antara kawan dan lawan

antara kawan dan lawan
Bab 7 jawaban nindi


__ADS_3

Dengan serius arga memandang wajah nindi yang malam itu menurutnya begitu berbeda.


"Aku cinta sama kamu dan hanya aku yang boleh memilikimu" Bisik arga di telinga nindi


nindi pun menoleh arga ia memandang wajah arga lalu tersenyum sambil berkata


"gombal" Balas nindi


"Aku serius" Arga menatap mata nindi sengan tatapan yang sulit di artikan, tapi malam itu arga begitu terpesona akan nindi tanpa ia sadari wajah mereka sudah begitu dekat bibir arga mulai menyentuh bibir nindi, tidak ada penolakan dari nindi hingga akhirnya arga terbawa suasana, ia mencium dan m*****t bibir nindi hingga nindi mendorong tubuh arga karena ia kehabisan nafas, arga menghentikan sejenak aktifitasnya ia menatap mata nindi


"Maaf sayang" Ucap arga sambil mengusap tepi bibir nindi,


Nindi hanya mengangguk menanggapi perktaan arga, malam itu mereka bermesraan hingga tanpa sadar film yang di tonton sudah selesai dan mereka terkejut karen lampu bioskop sudah menyala.


Mereka bergandengan tangan, arga mengjak nindi untuk mengelilingi kota malam itu, keduanya tampak sangat mesra di tengah perjalanan itu.


....... Di sisi lain.....


Afik yang awalnya berniat mengunjungi nindi di rumahnya, saat itu di dalam mobilnya ia tanpa sengaja melihat arga sedang membonceng nindi


"Mau kemana mereka, apa aku ikutin aja ya" Gunam afik


Afik dengan tatapan yang tidak bersahabat itu membuntuti arga sampailah ia di bioskop, afik terus mengikuti arga, ia pun juga ikut memesan tiket bioskop yang tempat duduknya tak jauh dari arga dan nindi.

__ADS_1


"Arga bisik - bisik apa tuh" Gunam afik, hingga ia melihat yang sedang mereka lakukan


"Sial" Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut afik hingga ia memutuskan pulang, ia terlihat begitu marah saat itu.


Keesokan harinya afik menghubungi nindi ia mengajak nindi jalan hari itu. Karena nindi menanggapi nya afik berangkat kerumah nindi dan menjemput nindi. Afik memang audah merencanakan akan mengungkapkan perasaannya pada nindi, ia sudah tau konsekuensi seburuk mungkin yang akan ia terima.


Memang itu sudah kesekian kali mereka jalan bahkan sebelum arga jadian sama nindi mereka sudah saling kenal dan sering bertemu tapi memang afik yang keduluan sama arga.


Hari itu afik mengajak nindi ketempat wisata di kota L****** yang sangat ramai, nindi dan afik terlihat sangat bahagia dan mereka duduk di tempat yang romantis.


"Nindi aku ingin mengatakan sesuatu padamu tapi aku sebenernya nggak enak" Ucap afik


"Katakan saja fik kita kan udah lama kenal g usah pakek nggak enk segala" Balas nindi


Saat itu nindi hanya menutup mulutnya karena ia terkejut "serius???" Ucap nindi


"Serius... Dan kamu tau perasaanku saat tau kamu udah jadian sama arga, hati ini terasa begitu sakit, aku udh g bisa menahannya dan terpaksa aku ngungkapinnya sekarang" Balas afik


"Terus kenapa kamu nggak bilang dari dulu" Nindi, afik pun terdiam saat itu ia berfikir kalau ia sangat bodoh karena tidak mengungkapkan perasaannya


"Aku juga sebenernya punya perasaan yang sama kayak kamu" Ucap nindi lagi


"Beneran nindi ? " Balas afik, nindi hanya membalasnya dengan anggukan kepala

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan arga" Ucap afik


"Ya gimana aku nggak tau, hiks... Hiks... " Ucap nindi dengan agak menangis


"Jangan nangis nindi aku g pingin liat kamu menangis" Balas afik sambil memeluk nindi dan mengusap rambutnya


"Kita jalani apa adanya aja dulu ya, entar kelanjutannya biar mengalir seperti air aja" Bisik afik.


Nindi hanya mengangguk


mereka pun melanjutkan liburannya hinggat tanpa sadar hari sudah menjelang petang dan afik mengajak nindi pulang.


"Yaudah kita pulang yuk udah sore juga" Ucap afik. Kini ia menggandeng nindi untuk keluar area itu setelah sampai di mobilnya afik dengan tatapannya ia memandang nindi lalu afik mendekatkan wajahnya dan ia pun mengecup bibir nindi..


"Cup.. "Makasih ya"" Ucap afik lalu ia pun mengendarai mobilnya untuk pulang.


Tanpa memikirkan perasaan arga mereka saling bermesraan di dalam mobil. Drrrrrrt... Drrrrrrt.. Drrrrrtt. Hp nindi ber bunyi


"Siapa " Ucap afik


"Mas arga" Balas nindi


"Oohh yaudah biarin aja jangan di terima" Ucap afik lagi dan nindi mengangguk

__ADS_1


Setelah sekian lama di jalan akhirnya afik sampai, setelah nindi masuk ke rumah afik langsung pamit pulang.


__ADS_2