
Akhirnya Ars dan Theresa telah sampai di depan bangunan mewah yang ukurannya lumayan besar tersebut yang merupakan tempat yang dituju oleh Ars, di luar pintu masuk bangunan tersebut ada sebuah balok kayu yang bertuliskan kata 'Moon'.
"Tuan putri, kita akan mengisi perut kita disini terlebih dahulu sebelum mencari toko yang menjual pakaian." ucap Ars kepada Theresa.
Theresa hanya sedikit menganggukan kepalanya, kemudian ia turun dari kuda dengan di bantu oleh Ars yang memegangi tangannya.
Setelah itu ia di ikuti Theresa di belakangnya langsung masuk ke dalam restoran bernama Moon tersebut.
"Selamat datang di restoran Moon."
Ketika masuk ke dalam restoran tersebut Ars dan Theresa langsung di hampiri dan disapa dengan ramah oleh salah satu perempuan yang merupakan pegawai restoran yang di pakaiannya ada tulisan bernama Rena.
"Di lantai berapa tuan akan memesan?." tanya pegawai bernama Rena tersebut kepada Ars dengan ramah dan sambil tersenyum.
"Aku ingin yang paling nyaman." jawab Ars.
"Apakah ini pertama kalinya tuan datang kesini?." Rena kembali bertanya kepada Ars.
Ars menganggukan kepalanya lalu berkata.
"Tidak, lebih tepatnya aku baru pertama kali datang ke kota garden." ucap Ars.
"Biar saya jelaskan, restoran Moon memiliki tiga lantai dan kami juga menyediakan penginapan. Jika tuan tertarik tuan bisa melihat ini." ucap Rena memberikan selembar kertas kepada Ars.
Di Kertas tersebut Ars melihat biaya untuk setiap lantainya berbeda, lantai satu adalah lantai normal dan kebanyakan orang-orang biasa makan disini.
Sedangkan lantai dua karena lebih mewah dan lebih nyaman dibanding lantai satu, untuk bisa ke lantai dua harus membayar 1 gold terlebih dahulu.
Sedangkan lantai tiga adalah lantai untuk orang-orang yang ingin menginap di restoran Moon, penginapan nya juga dibagi menjadi dua, yaitu normal dan vip.
Untuk normal dikenakan biaya 5 perunggu untuk satu malamnya, sedangkan untuk vip adalah 1 koin emas untuk satu malamnya lengkap dengan pelayanan spesial dari restoran Moon seperti mendapatkan pelayan pribadi.
"Apakah penginapan vip ini nyaman untuk ditinggali?." tanya Ars kepada pegawai Rena.
"Saya menjamin kalau penginapan vip kami lebih nyaman dari penginapan lain yang ada di kota garden." jawab Rena dengan tersenyum ramah.
"Apakah tuan tertarik menginap disini?, masih ada beberapa kamar di lantai vip yang masih belum di sewa." sambung Rena bertanya kepada Ars.
Ars menganggukan kepalanya, karena ia memang membutuhkan tempat tinggal yang nyaman bagi seorang tuan putri. Karena memang begitulah kehidupan seorang tuan putri, mereka hidup di kenyamanan dan kemewahan.
"Kalau begitu tuan bisa mengikuti saya untuk memesan kamar di lantai vip." ucap Rena.
"Tidak usah, tunjukan saja dimana tempatnya. Aku akan kesana sendiri, kau ajak saja dia ke lantai dua untuk makan." ucap Ars kepada Rena.
Theresa yang mendengar itu sedikit kecewa karena ia awalnya berniat memberikan kantung emas miliknya kepada Ars ketika akan menyewa kamar di restoran Moon.
Rena nampak memasang wajah yang rumit, namun Ars langsung memberikan 2 koin emas kepada Rena.
"Itu untuk biaya masuk ke lantai dua dan imbalan karena telah mengantarnya." ucap Ars.
Rena langsung memasang wajah yang sangat senang. Setelah Rena menunjukkan tempat dimana Ars bisa memesan kamar untuk menginap di restoran Moon, Rena dan Theresa langsung naik ke lantai dua.
Ars ikut mengantri di antrian yang lumayan panjang, setelah sampai giliran Ars ia langsung kembali di sapa dengan ramah oleh pegawai perempuan restoran Moon yang mengurus bagian penginapan.
"Dua kamar vip untuk tiga bulan." ucap Ars.
"Silahkan diisi terlebih dahulu tuan." Pegawai perempuan memberikan dua lembar kertas dan sebuah pena kepada Ars.
Ars langsung mengisinya dengan sangat cepat dua lembar kertas tersebut karena disana hanya hanya berisi pertanyaan yang menanyakan nama dan umur saja.
"Tunggu disini tuan, kami akan membuatkan kartu tanda pengenal terlebih dahulu." ucap pegawai perempuan tersebut,. kemudian ia meninggalkan Ars dan berlari ke sebuah item yang dapat membuat sebuah kartu.
Tidak terlalu lama pegawai perempuan tersebut kembali lagi kepada Ars dan memberikan dua kartu berwarna hitam yang satu bertuliskan namanya dan satunya lagi bertuliskan nama Theresa kepada Ars.
"Kartu hitam ini berfungsi sebagai tanda pengenal di restoran Moon kami, tuan juga bisa membayar pesanan menggunakan credit yang dimiliki oleh kartu tuan, tuan bisa mengisi kredit kartu tuan disini." ucap pegawai perempuan itu dengan sangat ramah kepada Ars.
Mendengar hal itu, Ars merasa sedikit tertarik dan langsung mengeluarkan semua koin emas yang ada di dalam saku pakaiannya untuk merubahnya menjadi kredit di kartu milik Theresa.
Karena Ars tidak mungkin berada terus di samping Theresa, karena Ars juga perlu menjadi seorang petualang rank tinggi agar bisa masuk dan berpetualang di kerajaan lain dengan mudah.
Karena itu Ars mengisi kartu Theresa dengan 27 ribu kredit karena koin gold yang tersisa di pakainya hanya ada 54 koin gold saja. Yang satu goldnya di hargai dengan 500 kredit.
Untuk mempermudah Theresa jika ingin memesan sesuatu di restoran Moon ketika ia tidak berada di dekatnya, karena Ars berpikir Theresa sama sekali tidak memiliki uang.
Setelah kartu Theresa diisi dengan 27 ribu kredit, Ars langsung naik ke lantai dua untuk menemui Theresa dan mengisi perutnya agar ketika melakukan sesuatu tidak merasakan lapar. Karena ini adalah hari pertama Ars sampai di kota, Ars perlu melakukan banyak hal.
Ketika menaiki tangga, Ars juga kembali mengambil beberapa koin emas yang ada di dalam inventory dan kembali disimpan di saku pakaiannya.
Ars telah sampai di lantai dua restoran Moon dan melihat pintu besar yang merupakan pintu masuk ke lantai dua restoran Moon ini sangat mewah, ada dua orang yang sepertinya adalah penjaga pintu masuk lantai dua restoran Moon yang mereka mengeluarkan aura yang cukup kuat.
Ars mengambil satu koin gold di saku pakaiannya lalu memberikan satu koin gold tersebut kepada salah satu penjaga, pintu mewah tersebut langsung di buka oleh salah satu penjaga setelah Ars memberikan satu koin emas sebagai uang masuk.
Setelah Ars masuk kedalam, pintu kembali di tutup dan ia langsung mencari keberadaan Theresa. Tidak perlu waktu lama bagi Ars menemukan Theresa yang sedang makan karena ketika Ars masuk Rena datang menghampirinya dan mengantar Ars ketempat dimana Theresa sedang makan.
Ars langsung duduk berhadapan dengan Theresa yang sedang makan, Ars juga langsung memesan hidangan yang menurutnya lezat kepada Rena.
"Untuk minumnya aku ingin minuman yang berenergi." ucap Ars kepada Rena.
Rena mengangguk mengerti, dia langsung pergi meninggalkan Ars untuk membawakan pesanannya.
__ADS_1
Lantai dua restoran Moon memang sangat nyaman dan juga sangat mewah seperti apa yang dijelaskan oleh Rena, namun tetap saja menggunakan satu koin gold sebagai biaya masuk itu terlalu mahal bagi banyak orang.
Oleh karena itu ketika Ars melihat sekelilingnya disini hanya ada orang-orang yang berpakaian serba mewah saja. Yang artinya lantai dua restoran Moon ini hanya untuk kalangan atas seperti bangsawan.
Theresa ingin memulai pembicaraan dengan Ars, namun ia tidak tahu harus memulainya dari mana dan sedikit merasa segan untuk berbicara dengan Ars.
Namun Theresa memberanikan dirinya karena bagaimanapun orang yang ada di hadapannya adalah orang yang sekarang bertanggung-jawab untuk keselamatannya.
Dia harus lebih mengenal dan lebih akrab dengan orang tersebut, itulah yang dipikirkan oleh Theresa.
"Ars, panggil saja aku dengan namaku lalu jangan berbicara dengan formal lagi kepadaku. Dan ini, aku rasa aku harus memberikan ini kepadamu." ucap Theresa dengan malu-malu sambil memberikan sebuah kantong kepada Ars.
"Baiklah Theresa." Ars tersenyum ramah kepada Theresa.
"Apa ini?." sambungnya sambil mengambil kantung yang diberikan oleh Theresa kepadanya.
Ars langsung membuka kantung tersebut untuk melihat isinya, ternyata kantung tersebut berisikan koin gold yang lumayan cukup banyak.
"Aku tidak ingin kau menolaknya." ucap Theresa.
"Baiklah kalau begitu, bilang saja padaku jika menginginkan sesuatu. Oh ya, ngomong-ngomong ambilah juga ini." Ars memberikan sebuah kartu hitam bertuliskan nama Theresa kepada Theresa.
"Itu digunakan sebagai tanda pengenal di restoran ini, ini juga bisa digunakan untuk membayar. Aku sudah mengisi kartu tersebut dengan 27 ribu kredit." jelas Ars.
Kemudian Ars menjelaskan kepada Theresa kalau dia tidak akan bisa terus-menerus berada di samping Theresa, sedangkan Ars ingin Theresa tetap berada disini karena takut masih ada Assasins yang mengincarnya.
Theresa tidak mempermasalahkan hal itu, dia tidak keberatan sama sekali jika harus berada disini selama tiga bulan.
"Hobi ku adalah membaca buku sihir, jika bisa aku ingin diberikan beberapa buku tentang sihir agar tidak terlalu kesepian." ucap Theresa dengan kepalanya yang sedikit menunduk kebawah.
"Tentu, kita akan mencari dan membeli buku yang kau inginkan setelah ini." jawab Ars.
"Benarkah?." tanya Theresa.
Ars menganggukan kepalanya sebagai jawaban, Theresa langsung memasang raut wajah yang senang.
Rena juga telah kembali bersama dengan pegawai yang lain dengan membawa pesanan Ars, Rena langsung meletakan dua piring yang dia bawa di mejanya Ars.
~
Karena setelah makan Theresa ingin membersihkan badannya terlebih dahulu sebelum keluar, setelah diberitahu oleh Rena bahwa restoran Moon memiliki pemandian air panas yang hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki kartu hitam.
Ars sekarang hanya diam sambil melihat maps miliknya di lantai satu restoran Moon, ia sedang menunggu Theresa selesai membersihkan badannya.
Setelah 10 menit lamanya, akhirnya Theresa terlihat sedang berjalan menghampiri Ars yang sedang duduk melamun.
Ars yang sedang melamun untuk mempelajari kembali maps dunia Archea sedikit terkejut ketika mendengar suara Theresa yang datang menghampirinya dengan kepalanya yang masih tetap tertutup oleh jubah putih miliknya.
"Tidak lama sama sekali." Ars langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar restoran Moon untuk menuju toko pakaian dan toko buku yang sudah ditandai.
Ketika berada di luar restoran, Ars kebingungan karena melihat kuda yang ia tinggalkan diluar restoran menghilang. Yah itu juga dikarenakan dirinya yang ceroboh, oleh karena itu Ars tidak terlalu memusingkan nya.
"Aku tidak keberatan berjalan kaki." ucap Theresa yang tahu Ars kebingungan karena kudanya menghilang.
Mereka berdua langsung pergi meninggalkan restoran Moon, dan menuju ke toko pakaian karena Ars dan Theresa sama sekali tidak memiliki pakaian lain selain yang mereka pakai.
Setelah berjalan selama 15 menit lebih, akhirnya Ars dan Theresa telah sampai di depan toko pakaian yang ditandai oleh Ars di maps miliknya.
"Ambil saja apa yang menurutmu bagus." ucap Ars kepada Theresa.
Theresa menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka berdua masuk kedalam toko pakain.
Ketika masuk kedalam toko, Ars langsung melihat lelaki yang mengenakan kacamata bulat dan banyak pakaian yang dipajang.
Ars langsung menghampiri
lelaki yang sedang duduk itu, yang sepertinya merupakan pemilik toko pakaian ini. Sedangkan Theresa yang nampak bersemangat langsung melihat-lihat pakaian-pakaian yang dipajang yang pastinya itu semua di jual.
"Ada yang bisa aku bantu?." tanya lelaki yang merupakan pemilik toko pakaian ini kepada Ars.
"Apa toko ini menjual pakaian sihir?." Ars bertanya sambil menggunakan skill penilaian ke pakaian yang dipajang untuk mencari apa yang dia cari.
"Ada, pakaian sihir untuk apa? berpetualang atau untuk sehari-hari?." tanya pria berkacamata yang merupakan pemilik toko kepada Ars.
"Dua set untuk berpetualang dan satu set untuk sehari-hari. Kalau ada aku ingin yang warnanya tidak terlalu mencolok." jawab Ars.
"Baiklah, tunggu disini aku akan mengambilnya."
Pakaian sihir adalah pakaian yang sudah diberikan sihir 'Clean' agar tetap bisa bersih walaupun terkena noda kotor, dan dengan mengenakan pakaian sihir pengguna tidak membutuhkan mandi karena sihir 'Clean' yang ada di pakaiannya juga dapat membersihkan badan.
Ars menghampiri Theresa, kemudian ia bertanya apakah Theresa membutuhkan pakaian sihir.
Theresa mengatakan kalau dia tidak membutuhkan pakaian sihir dengan alasan pemandian air panas yang ada di restoran Moon sangat nyaman. Jadi Theresa akan sering berkunjung ke sana untuk mandi.
"Sepertinya aku juga membutuhkan pakaian normal untuk sehari-hari." batin Ars.
Pemilik toko sudah kembali dengan membawa tiga set pakaian, namun karena melihat Ars sedang melihat-lihat pakaian yang di jual olehnya pemilik toko pakaian tersebut kembali duduk di tempatnya karena tidak Ingin mengganggu pelanggannya yang sedang melihat-lihat.
"Kurasa ini sudah cukup." Ars langsung kembali menghampiri pemilik toko pakaian ini yang sudah kembali dan sedang duduk di tempat dimana ia duduk tadi.
__ADS_1
"Pakaian sihir ini spesial, jadi harga untuk pakaian sihir ini berbeda dengan harga pakaian sihir biasanya." pemilik toko menjelaskan kalau harga pakaian sihir yang dia jual berbeda, karena pakaian sihir yang dia jual juga memiliki kelebihan lain selain sihir Clean.
Yaitu menambahkan dua atribut ke atribut Agility, dan ketika dilihat menggunakan skill penilaian ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh pemilik toko pakaian tersebut.
Karena itu Ars setuju membeli tiga set pakaian sihir tersebut dengan harga 600 koin gold yang artinya harga untuk satu set pakaiannya adalah 200 koin gold. Theresa juga sudah selesai memilih, terlihat Theresa sedang berjalan mendekat dengan membawa pakaian-pakaian yang dipilih olehnya.
Setelah selesai membayar seluruh pakaian yang dibeli oleh Theresa dan dirinya, Ars langsung memasukkan semua pakaian tersebut ke dalam inventory. Namun Theresa berpikir semua pakaian itu di simpan di dalam cincin penyimpanan, karena Theresa melihat Ars mengenakan beberapa cincin di tangan kirinya.
"Sekarang kita akan ke toko buku." ucap Ars kepada Theresa.
Karena toko buku dengan toko pakaian tidaklah terlalu jauh, Ars dan Theresa sudah hampir sampai di tujuan hanya dengan beberapa menit berjalan saja.
Jalanan yang ramai dan banyak orang-orang yang berlalu lalang, membuat Theresa sedikit takut kehilangan Ars di keramaian ini. Karena itu Theresa dengan malu-malu memegang pakaian Ars agar tidak tertinggal.
Setelah sampai di depan sebuah bangunan yang sudah tua, Ars kembali mengecek maps terlebih dahulu untuk memastikan dia tidak salah tempat. Ternyata memang benar, bangun tua yang ada di depan Ars merupakan sebuah toko yang menjual buku.
Karena itu ia langsung masuk ke dalam bangunan tersebut diikuti oleh Theresa dibelakangnya.
Ternyata bukan hanya diluarnya saja yang sudah tua, bagian dalam bangunan juga terlihat sudah tua dan rak-rak yang dipenuhi oleh buku terlihat kotor bahkan ada beberapa rak buku yang memiliki sarang laba-laba.
"Selamat datang anak muda."
Seorang pria paruh baya datang menghampiri Ars dan Theresa, dengan sebuah tongkat staff di tangannya. Pria paruh baya tersebut tersenyum ramah kepada Ars, Ars membalas senyuman pria paruh baya tersebut karena instingnya mengatakan pria paruh baya tersebut memiliki sesuatu.
"Apa kalian kesini untuk membaca buku?."
Pria paruh baya tersebut bertanya dengan ramah kepada Ars, namun Ars hanya diam melamun menatap pria paruh baya tersebut karena sedang menggunakan skill penilaian kepada pria paruh baya tersebut.
[. ] ~𑁍~ [ .]
[Nama: Vallhala (Buronan)]
[Ras: Human]
[Job: Mage
[Job Tier: Grand Mage]
[Class: Alchemist]
[Class Tier: C+]
[Level: 511]
[Title: Grand Mage Vallhala]
[Umur:43]
[Elemen: Light]
[Atribut]
[Strength: 250
[Agility: 252
[Vitality:156
[Mana:530
[Magic:620
[Stamina:258
[Lucky:253
[Charm:300
[Wisdom:450
[Physical Defense:500
[Magic Defense:500
[𝗞𝗲𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻]
•Light (Expert)
•Healing light (Advanced)
•Whip the light of judgment (Expert)
•Arrow of judgment (Expert)
•Judgment light sword (Expert)
•Prison of judgment light (Expert)
[. ] ~𒊹︎︎︎~ [ .]
__ADS_1