Apakah Aku Hijrah?

Apakah Aku Hijrah?
3#Malam yang dingin


__ADS_3

" kakaaakk,,, tungguinn!! " ucap jojo sambil berlari mengikuti kakaknya.


" hos... hosh... hosh... kakak.... hosh.... jahat... hosh... banget... hosh... sama.... hosh... adek... hosh.... sendiri... hosh... masak...hosh...ninggalin...hosh... adek...hosh...di dekat...hosh...kuburan...hosh...hosh..." ucapnya terbata bata karena berlari di jalan yang mendaki.


yaa,,, sebelum masuk ke rumah neneknya mereka harus melalui jalan kecil yang hanya muat untuk jalan kendaraan beroda dua. jadi mereka harus jalan dulu sekitar 5 meter keatas, yang sedikit mendaki.


" ya kamu yang salah sih, diajak keatas malah bengong. " ucapnya sambil membuka sepatu.


tok tok tok...


"assalamu'alaikum, nek" ucapnya


cekrek...


" Waalaikumsalam, ehh kalian... kok lama? abang Hariz udah sejak tadi." ucap nenek


" abang tadi main ninggalin aja nek, kami tadi ketiduran. " ucap yuli sambil menyalami neneknya. yang juga diikuti oleh adeknya.


" ooh,, gapapa... abang Hariz lagi di belakang sama kakek. " ucap nenek


" yaudah nek, kita ke kamar dulu, nanti baru nyusul bang Hariz ke belakang. " ucap yuli sambil berjalan ke kamarnya.


yaa,, dia memang udah tau dimana kamarnya. karena memang kalau hanya keluarga nya yang pulang kampung kamarnya selalu disitu. rumah neneknya tidak bertingkat, tetapi cukup luas kalau dibandingkan dengan rumah pada biasanya. memiliki 5 kamar ,satu dapur, ruang makan, ruang tamu, ruang keluarga, 2 kamar mandi dan jangan lupakan taman mini dan tempat peliharaan di bagian luar. tempat yang luas dan asri. cocok untuk menghilangkan penat.


sesampainya di kamar...


" hmm... masih bersih dan terawat. mudah mudahan aku bisa merubah diriku menjadi seperti nenek dan kakek yang selalu nomor satu dalam kebersihan dan kedisiplinan juga pandai pandai dalam memakai barang. " batinnya.


" kak,, aku sekamar sama kakak aja ya, soalnya aku takut kalau tidur sendiri. biasanya kan sama Bang haris, sekarang sama kakak yaa. boleh yaa kak." ucap johan sambil memelas dengan wajah imutnya.


" jangan tunjukin wajah jelek kamu itu lagi , malas kakak nengoknya, mirip anak bayi, hihihi. " ucap yuli diiringi tawa.


" oke oke kita sekamar, tapi kamu jangan berantakin barang barang kakak ya.. " sambung nya sambil mengapit hidung adeknya dengan kedua jarinya.


" ihh,, kakakkk.. sakitt. " ucapnya sambil merengek. " iya iya aku janji ga bakalan berantakin barang barang kakak. " sambung nya.


" yaudah yuk, kita nyusul bang Hariz ke belakang. " ucapnya sambil melangkah ke luar kamar.


sesampainya di belakang, tepatnya di antara taman mini dan tempat peliharaan hewan...


" sttt... jangan berisik ya, kakak mau ngerjain bang Hariz. " ucapnya berbisik ke telinga adeknya.


" oke kak. " ucap johan sambil membentuk jarinya seperti 👌


1...2...3...


" hayo... tadi abang udah ninggalin kita sama udah ngerjain aku kann. " ucapnya sambil menjewer kedua telinga abang nya yang sedang duduk.


" aduh aduh duh duh,,, sakit sakit, maaf deh, tapi lepasin dulu, sakit nih. " ucapnya memohon.


" gak mau, pokoknya abang harus ganti rugi!! " ucap yuli

__ADS_1


" apanya yang ganti rugi? lecet aja nggak. " ketusnya


" pokoknya abang harus ajak kami keliling desa ini dan jangan lupa sekalian belanja,hehehe. " ucapnya tersenyum


" Hmm... itu mah ambil kesempatan dalam kesempitan. " gerutunya.


" oke oke, tapi besok ya. sekarang abang capek nih, blom mandi juga. " sambungnya


" oke, siip itu mahh. " ucapnya tersenyum menunjukkan gigi putih nya.


ternyata ada tiga orang yang lagi menonton pertengkaran mereka.


" khem... udah blom berdebat nya? udah laper atau blom? " ucap seseorang yang diujung sana.


" eh,,, lupa belom salaman sama kakek. " ucap yuli.


" itu mangkanya kalau baru dateng itu baca salam dulu, ini nggak, main tarik tarik tarik telinga orang aja. sampai gak tau kalau ada kakek sejak tadi disitu. " ucap Hariz menoyor kepala adeknya.


" iya iya... " cicitnya


" assalamualaikum, kek. apa kabar kek? " ucapnya menyalami kakeknya.


" Waalaikumsalam, alhamdulillah kakek sehat. " ucap kakeknya.


" maaf ya kek, tadi jadi kelupaan gara gara bang Hariz. " ucapnya cengengesan sambil menjatuhkan bokongnya di kursi.


" ehh, kenapa abang di bawa bawa. " sela Hariz cepat


" udah udah, ayo makan dulu. nenek ambi nasi dulu kedalam. " ucap neneknya melerai pertengkaran keduanya.


" sejak mulai film pertengkaran gratis tadi. " ucapnya cengengesan.


" ehh,, tapi ini bukan kue loh, ini kacang. enak banget loh kak, harumm. " sambung nya.


" iya iya kacang nenek kan paling enak. " ucapnya menyambar toples ditangan adeknya.


" eh kakaak itu kan punya akuu. " rengeknya.


" wleekkk.... " cibir yuli ke adeknya.


Kacang buatan neneknya emang makanan kesukaan mereka. karena rasanya yang enak, dan diproses sendiri mulai dari menanam kacangnya sendiri sampai membuatnya menjadi kue kacang.


nenek pun datang membawa nasi dan mereka pun makan di dekat taman yang sengaja dibuat untuk bersantai menghilangkan rasa suntuk kalau hanya di dalam rumah. tempat untuk duduk dan bersantai disana juga terdapat satu meja untuk makan dan meletakkan cemilan kalau lagi santai.


✳✳✳✳✳


malam harinya....


setelah melaksanakan shalat isya dan makan malam, mereka bersiap siap untuk tidur.


tapi tidak untuk kamar yang satu ini, mereka berdua disibukkan dengan berebutan ke kamar mandi karena aakit perut akibat kebanyakan makan kacang tadi siang. kamar mandinya emang ada dua. tapi yang satu lagi berada di paling ujung, dekat taman. ia takut untuk pergi kesana sendirian. jadinya mereka berebutan untuk ke kamar mandi yang satu ini.

__ADS_1


" aduh... dek, cepetan!! perut kakak mules nih. " teriak yuli


" iya iya bentar kak, ini airnya dingin banget. tambah mules perut aku jadinya. " teriak johan dari dalam kamar mandi.


" yaa cepetann!!! " teriak yuli.


karena teriakan mereka, semua orang gak jadi tidur karena berisik.


" eh, dek ngapain teriak teriak? " tanya Hariz dari arah pintu.


" ini nih bang, si jojo lama banget. perut aku mules. " ucap yuli.


" mules kenapa?? " tanya Hariz


" tadi siang si jojo ngajak lomba makan kacang, jadi sakit deh perut aku makan kacang dua toples. " ucapnya sambil memegang perut nya.


" itu makan atau doyan. " ucap Hariz tertawa.


" ihh,,, abang malah ngetawain. temenin aku dong bang. ke kamar mandi yang di luar." ucapnya memohon.


" okelah, dari pada nanti kamu pup dicelana kan jadi bau. " ucap Haris dengan tawa yang tak bisa ditahan lagi.


sedangkan yuli hanya bisa manyun dan memegang perutnya yang sakit.


setibanya diluar....


" kak, tungguin dekat pintu ya bang. aku takuut, udaranya dingin lagi. jadi menggigil takut plus dingin aku jadinya. " ucap yuli.


" iya iya, sono masuk gih. " ucap Hariz.


...


" haduh... dingin banget. merinding lagi nih." gumam Hariz.


" dek... cepat dong, dingin nih. mau abang tinggalin? " ancam Hariz.


" iya iya, udah nih." ucap Yuli keluar dari kamar mandi.


" ayok lah bang, dingin banget airnya, udaranya juga dingin banget. merinding bulu kuduk aku jadinya. " sambungnya.


" iya cepetan sejak tadi." ucap Hariz


" tu apa tuh yang gerak gerak? " sambungnya.


" ih, abang jangan nakutin. " ucapnya sambil melihat ke arah suara.


sedangkan Hariz sudah lari duluan ke dalam.


" bang Hariz lucnut. " gerutunya sambil ikutan lari ke dalam.


akhirnya mereka tidur dengan nyenyak setelah hilangnya pandemi yang mengganggu perut mereka, hihihi... (author kalau tertawa gapapa kan)😆

__ADS_1


_____________________________________________


**Jangan lupa like and comen**


__ADS_2