Apakah Aku Hijrah?

Apakah Aku Hijrah?
5#Jalan jalan.


__ADS_3

" iya deh. kenalan nih, adek adek gua. " ucap Hariz kepada Orang didepan nya.


" kenalin, saya Muhammad Rifky Pratama. " ucap seseorang tadi.


" saya Yulia Rahmadani. " ucap Yuli mengulurkan tangannya. Tapi Rifky Hanya mengatupkan tangannya di dada.


" salam kenal. " ucapnya.


Yuli yang biasanya selalu bersenda gurau dengan para lelaki, apalagi bersentuhan saat mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" haduh!! malu banget gua. ni orang masak iya gak pernah bersentuhan sama perempuan sih, salaman aja gak boleh. " batin yuli.


" Hai bang Rifky, aku Rahmat Joshua. " ucap Joshua bersalaman.


" salam kenal. " ucap Rifky menerima uluran tangan Joshua.


" si jojo aja salaman sama dia boleh. " batin yuli.


" kalian mau kemana? " tanya Rifky.


" Rencana nya mau pergi jalan jalan, mumpung besok balik. " ucap Hariz


" oh, besok baliknya? " tanya Rifky.


" iya, tapi cuma gua. kedua adek gua tinggal disini. mau sekolah disini. "


" pergi sama apa? " tanya Rifky lagi.


" mau pinjem motor Om Ferdian. " jawab Hariz.


" pake motor gua aja bang. Om Ferdian nya tadi pergi ke kebun pake motor. " ajak Rifky.


" yah, tapi... gapapa nih pake motor lu? nanti ngerepotin lagi. " ucap Hariz.


" Biasa aja kali. " jawab Rifky.


" mari ambil motor nya dulu kerumah gua bang!" ajak Rifky.


Mereka pun mengikuti Rifky dari belakang. selama dijalan hanya Hariz dan Rifky saja yang banyak bicara. dua makhluk lainnya hanya mendengarkan saja. karena yaa memang mereka tidak tau dan belum terlalu akrab dengan Rifky.


sesampainya dirumah Rifky...


" silakan masuk dulu bang. " ujar Rifky.


" disini aja , mau cepet pergi nih, kapan kapan aja mampir nya. " jawab Hariz.


" oiya, tunggu sebentar ya. " ucap Rifky berjalan ke tempat letak motornya.


" sini dulu bang, motor yang ini aja lo bawa ya. " sambungnya sambil membuka mantel motornya.


Yuli yang melihat ada motor trail langsung keluar jiwa adventure nya.


" Wah, aku mau coba bawanya yaa bang? boleh ya, ya ya ya. " ucap yuli menaik turunkan alisnya.


" nggak boleh. lagi pula kamu kan gak tau jalan sini. " sarkahnya.


" yah, kan aku bisa ngikutin abang dari belakang. atau kita bonceng tiga aja? " usul yuli.


" enak aja, bisa nyasar kita kalau cuma bertiga. kita perginya sama Rifky. kan yang punya motor dia. dia juga tau jalan sini. " jawab Hariz.


'Hmm.. gimana caranya ya supaya aku bisa bawa motor ini? jarang loh aku bawa motor kayak gini. ' batin yuli.


'ah aku ada ide' gumamnya.

__ADS_1


" jo, kamu gak takut apa naik motor tinggi kayak gitu? nanti kamu jatoh loh. kalau jatuh ntar kepala kamu bolong. emang kamu mau? " bisik yuli ke telinga adeknya.


" hah, yang bener kak? iihh aku takut lah. "


" bang Hariz... jojo gak mau pakai motor itu. takut!! " rengek Joshua.


" hm.. berrti kamu pakai motor ini aja ya, sama kak yuli. " ucap Hariz cuek. ia menunjuk motor matic yang berada di samping motor trail tadi.


" iih bang Hariz!! aku gak mau pake motor itu. " Rengek yuli.


"'aku juga takut naik motor sama kak yuli. dia bawanya kayak pembalap. " timpal Joshua.


" aku maunya sama bang Hariz. titik! " Sambungnya.


huft...


" yaudah deh, jojo! kamu sama abang. Yuli kamu bonceng sama Rifky. " ucap Hariz.


" yey, yuhuu!! naik motor trail. " Teriak yuli tanpa malu sambil loncat loncat gak jelas.


ada seseorang yang memperhatikan dia. terukir senyuman tipis dibibirnya. 'lucu ' itu lah sekiranya yang dipikirkan orang itu.


" mari kita berangkat. takutnya nanti terlalu siang jadi kepanasan. " ucap Rifky.


" baiklah. " ucap mereka.


Yuli yang sebenarnya ingin sekali mengendarai Motor trail tersebut berusaha untuk membujuk Rifky agar memperolehka ia mengendarai motor tersebut.


" bang ustadz ganteng, boleh ya aku bawa motor nya, pliss!! janji deh gak ngebut ngebut. kalau jalannya kakak tunjukin aja deh dari belakang. boleh ya ya ya? " rayu Yuli dengan gaya sok imut nya sambil mengatupkan tangannya didepan wajahnya.


' astagfirullah, ni anak gak ada malu malunya apa? baru pertama saya melihat perempuan apa adanya kayak dia. ' batinnya.


" khmm... kamu kan gak boleh sama Bang Hariz. seharusnya izin dulu sama dia. baru saya bolehkan. " ucap Rifky.


'huft... sabar... ' batin Rifky.


ia berjalan ke arah Hariz dan membisikkan sesuatu. akhirnya mereka sepakat dan Rifky membawa motornya keluar dari bagasi dan menghampiri Yuli.


" assalamualaikum, yuk naik! " ujar Rifky.


"Waalaikumsalam." ucap Yuli cuek.


" mau ikut gak? tapi katanya mau coba bawa motor trail? tapi kalau gak mau ya sudah. " ucap Rifky pura pura kecewa.


" hah! beneran aku yang bawak motor nya? " tanya Yuli.


" huumm... " senyum Rifky.


" uahh,, makasih ustadz ganteng, upss.." sorak Yuli kegirangan. hampir saja ia memeluk Rifky, untung ia sadar sebelum terjadi.


' haduh, malu guee. kok hampir aja sih. ' batin yuli.


' huh, astagfirullah. hampir saja. ' batin Rifky.


hening...


" kapan nih perginya kalau kayak gini? " tanya Rifky memecah keheningan.


" oke. "


Yuli menaiki motor trail nya dengan sigap. untung dia tadi memakai celana. yaa dia belum terbiasa memakai rok ketika bermain.


" kamu beneran bisa nih? " tanya Rifky yang sudah berada di belakang Yuli.

__ADS_1


" abang ustadz meragukan aku nih? " ucap yuli sambil tertawa.


" hmm... gk juga sih. kan jarang ada perempuan bawa motor gunung kayak gini. " ucap Rifky.


" yaudah yuk jalan." sambungnya.


Yuli mengendarai motor trail nya dengan cekatan. ia mengejar motor abang nya yang sudah dulu didepannya. ia menyelip motor yang ada di depannya hingga dekat dengan motor yang dikendarai Hariz. sehingga membuat Rifky geleng geleng kepala.


' ini perempuan atau laki laki sih? jago banget bawa motor nya. kayak mau balapan aja. ' batinnya.


sekarang posisi motor yang dikendarai yuli berada didepan motor Hariz. karena yang tau jalannya adalah Rifky.


" kamu jangan kenceng kenceng nanti jatuh. jalan deket sini agak licin. " ucap Rifky memperingatkan Yuli.


" tenang aja bang... " yakin Yuli.


tidak lama setelah itu. terbukti apa yang dikatakan Rifky. mereka terjatuh karena ban depan motor nya tergelincir diatas batu yang licin.


" aww... sakit. "


" astagfirullah... " ucap mereka bersamaan.


" kamu ga pa pa? " tanya Rifky.


" kaki aku keimpit bang. " ucap yuli menahan sakit.


" astagfirullah, ayo sini saya bantu. " ucap Rifky. ia membangun mengangkat motor dan memapah Yuli untuk bangun. 'ya allah, ampuni dosa hamba bila hari ini ana udah berdekatan dengan lawan jenis yang bukan mahram hamba ya allah!! ' batinnya.


ia melihat memar didekat betis Yuli. ia pun mengambil salep dan mengoleskan ke kaki yang memar itu. seusai ia mengobati Yuli barulah datang Hariz dan Joshua.


" astagfirullah, dekk!! kalian kenapa? " tanya Hariz.


" Tadi tergelincir dikit bang, ya jadi gini deh. " jawab Rifky.


" yaudah, jalan jalannya kita batalin aja. kaki kamu kan sakit. "


" jangan dong bang, masih kuat aku nih. tadi juga salah aku gak mau dengerin bang ustadz gan... " ucapnya terputus.


" hm... jadi ustadz nya ganteng nih? mana gantengan dari abang? " tanya Hariz bergurau .


" gantengan bang ustadz nya lah, abang jelek. wleeekk " ucap Yuli mencibir abang nya.


" terserah dahh, saya nurut pada baginda ratu. " ucap Hariz membungkukkan punggung nya.


" hahaha, bang hariz jadi pembantu nya kak yuli " tawa Joshua.


" udah ketat nya? atau mau lanjutin.? " tanya Hariz jutek.


" udah lah bang, jangan kayak anak kecil. mari kita berangkat lagi. tapi gak terlalu jauh jalnnya. sekarang saya yang akan bawa motor. " ucap Rifky tegas.


akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya untuk jalan jalan yang dipimpin oleh Rifky. Yuli yang sedang sakit hanya bisa duduk dengan tenang di belakang Rifky. ia bersandar pada punggung Rifky. lebih tepatnya pembatasan yang diberikan oleh Rifky kepada Yuli tadi sebelum berangkat dari rumah.


para warga yang berselisih dengan mereka menyapa dengan sopan dan ada Yang menanggapi tentang yang buruk buruk kepada yuli yang lagi boncengan dengan Rifky. karena sepengetahuan mereka Rifky itu sangat menjaga jarak dengan perempuan.


" bang ustadz ganteng... kok dari tadi diem aja? bang ustadz gak nyaman kalau ada yuli ya? " tanya Yuli lesu karena dari tadi dia ada yang mendengar celotehan buruk tentang nya.


" gak kok, saya cuma gak tau aja apa yang mau dibicarakan. " ucap Rifky meyakinkan.


'sebenarnya saya tidak pernah jalan bareng dengan perempuan. tapi entah mengapa saya tidak bisa menolak ajakan dia tadi. ' batin Rifky. ia menghembuskan nafasnya kasar sambil beristighfar.


akhirnya mereka menghabiskan hari itu dengan berjalan jalan menikmati pemandangan yang asri dan sejuk.


mereka sampai dirumah ba'da ashar. Rifky mengantarkan Yuli ke rumah neneknya dikarenakan kakinya lagi sakit. habis itu ia pulang diikuti Oleh Hariz dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2