Anak Yang Disiksa Ibunya Sendiri

Anak Yang Disiksa Ibunya Sendiri
part 15 Bimbang


__ADS_3

ketika malam tiba sunyi senyap mulai pun terasa dinginnya hembusan angin malam menusuk pori-pori kulit.


Nur mulai meratapi nasib yang dia derita selama ini.ia bimbang memikirkan keputusan yang di alami selama ini.alahkah bahagianya diri ini andai kata keluarga yang kita punya bisa menyayangi kita seperti orang yang sebagai mana mestinya.


Nur menatap langit-langit di kamarnya hingga larut malam.ia tak bisa tidur memikirkan apa yang harus ia putuskan ia bimbang antara pergi dari rumah atau tidak.


bu imah yang sedari tadi merasa senang sebab ia melihat nur mengalami kesusahan.


orang yang hidup di dunia ini terlalu beragam sifat dan pola pikir masing-masing.kebanyakan orang lebih memilih gengsinya dari pada mengikuti kata hatinya.


pak ahmad baru pulang kerja karena harus lembur sampai larut malam sebab ada kerjaan yang harus selesai malam ini juga.


Di dalam kamarnya Nur merenung dalam hati.ia melihat buku tabungannya terus menerus.ternyata sudah lumayang banyak.itu sudah bisa saya pake untuk memulai hidup mandiri.


pak ahmad memperhatikan Nur akhir-akhir ini sering murung.semenjak kejadian itu nur sudah tak banyak bicara lagi,ia baru bicara kalau merasa ada yang penting perlu di bicarakan.

__ADS_1


di sisi lain ilham merasa bahagia karena ibunya mendapat pekerjaan baru yakni buru cuci tetap hingga ia tidak perlu memulung lagi.sehingga ia sudah punya gaji tetap untuk membiayai kedua anaknya.ilham juga sekarang sudah mendapat kerjaan tambahan jadi loper koran.setiap pagi sebelum berangkat sekolah ilham mengantar koran ke setiap rumah pelanggannya.jadi ia akan mendapat gaji setiap bulannya.


kini imran juga senang karna sudah tidak ditinggal pergi oleh bu darma.ia juga sudah mulai akan sekolah tahun ini.jadi bu darma dan ilham harus lebih giat lagi mengumpulkan uang agar dapat memenuhi kebutuhannya.meskipun sekarang mereka sudah memiliki penghasilan tetap.


Nur dulu periang sekarang berubah 180 derajat kini ia sering melamun juga konsentrasi belajarnya mulai menurun.bu yanti yang ikut memperhatikan Nur kondisinya yang seperti ini akan mengganggu konsetrasinya hingga bu yanti mendekati nur untuk menanyakan apa yang terjadi pada muridnya.


Bu yanti "apa yang terjadi pada dirimu nak hingga engkau bisa seperti ini".


Nur" aku bimbang bu sebab di keluargaku aku hanya dianghap sebagai beban ibuku".


Nur"aku tidak tau bu,soalnya selama ini saya pulang terlambat ibu tidak pernah mempermasalahkan tapi kemarin aku pulang terlambat ibu memukulku tanpa bertanya apa yang saya lakukan hingga saya pulang terlambat".


Bu yanti" memang apa yang kamu lakukan nak hingga kamu sering pulang terlambat"?


Nur" selama ini saya pulang terlambat karena saya bekerja di warung bu Ani ketika saya pulang sekolah."

__ADS_1


Bu yanti"oh kalau begitu berarti kamu harus menjelaskan kepada ibumu apa penyebab kamu selama ini pulang terlambat."


Nur" saya tidak tau bu bagaimana cara saya akan menjelaskannya kepada ibuku.sebab saya takut ibuku bisa lebih marah lagi kepadaku.jadi biarlah ibu mau melakukan apa saja kepada saya sudah pasrah dan ikhlas menerima semua perlakuannya terhadapku.


jika ibu lebih senang kalau memukulku atau memarahiku setiap hari aku sudah terima apa pun ia mau perbuat terhadapku.


Bu yanti" apakah kamu sudah memberi tahu bapakmu nak"?


Nur" bapak saya sudah banyak kerjaan di kantornya saya tidak mau menambah beban pikirannya lagi."tapi jika ada jalan keluar dari permasalahan ini saya akan mengalah apa pun saya akan lakukan asalkan mereka bahagia."


pak ahmad yang sering melihat nur melamun akhirnya ia mendekati putrinya,lalu pak ahmad menanyakan apa yang engkau pikirkan nak"?


Nur "saya tidak memikirkan apapun pak,saya hanya capek mengerjakan tugas sekolahku yang sangat banyak.lagi pula nur berpikir tak lama lagi Nur akan masuk SMP pak berarti lebih banyak lagi biaya Nur harus keluarkan dan sekolahku pun lebih jauh lagi dari yang sekarang.


pak ahmad" kalau soal biaya sekolahmu itu bukan utusan kamu nak.itu tanggung jawab bapak lagi pula apa selama ini bapak pernah mengeluh soal biaya sekolah kalian.bapak bekerja mencari uang itu untuk memenuhi kebutuhan kalian semua jadi jangan pernah kamu jadikan beban pikiran hanya soal biaya nak.bapak janji akan bekerja keras agar kalian bisa melanjutkan sekolahmu ke jenjang yang lebih tinggi.

__ADS_1


__ADS_2