
Marin membaringkan tubuh nya diatas kasur setelah tadi mengganti pakayan nya dan menumpahkan tangis nya yang tertahan saat bersama Reza ,,
Putri memandang marin dari ujung kasur ,putri tau tidak saat nya untuk dia bertanya saat ini,
''Rin kamu sudah makan ''
Marin menganggukan kepala nya
Putri beranjak dari duduk nya dan beberapa menit kemudian dia datang membawakan marin secangkir teh hangat
''Rin minum dulu ''sambil duduk disisi marin
''Tarok aja put aku belum haus, aku hanya ingin tidur ''
Putri meletakan cangkir teh diatas meja yang ada disebelah tempat tidur, setelah itu dia menggenggam tangan marin
'' istirahat lah,nantik kalau kamu butuh apa-apa aku ada diluar ,hari ini aku free ''ucap putri
Marin menganggukan kepala nya
,,,
,,,
Apa ini yang dikatakan ibu nya ,untuk mendapat kan sesuatu yang berharga kita mesti melewati ujian ,hambatan ,dan rintangan ,dan yakin lah wanita baik-baik akan dipertemukan dengan pria baik-baik
Marin berusaha memicingkan mata nya tapi tetap tak bisa tidur ,ahhh bagaimana bisa tidur hati nya yang sedang sakit menjalar ke kepala memikirkan semua nya ,sesekali air mata masi menjalar di pelipis mata nya ,berkali-kali dia menyebut didalam hati semua ini konyol ,baru berusaha untuk membukak hati malah sekarang entah lahhh,,,,
Marin sengaja membuat handphon nya dalam mode hening ,dan dari tadi dia tidak ada niat untuk melihat benda pipih tersebut ,walau pun mata nya memicing tetap saja dia bisa mendengar ,marin memang enggan untuk membukak mata nya walaupun tak bisa terlelap sedikit pun
,,,,
,,,,
''Halo mas ,marin lagi tidur ''
''Apa dia baik-baik saja put''
''Kurasa tidak ,ada apa mas ?,tadi saat pergi raut waja nya bahagia ,tapi saat pulang mengapa begini ''
Reza terdiam dugaan nya benar kalau marin akan meluap kan kesedihan sendiri
''Mas ''
''Iya put ,boleh aku mintak tolong put ,jaga dia baik-baik put ,nantik akan aku ceritakan semua nya pada mu ''
''Tampa perlu mas Reza suruh aku akan menjaga nya ''
__ADS_1
''Terimakasi put''
''Mmm''
Apa masalah yang telah terjadi antara mereka ,bagai mana pun putri turut andil dalam hal ini dia lah yang memperkenalkan Reza ke marin dan niat nya ingin teman nya bahagia tapi apa sekarang yang dilihat nya ,dia tau bagaimana keluarga Reza keluarga yang sangat baik mereka tidak perna menilai orang dari latar belakang nya dan status orang tersebut
,,.
,,..
,,.
Reza memasuki rumah nya beberapa saat dia tertegun mendengar suarah lirih ibu nya
''Akhir nya kamu pulang juga za ''ibu nya menarik nafas pelan ''duduk lah ,mama ingin bicara dengan mu ''
Reza pun melangkah mendekati ibu nya dan duduk disebelah kanan ibu nya
''Dari mana ''
''Bertemu marin ''
''Kamu sudah cerita semua nya ,dan pasti nya dia kaget kan ya ''ucap ibu nya
''Mmmm''
Reza menganggukan kepala setetes air turun dari pelipis mata nya
Melihat anak nya seperti itu ibu mana yang tak sedih dan bercampur rasa kecewa dia tak Abis pikir kenapa anak nya melakukan hal yang tak perna diajarkan nya ,tapi naluri seorang ibu tak sanggup melihat anak nya dalam keadaan kacau seperti ini dan dengan lembut dia memeluk tubuh Reza dan mencium puncak kepala anak nya itu
''Kamu tau kan ini semua salah mu ''
Reza menganggukan kepalanya dalam pelukan Ibu nya
''Kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kamu lakukan ''
Reza mendongak kan waja nya melihat ibu nya ''ma,, Reza sudah ingin bertanggung jawab dulu ma Reza tak perna lari dari tanggung jawab sedikit pun ,mama tau kan ''Reza mundur dan melepaskan pelukan ibu nya ''dan mama tau mereka yang menolak nya dan membuat mama malu ,sekarang mereka datang lagi ,apa mau meraka ma ??''
Ibu nya hanya bisa menatap Reza dengan raut sedih di wajah nya
''Ekhmm''
Reza dan ibu nya menolek kearah surah
''Betul kata mama mu ,apa yang telah kamu lakukan harus kamu pertanggungjawabkan ''Pak Haris duduk disebelah putra nya sekarang Reza diapit oleh kedua orangtua nya
Pak Haris memegang pundak Reza ''selesaikan masalah ini ,papa percaya pada mu ,satu hal yang membuat papa kecewa kenapa kamu tidak jujur dari awal kepada kami semua ,kenapa harus kamu sembunyikan masalah ini ''
__ADS_1
''Maaf ''ucap Reza
''Sekarang papa ingin tau apa rencana mu ''
''Reza tidak mencintai Tia pa, dulu iya tapi sekarang tidak lagi ,Reza akan menemui Tia dan mengajak dia bicara dan Reza ingin tau apa yang diinginkan nya ''
Pak Haris menganggukan kepala nya ''baik lah ,marin bagai mana''
Sebelum menjawab ucapan ayah nya Reza menghembuskan napas nya ''Reza sudah jujur semua nya tidak ada yang Reza sembunyikan ,saat ini yang Reza tau dia kecewa ,''
''Kau mencintai nya ''ucap ibu nya
Reza menganggukan kepala nya ''sangat ''
Ibu dan ayah nya tersenyum ''saat nya kamu berjuang ''ucap ibu nya ''mama seharian tadi berpikir kenapa baru sekarang mereka menceritakan masalah ini kenapa bukan dari dulu ,dan lagi-lagi mama berpikir apa Maksut semua ini ''
''Itu juga yang papa pikirkan ''
Hening ,,,,
,,,,
,,,.
Sudah seharian dia tidur-tiduran bukan tidur ,mata yang sudah sembab bagai manatidak air mata terus mengalir ,sekarang dia mulai beranjak dari tidur nya dia harus kuat bukan ini saja masalah yang mesti dihadapi nya dan dipikirkan nya ,masi ada ibu yang harus dipikirkan nya dan kakak nya ,kalau melihat dia seperti ini akan membuat orang yang dicintai nya kecewa yaitu ibu nya
Marin telah selesai membersihkan tubuh nya dan beranjak keluar dari kamar menuju dapur dan membuka lemari pendingin mengambil telur yang ada didalam lemari pendingin lalu membuat omelet,
Marin menambah kan nasi untuk menemani omelet nya ,itu lah menu makan malam nya segampang itu ,dia makan dengan diam dan mengacukan putri yang dari tadi melirik nya ,sampai sekarang putri tak berani pertanya apa yang terjadi pada marin
Setelah mencuci piring marin duduk disebelah putri ,,
''Sudah baikan ''
Marin menganggukan kepala nya
''Kamu gerjain apa ''
''Ini ada sedikit kerjaan kantor yang belum kelar Kemaren jadi sekarang tinggal revisi aja ''
Marin menganggukan kepala nya ''sudah makan ''
''Belum ,tadi rencana mau ajak kamu ''ucap putri sambil nyegir ''tapi seperti nya aku pesan deliveri aja ,aku takut bisulan kalau makan telur terus ''ucap nya sambil melucu
Putri melirik marin yang sudah bisa tersenyum walaupun sedikit
''Maaf aku membuat kamu kuatir ''marin menghirup napas nya pelan ''nantik aku akan cerita ''
__ADS_1
Putri menganggukan kepala nya ,dia megerti dengan sikap teman nya seperti itu kalau dia bilang akan menceritakan nantik dia pasti akan menceritakan nya yang jelas dia akan sabar menunggu nya