
"ah ini dia hp nya" ucap brian yg melihat hp nya sudah hancur parah
namun saat ingin beranjak pergi dia melihat seorang gadis yg tengah menangis di gang yg sepi seperti ini
"lo knp?" tanya brian dingin
"gw di tinggal" jawab ara mengelap air matanya
"oh" ucap brian singkat
"pasti salah satu dari cewek yg dibawa oleh geng shadow ranger"
sedangkan ara hanya terduduk sambil melihat jalanan entah apa yg harus dia lakukan
"lo ikut gw aja" ucap brian tiba tiba
ara yg mendengar itu langsung menatap brian "hah"
"daripada lo disini kayak anak ilang, nanti gw bakal anter lo kerumah lo" balas brian yg melihat wajah bingung ara
"oh ok" ara pun menuruti brian dan naik di belakang motornya
di markas black moon
"gw balik" ucap brian masuk dan langsung membuang hp nya ke tong sampah
"gelo hp mahal tuh cuy" ucap aillard melihat hp brian di tong sampah
"lo mau? ambil lah" ucap brian cuek
"eh tunggu bri sapa tuh? cewek baru? atau anggota baru?" tanya alex semangat
PLAK
brian memukul kepala alex dengan botol "mana ada cewek baru ataupun anggota baru" ucap brian kesal
"terus dia siapa?" ucap sally tiba tiba dengan nada sedikit sinis
"ga usah sinis mbak ga bakal kalah saing kok" ucap kevin yg sadar akan tatapan sally pada ara
"pacar geng sebelah, katanya dia di tinggal" ucap brian yg sedang sibuk
"gila nih cewek cantik amat yak" ucap alex yg memperhatikan ara
"tulis alamat lo biar kita anterin" ucap brian sambil menyodorkan pulpen dan note
__ADS_1
"kita?" balas ara yg langsung menuliskan alamatnya
"iya? kek lo ga pernah aja di dengerin pulang sama geng pacar lo" ucap aillard kepada ara
ara yg mendengar itu hanya menggeleng tanda ia memang tidak pernah diantar oleh geng pacarnya
"gak pernah?! wah gila tuh cowok lo pacarnya siapa sih? anggotanya ya?" tanya sally
"louis" jawab ara
sontak semua mata menatap ara
"gw ga tau gimana lo bisa bertahan sama cowok kek gitu tp serius deh dia ga pernah serius sama cewek" ucap sally
"korbanya ya mbak?" ucap aillard
"bct" ucap sally mengambil kunci motornya " lo gw anter aja"
di mansion keluarga gramatha
"ini rumah lo?" tanya sally melihat mansion yg cukup mewah
"iya" balasnya dan segera turun
"astaga dek kamu kemana sih? abang tuh khawatir sama kamu" terlihat andy yg berlari mendekati ara dan sally
"hm emang kenapa?" balas ara heran
"hmm pantes sih si louis deketin lo" ucap sally yg langsung pergi
"eh?" ara yg merasa bingung dengan kaliamat akhir dari sally pun terus memikirkan maksud omongan dari gadis itu
"udah yuk masuk" ucap andy memecahkan lamunan ara
di dalam sudah ada kedua orang tua ara dan abang pertamanya sedang menunggu ara
ara hanya menatap abangnya kesal pasalnya dua masih marah dengan abangnya yg berani membentak dirinya di tempat umum
"astaga nak..." ucap seorang wanita paruh baya sambil memeluk putri kesayanganya
"hufth untung kamu pulang nak" ucap seorang pria paru baya yg merupakan daddy mereka
"sekarang gini deh dad kalo emang tadi dia pergi sama louis trus kenapa sekarang pulang sama waketu nya black moon? kemana louis itu?' ucap andre dengan nada dingin nya
mommy, daddy serta abang kedua ara tampak diam sesaat menyadari jika putri/adek mereka tidak pulang sama pacarnya itu
__ADS_1
setelah lama berdiam akhirnya alexander yg merupakan daddy mereka mulai angkat bicara "besok kamu akan pindah sekolah"
ara yg mendengar itu pun terkejut "pindah? kenapa tiba tiba si dad? trus nanti temen temen aku gimana? louis gimana? oh ayolah dad"
"daddy itu capek ya setiap pulang daddy selalu dengar kamu dan andre ribut, kamu dan andre marahan, kamu pergi karna marah sama abang kamu. daddy itu mau kamu akur sama abang kamu bukan berangkat akur pulang berantem" alexander memijat pelipisnya
"salah abang lah! kenapa harus kasar sama louis?" ucap ara dengan nada kesal
"hufth nak... mommy tau kamu cinta sama louis mommy bolehin kok tp jgn sampe itu membuat kamu menutup telinga kamu dan seakan kamu tau sifat pacar kamu lebih dari siapapun" ujar anastasya lembut
"abang mu itu wakil dan ketua geng motor dan pacarmu juga kalo abang kamu ga suka sama louis berarti mereka ada masalah tp sifat kamu yg seolah olah memojokkan abangmu demi membela pacarmu itu menunjukan kamu ga memperdulikan perasaan abang kamu" timpal alexander
untuk beberapa saat ara terdiam mendengar perkataan daddynya itu pasalnya apa yg dikatakan daddynya itu benar dia seakan menjadi orang jahat yg tidak tau terima kasih
setelah lama berdiam ara hanya berdiri dan pergi ke kamarnya tanpa sepatah katapun
dikamarnya ara masih termenung memikirkan sikapnya selama ini kepada abangnya yg sedari kecil selalu ada buat dirinya tp hanya karna seorang cowok dia bisa menjadi adik yg jahat bagi abangnya
tak lama kemudian ara tertidur karna dia merasa lelah setelah seharian ini
di sekolah galaxy
"gw denger denger sih hari ini ada murid baru ya?" ucap aillard kepada ketiga sahabatnya
"iya kayaknya gw ga tau juga deh" balas kevin
"oh ya lex gimana tuh pacar lo si vania?" tanya kevin pada alex
"ya gitu ga gimana gimana sih, emamg nya kenapa?" balas alex
"gpp sih cuma biasanya lo tuh suka bawa dia ke markas kok akhir akhir ini jarang?" ucap kevin
alex tak membalas nya lagi karna menurutnya itu tidaklah terlalu penting untuk di jawab
"woy bri lo kenapa dari tadi kayak kesel gitu" tanya aillard yg melihat ekspresi dari ketuanya itu
"sally tadi bilang mau ngasih tau sesuatu tp sekarang dia malah ngilang" jawab brian kesal pada wakil ketuanya itu
"yaelah kek ga tau dia aja bilangnya ja penting eh ga taunya ga jadi ngasih tau katanya sih dia pikir pikir ga begitu penting" ujar alex yg pernah menjadi korban omongan sally
"jaga mulut lo ya kalo mau gibahin gw" ucap sally tiba tiba yg masuk kelas
"buruan kasih tau apa hal penting yg lo mau bilang" tanya brian to the point pada sally
"ntar aja pas istirahat" balas sally yg langsung duduk di tempatnya
__ADS_1
"cih lo ini suka bgt ngegantung omongan" ujar brian kesal karna tidak jadi mendengar hal penting tersebut