Arabella & Brian

Arabella & Brian
pertunangan dan akad


__ADS_3

keesokan harinya di sekolah ara sama sekali gak melepas genggamnya dari reyhant bukan karna takut tp ia hanya malas bertemu dengan brian itu


"astaga cil lo kenapa sih? gw mau ke kelas nih" ucap reyhant yg merasa heran sama tingkah adik dari ketuanya ini


"nanti aja bang lagian kan kelas masih lama juga" ucapnya yg masih setia memeggang tangan reyhant


"hahaha astaga lo udah kaga cinta sama louis?" ucap reyhant yg tiba tiba tertawa


"ish apaan sih orang masih juga" ucap ara yg kesal dan akhirnya melepaskan genggaman nya pada reyhant


"oh masih toh?" ucap reyhant yg tiba tiba nadanya berubah seperti tidak suka


"udahlah gw mau kekelas bye bang" ucap ara yg mulai beranjak ke kelasnya


reyhant hanya berdiam di situ melihat ara masuk kelas


Namun tanpa mereka sadari ada yg memperhatikan mereka dari kejauhan


"gila sih tuh cewek bisa manja juga ternyata?" ucap salah seorang lelaki


"ya bisa lah namanya juga cewek" balas seorang gadis


"kok lo nggak sal?" tanya lelaki lain


"hadeh lex, gw mah manjanya sama pacar gw" ucap sally



hari ini adalah hari pertunangan brian dan ara


"claire lihatlah brian sebentar lagi akan menikah" ucap harris kepada istrinya sembari menatap anaknya yg tengah sibuk dengan jas nya


"dia sudah besar mas walaupun dia masih sekolah tp kan dia sudah harus bisa mandiri" balas claire


10 menit berlalu kini brian sedang duduk sambil memainkan ponselnya


"brian kenapa masih di sini? acaranya sebentar lagi mau di mulai" ucap claire yg melihat anaknya belum juga bersiap siap


"ok mamsky" balas brian yg langsung beranjak dari duduknya


acara pertunangan pun berjalan lancar dengan perasaan yg berbeda dimana keluarga besar dari ara dan brian yg sangat antusias sedangkan mereka sendiri hanya melakukanya karna terpaksa



di sekolah ara hanya terduduk di salah satu kursi sambil menatap kosong kedepan

__ADS_1


"ra lo kenapa hm?" ucap seseorang yg ikut duduk di sebelah ara


"eh bang rey? gpp kok cuma lg kepikiran sesuatu aja" balas ara yg melihat reyhant ikut duduk di sebelahnya


"emang apa yg lo pikirin? sampe segitunya" tanya reyhant penasaran


"emang iya ya geng rock rider punya masalah sama geng shadow ranger?" ucap ara serius


"ga cuma kita tp hampir seluruh geng motor punya masalah sama mereka" balas reyhant


"emang apa sih masalahnya? kenapa seakan akan louis dan geng nya itu orang jahat?" ucap ara spontan


reyhant yg mendengar itu pun terdiam sesaat sebelum akhirnya membalas "secinta itu ya lo sama dia? sampe kayaknya disaat semua orang bilang dia iblis lo masih anggap dia malaikat" ucap reyhant yg setelah itu berdiri menatap ara serius


ara hanya terdiam pasalnya dia masih belum menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu jahat yg hanya mau dia dengar hanyalah kebaikan dari kekasihnya


ya mungkin ara sedikit egois tp itu lah dia sulit untuk di kasih tau jika sudah sayang sama seseorang


di sisi lain black moon yg tidak sengaja mendengar percakapan mereka pun hanya bisa merasa heran dengan sifat ara yg termasuk bucin parah


"demi apa sih tuh cewek ngebelain orang kek louis?" ujar aillard


"gila entah tuh cewek terlalu bucin atau gimana tp sumpah itu parah bgt" lanjut alex


"udahlah biarin dia tau kenyataanya sendiri" ucap sally




sudah ada banyak tamu yg hadir pada malam itu dari keluarga besar ara maupun keluarga besar brian


sang mempelai lelaki pun sedang bersiap siap yg dibantu oleh 4 pelayan laki laki


"papsky kenapa sih harus bgt sama dia?" ujar brian sambil memakai jasnya


"apa kamu ga liat? ara itu udah cantik, sopan, ramah, baik ya pastilah papsky sama mamsky suka sama dia dan mau dia jadi menantu kita" balas haris yg hanya duduk di sofa sembari menyilangkan kaki menatap putra nya


"andai papsky tau seberapa sucinya dia sama pacarnya itu yg merupakan musuh aku" batin brian yg melihat sang ayah dari kaca


"terserah papsky deh" ucap brian sebelum keluar untuk memulai acaranya


tak lama kemudian pengantin wanitanya pun keluar


__ADS_1


betapa terkejutnya brian yg melihat gadis yg biasanya hanya berpenampilan simpel terlihat begitu cantik malam ini dengan gaun putih yg indah


"baik kalau begitu bisa kita mulai?" ucap sang penghulu


acara pun dimulai


"Saya nikahkan brian marquez gonzales bin harrison gonzales dengan anak saya bernama arabella clarissa gramatha binti alexander gramatha dengan mas kawin berupa uang sebesar 500 dollar dan 2 ton emas murni dibayar tunai" alexander menghempaskan jabatan tanganya dengan brian sekali


"saya terima nikah dan kawinya arabella clarissa gramatha binti alexander gramatha dengan mas kawin berupa..." brian menarik napas dalam dalam sebelum ia melanjutkannya


"alah paling juga seperangkat alat sholat sama emas 500 gram" ucap edward remeh ia adalah sepupu dari brian


"900 dollar, 2 mansion mewah 3 tingkat, 4 mobil bmw keluaran terbaru, 2 mclaren keluaran terbaru, 1 limosin, 3 perusahaan dan 5 apartemen pribadi 10 tingkat" lanjutnya


"hah? gila kalo di total harganya tuh biaya hidup gw 5 tahun itu" ucap edward tak percaya dengan mahar yg di beri


ara yg mendengar itu pun ikut terkejut dengan maharnya yg begitu banyak


"apakah sah para hadirin?" tanya sang penghulu pada para tamu


"SAH" yg dijawab serentak oleh para tamu yg datang


"alhamdulillah kalau begitu silahkan bertukar cincin ya" ucap sang penghulu



ara dan brian pun saling memasangkan cincin satu sama lain


tiba tiba brian memeluk ara dan membisikkan sesuatu


"jgn pikir gw bakal mau anggap lo istri gw walaupun kita udah menikah" bisik brian pada ara


"gw jg masih cinta kali sama louis" bisik ara lalu mendorong brian menjauh


brian hanya mengangguk paham dengan apa yg ara ucapkan


"wah kalian pasti bakal ke pasangan yg serasi nih" ucap salah satu tante louis


"selamat ya bro, lo beruntung bgt bisa dapetin cewek secantik dia" ucap edward menjabat tangan sepupunya itu


brian hanya acuh mendengarkan omongan dari keluarga besarnya sedangkan ara? ia hanya tersenyum palsu mendengar keluarganya yg sedang mengucapkan selamat kepada dirinya


"nanti kalo kalian berdua udah lulus kasih kita cucu ya" ucap harris menepuk punggung putranya


"haha aku lulusnya kan masih lama" ara tertawa canggung mendengar apa yg mertuanya ucapkan itu

__ADS_1


"ya gpp lah kita bisa nunggu ya gak ma" balas harris yg di angguki oleh claire



__ADS_2