
saat tempat nasi nya terjatuh, ke dua orang yang sedang di dalam ruangan dengan sigap melihat ke arah sumber suara
" eh eh eh.... kok pembantu lo ada di sini sih sayang" risa
" jaga ucapan lo sa, harus nya lo yang gua tanya itu lo, lo ngapain di sini?" zihar
" ya minta maaf lah soal dulu"
" hahahaha sayang nya, gua sudah menikah risa, mau tau siapa yang gua nikahin, tuh" zihar menujuk arah ayra
" whhaattttt, pembantu lo har???"
" iya pembantu gua, mau dulu mau sekarang dia masih pembantu" zihar
" hhhhhhha.... kasihan nya, lo masih di anggap pembantu sama suami lo" risa
" risa, ternyata fikiran lo pendek ya, maksud nya gua itudia pembantu hati gua" zihar
" pembantu hati?? whattt !! yang bener aja lo har" risa
"hm..."
" untung masih pembantu hati ya bukan pemilik hati hhhhha, eh tapi kok bisa sih cewe ini jadi pembantu lo zihar?" risa
" RISA!!! jaga ucapan lo, begini juga dia istri gua apa yang udah gua punya and gua miliki itu udah terbaik menurut gua, jangan. pernah lu ngusik kehidupan gua sama istri gua lagi, atau lu gak akan kenal ampun ngerti lo!" ucapan zihar sedikit di tekan kan karena dia udah muak dengan perkataan risa
baru kali ini aku di belain sama mas zihar, andai selama nya mas zihar seperti ini ya allah, aku akan sangat bahagia" gumam ayra
" bunda jangan dengerin omongan wanita itu ya, dia cuma benalu bagi kita"
ayra edikit menganggukan kepala dan terseayra sedikit " kenapa dia memanggil ku bunda? waktu itu dia memanggil ku bunda tanpa ada angin atau pun hujan, lalu dia memanggil ku dengan nama dan aku kamu, sekarang bunda lagi, apa karena dia bersandiwara ya, arrgghhh inget ayra kamu sekarang istri dia jangan macam macam berfikiran nya" gumam ayra dalam hati karena di buat bingung oleh tingkah suami ny
__ADS_1
" ihhhh jijik banget kalian ya manggil bunda, hoekkk" ucap risa yang menirukan gaya orang muntah
" ya kalau jijik silahkan keluar nona risa adinda permana!!!!"
"huh" ucap risa lalu keluar dengan perasaan kesal
" maaf kan sikap ku tadi pagi ayra, pagi pagi aku sudah memarahi mu, lalu bertindak yang tidak jelas tadi pagi" ucap zihar
" iya gak apa apa mas, lagi pula aku tau kok kamu banyak kerjaan , jadi maaf aku tadi gak nanya duku, jadi tadi kamu udah berangkat aku langsung siap siap mandi ngeberesin kamar dan bla bla bla bla aku langsung ke sini deh hhhe" ucap ayra panjang kali lebar
"eh tadi bagaimana kamu bisa sampai ruangan ku?" zihar
" tadi aku nanya di resepsionis nya, ?"
" emang di bolehin ?" zihar
" gak"
" kok bisa sampai sini?"
" hmmmmm...."
" ayok makan di luar?" zihar
" ayo!"
mengapa mas zihar jadi perhatian banget ya sama aku, dulu dia dingin banget sama aku, apa karena ..... arghhh jangan berfikiran aneh aneh ayra" ayra bergumam dalam hati sambil mengibas ibaskan tangan nya di depan muka nya, zigar yang melihat tingkah konyol istri nya itu, tertawa kecil tapi tidak terlihat ....
di kantor...
tok tok tok
__ADS_1
" masuk" zihar
" tuan, ada nona tesa ingin bertemu dengan anda?" aldo
" suruh dia masuk!"
" baik tuan"
tap tap tap
" hallo sayang...."
" siapa dia berani memanggil suami ku sayang" ucap ayra dalam hati sesekali melirik tesa
" siapa dia sayang?" tesa
" ziharrrr!!!!!!" tesa membentak zihar
" siapa kau berani membentak ku!" ucap zihar menaikan nada bicara nya
" zihar kenapa kamu seperti ini?" tanya tesa
" sudah ya mas zihar pagi pagi sudah marah nanti muka nya keriput lo" goda ayra
" siapa lo berani megang tangan calon suami ku???" tanya tesa
" apa??? calon suami?? yang tepat adalah mantan calon suami!!" ucap zihar sedikit menekan nya
ya . Tesa adalah wanita yang dulu di jodohkan dengan zihar, tetapi tesa lebih memilih karir nya sebagai model di banding beruhubungan dengan zihar
" ini istri gua!" ucap zihar
__ADS_1
" apa??? ternyata selera lo rendah ya, cewe kaya gini di jadiin istri lo, udah culun kecil....." ucap tesa belum selesai
tiba tiba...........