman itu dan arka sempat kena pukul sama preman yang berbadan besar.Arka pun langsung membalasnya dan kedua preman itu pun langsung kabur.


"Lo nggak papa al?" tanya Arka, Alena hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ayo pulang!" ajak Arka

__ADS_1


"Hmm,"


Kemudian Arka dan Alena langsung menuju ke motor Arka, dan mereka langsung naik ke motor, lalu Arka langsung melajukan motornya.


Saat diperjalanan tiba-tiba hujan puji turun.


Bress...


Lalu Arka langsung menepikan motornya ke halte dan mereka berdua berteduh disana.


Sudah beberapa menit tapi hujan pun belum reda.


Saat Alena lagi menggosokkan tangannya karena dingin, tiba-tiba ada sebuah jaket yang terpasang dipundaknya. Lalu Alena langsung menoleh ke belakang.


"Nggak usah,buat lo aja," ucap Alena sambil melepas jaket Arka dari pundaknya.


"Lo pake aja,lo kedinginankan,"


"Buat lo aja,gue nggak kedinginan kok,"


"Lo pake aja,nggak ada penolakan,"


"Ck!,"


Lalu Alena langsung memakai jaket Arka ke tubuhnya.


Beberapa menit kemudian hujan pun sedikit reda,lalu Alena dan Arka langsung memutuskan untuk pulang. Tapi saat perjalan ke apartemen tiba-tiba hujan lagi, dan mereka pun memutuskan untuk menerjang hujan.


Sampai di apartemen alena dan Arka langsung mengganti bajunya karena baju mereka basah kuyup. Setelah mandi Alena memutuskan ke dapur untuk membuat minuman untuk dirinya dan Arka.


"Nih," ucap Alena sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat ke Arka. Dan Arka langsung menerimanya dan langsung meminumnya.


Alena langsung menuju nakas untuk mengambil obat merah. Setelah ini Alena langsung membawanya ke tempat Arka.


"Sini luka lo gue obatin," ucap Alena


"Nggak usah,bentar lagi juga sembuh,"


Alena tak menggubris ucapan Arka, dan ia pun langsung menempelkan kapas yang ada obat merahnya ke sudut bibirnya Arka.


"Aww," rintih Arka


"Kan gue udah bilang, gue nggak mau diobatin,nanti juga sembuh sendiri,"


"Bawel,nih udah selesai,"


Setelah itu alena langsung mengembalikan Obat merah ke dalam laci nakas.


Kemudian Alena langsung membawa gelas kotornya ke belakang dan langsung mencucinya. Setelah itu Alena langsung menuju kamarnya.


Sampai kamar Alena langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dan tinggallah suara dengkuran Alena.


***


Pagi pun tiba, sinar matahari sudah muncul dicegah gorden kamar Alena dan Arka dan membuat Alena terbangun dari tidurnya.


Setelah itu Alena langsung beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi.


Kemudian setelah mandi Alena memutuskan ke dapur untuk membuat sarapan, tapi niat itu pun ia urungkan karena Alena melihat Arka badannya menggigil.


Alena pun langsung menghampiri tempat tidur Arka dan langsung memegang dahinya, saat memegang jidatnya ternyata panas banget. Ini pasti gara-gara tadi malam.


Lalu Alena langsung menuju kebawah untuk mengambil kompresan. Setelah mengambil kompres Alena langsung membawa ke kamar dan langsung menaruh handuk kecil ke jidatnya Arka. Dan menarik selimut Arka sampai batas dada.


Setelah itu Alena berinisiatif untuk membuatkan Arka bubur,lalu Alena langsung menuju dapur untuk membuat bubur.


Beberapa menit kemudian buburnya pun sudah matang, lalu Alena langsung membawa bubur itu ke kamar.


Sampai dikamar Alena langsung membangunkan Arka untuk makan dulu. Tapi sebelum membangunkan Alena pun melamun sambil melihat wajah Arka.


"Ka lo kalau tidur ganteng banget," gumam Alena dan lamunan Alena pun buyar.


"Ih, apaan sih alena," Gumam Alena.


Lalu Alena langsung membangunkan Arka.


"Ka, Arka bangun!! Nih makan dulu," ucap Alena sambil menepuk nepuk tangan Arka.


"Engh,"


Tak lama Arka membuka matanya.


"Nih makan dulu," ucap Alena


Lalu Arka langsung bangun dari tidurnya dan langsung menerima buburnya.


"Emm, yaudah ka gue ke kampus dulu ya,nanti mangkoknya lo taruh aja di atas nakas nanti biar gue yang nyuci," ucap Alena


"Iya,"

__ADS_1


Lalu Alena langsung mengambil slingbag nya dan langsung menuju kampus.


TBC


__ADS_2