ANAK DARAH

ANAK DARAH
The power of akad


__ADS_3

Perjanjian 20 agustus 2018(pacaran), kemudian ikatan 20 februari 2020(Tunangan) sesaat lagi akan menjadi 06 November 2021.


Hari yg aku impi impikan segera jadi kenyataan. Foto demi foto Prewedding telah diambil. Foto 3x4, 4x6, dan 2x3 telah dicetak. Begitu pula undangan telah tertuliskan. Banyak orang penasaran dengan apa yang akan di persiapkan. Entah mewah ataupun sederhana yang ku perdulikan hanyalah hikmat dan sakral acara nanti.


Para keluarga telah menyiapkan berbagai macam kado, mulai dari bed cover, baju, piring, dll. Bahkan keluarga juga sudah menyiapkan sebuah panggung musik dan hadra islami untuk hari istimewa kami.

__ADS_1


Ibu dan ayah sudah menyiapkan MUA untuk hari besarku. Dan juga pelukis henna untuk tangan ku. Hiasan dinding yang berada di halaman rumah juga telah dipesan. Namun di saat bersamaan ibu dan ayah ku tengah menyelesaikan ruangan extra di bagian selatan rumah ku. Sungguh biaya yang amat menguras gaji untuk orang se tingkat kami.


Hari telah tiba...


Para juru masak telah datang, para tetangga telah bergotong royong saling membantu menyelesaikan tugas masing masing. Aku terbangun dari tidur mendengar suara para tetangga mengupas kelapa, mereka datang begitu pagi, 2 hari sebelum hari H. Aku melihat orang orang tengah menyelesaikan bagian nya masing masing, dari memotong daging, mengumpulkan daun pisang , membeli buah dll.

__ADS_1


Tiba sudahh...06 November 2021 Hari pernikahan ku. Grup MUA telah datang menghias ku. Aku ditidurkan sambil di make up untuk akad ku. Ada banyak anak kecil yang mendapingi ku, mereka adalah adik adik sepupu ku yang sudah datang dan menginap jauh jauh hari untuk membantu segala persiapan pernikahan. Aku kaya akan saudara dimana meski aku hanya dua bersaudara tapi aku memiliki 12 sepupu dari saudara ibu ku.


Aku sudah selesai di rias, pihak Leo telah datang sebelum aku selesai, membawa seserahan seperti baju dan kerudung sebagai seserahan. Cincin 2gr dan seperangkat alat solat sebagai mas kawinku. Di saat yang bersamaan Pak penghulu datang dan seperti biasa, Penghulu buru buru untuk mengawinkan karena Penghulu di dunia sinetron dan nyata sama saja. hihihi. Sampai sampai pengantin laki laki / Leo tak sempat memakai jas yang sudah dipersiapkan jauh jauh hari karena Penghulu yang buru buru.. aduh pakkk...! takut ketinggalan kereta api ya...?


Serasa tak lengkap dan sia sia karena aku telah menyiapkan jas itu untuk Leo di momen yang sakral ini. Dalam hati kasihan pada Leo. Tapi mau bagaimana lagi. Setelah aku dan Leo dipanggil untuk duduk di depan Pak Penghulu dan ada meja rendah di antara kami, aku sangat tercengang !!!! ... Aku pikir yang akan menikahkan kami adalah Kiyai Mannan, perangkat Desa yang biasa jadi Penghulu untuk mengawinkan pengantin di desa kami. Tapi ternyata dia adalah Ustad ku di Pesantren tempat aku menimba ilmu, dia adalah menantu dari Kiyai ku.. Kami sudah 5 tahun tak bertemu setelah aku lulus dari SMK di Pesantren. Entah ini kebetulan atau apa tapi dulu nya ketika aku mondok, aku merasa tidak betah di Pesantren, dan ingin pulang tanpa mondok tapi hanya Sekolah umum saja disana, yang penting aku ingin pulang ke rumah meski harus antar jemput ke Sekolah yang merupakan milik Pesantren Dan saat Ustad sedang berceramah, beliau mengatakan, " jika kalian tidak mau menimba ilmu, kalian mau menikah, biar saya nikahkan saja sekarang " hihihi aku jadi malu karena apa yang ia ucapkan dulu kini terjadi. dia lah yang menikahkan aku dengan Leo sekarang. entah jodoh atau apa kami selaku murid dan Guru masih di pertemukan di rumah tempat kediaman ku sendiri. Allah memberkahi kami.

__ADS_1


Paman tertua ku dan kakak perempuan tertua Leo menangis atas hikmat nya akad pernikahan kami...


__ADS_2