Archea Online

Archea Online
Chapter 9


__ADS_3

Ars terus mengawasi pertempuran yang sedang terjadi di semak-semak, yang sekarang jalan pertempuran dipegang oleh para bandit. dikarenakan para kesatria perempuan tersebut kesulitan karena ada beberapa Archer yang menyerang mereka dengan diam-diam.


Persis seperti apa yang diprediksikan oleh Ars.


Mungkin jika Paladin yang bernama Claire tersebut, yang sedang menggendong tuan putri dari kerajaan Ryeum ikut membantu dan bekerjasama dengan para kesatria perempuan yang lain, jalan pertempuran akan kembali dipimpin oleh para kesatria perempuan.


Namun apa daya, Claire hanya bisa menonton dibelakang rekan-rekannya yang sedang bertarung melawan para bandit karena yang paling penting baginya adalah keselamatan Theresa.


Beberapa kali Claire ikut bertarung melawan para bandit yang lolos dari penghadangan yang dilakukan oleh rekan-rekannya, cukup sulit untuk bertarung sambil menggendong Theresa yang masih tidak sadarkan diri.


Namun Claire tetap berhasil membunuh para bandit yang berhasil melewati rekan-rekannya.


"Aku tidak bisa untuk terus berdiam diri saja disini ketika melihat ada bandit di depan ku!." ucap Ars.


Ia masih memiliki dendam terhadap sekelompok orang yang dinamakan sebagai Bandit, karena telah mengambil barang-barang miliknya.


Ars berlari memutar untuk mengincar bandit Archer yang menyudutkan para kesatria perempuan, baik para bandit maupun para kesatria perempuan masih tidak ada yang menyadari keberadaan Ars.


Setelah sudah dekat dengan tempat para bandit Archer berada, yang mereka berjumlah 5 orang, Ars langsung mengeluarkan dua pedang tier Epic yang ada dibelakang punggungnya dari sarungnya.


Kemudian Ars langsung keluar dari semak-semak dan langsung berlari dengan sangat cepat ke arah para bandit Archer.


"Siapa dia?." tanya salah satu bandit Archer.


"Aku tidak tahu." jawab salah satu bandit Archer.


Ars terus berlari sambil mengarahkan kedua pedang tier Epic yang di genggamnya ke perut bandit Archer yang tadi berbicara, karena keberadaan mereka berdualah yang berada paling dekat.


"Aku adalah kematian untuk kalian!." ucap Ars.


Para bandit Archer yang terkejut dengan kemunculan Ars yang tiba-tiba, dan tidak mengetahui apakah Ars adalah rekan atau lawan, membuat dua dari lima Bandit Archer tertusuk oleh pedang tier Epic dibagian perut mereka.


Salah satu dari tiga bandit Archer yang tak jauh dari dua bandit Archer yang perut mereka tertusuk oleh Ars langsung mengeluarkan dagger yang ada disaku celananya dan berniat menikam Ars, ketika sudah tahu orang yang tiba-tiba muncul dengan wajahnya yang tertutup oleh topeng tersebut adalah musuh.


Namun sayangnya sebelum bandit yang berlari menggenggam belati kepada Ars tersebut berhasil menikam dirinya, Ars dengan refleks nya yang sangat cepat, langsung menarik keluar Holy sword Epical dari salah satu perut bandit Archer yang tertusuk dan langsung menebas tangan kanan bandit yang sedang berlari ke arahnya tersebut, membuat tangan kanan bandit tersebut terpotong dengan rapi.


"Arghh.." teriak kesakitan bandit yang tangannya terpotong oleh Holy sword Epical.


Bandit tersebut langsung terjatuh ke tanah dengan tangan kanannya yang terpotong mengeluarkan banyak darah.


"Pedangnya sangat tajam!." ucap Claire dengan kagum, ketika melihat seseorang yang tiba-tiba muncul yang wajahnya tertutup oleh topeng berwarna putih polos tersebut berhasil memotong salah satu tangan bandit dengan begitu mudahnya.


Ketika Ars ingin menusuk bandit yang tangan kanannya terpotong yang tergeletak di tanah tersebut, yang jaraknya hanya satu langkah kaki saja dari tempat Ars berdiri.


Tiba-tiba saja ada seseorang berpakaian serba hitam yang kepalanya tertutup oleh tudung jubahnya yang berwarna hitam, melesat dari arah hutan dengan sangat cepat kepada Ars, karena saking cepatnya orang yang mengenakan pakaian serba hitam tersebut, Ars yang hendak menusuk bandit yang yang tergeletak di tanah terpental lumayan jauh karena pukulan keras dari orang yang berpakaian serba hitam itu.


"Apa kau juga seorang Assassin?, aku tidak menyadari hawa keberadaan mu sama sekali." tanya orang berpakaian serba hitam tersebut kepada Ars.


"Itu bukan urusanmu!." jawab Ars dengan kesal karena mendapatkan pukulan yang lumayan menyakitkan dari orang berpakaian serba hitam tersebut.


Sama halnya dengan Ars, ia juga tidak menyadari hawa keberadaan orang berpakaian serba hitam tersebut yang sepertinya dia jauh lebih kuat dibandingkan para bandit yang lain, dan insting Ars juga mengatakan bahwa orang berpakaian serba hitam tersebut adalah orang yang sangat berbahaya.


Serangan cepat orang berpakaian serba hitam tersebut tak hanya sampai disitu, orang berpakaian serba hitam tersebut kembali melesat ke arah Ars dengan sangat cepat ketika melihat Ars mencoba untuk berdiri.


Dan lagi, sebuah pukulan keras kembali mendarat di perut Ars, yang membuatnya kembali terpental jauh ke belakang, dekat dengan tempat dimana Claire berada.


"Dia pasti menggunakan skill Haste." batin Ars.


Ars menoleh ke arah kanannya, disana Ars melihat Claire sedang melihat ke arahnya juga, yang ia berada tak jauh dari tempatnya berada.


"Anak ini.."


"Dia memiliki aura suci yang lebih kuat dari Masterku!. Mungkin jika itu dia, tuan putri akan bisa diselamatkan!." gumam Claire ketika melihat kepada Ars, dia kagum dengan Ars karena Ars memiliki aura suci yang sangat kuat.


Claire langsung berlari kecil menuju ke tempat dimana Ars tergeletak, Ars sangat terkejut dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika melihat Paladin yang bernama Claire tersebut menghampirinya.


"Apakah anda baik-baik saja?." tanya Claire, setelah itu ia menurunkan Theresa yang sedang digendongnya tak jauh dari Ars.


Ars langsung berdiri ketika melihat orang yang dua kali memukul perutnya tersebut mengeluarkan dua buah dagger yang sepertinya sudah dilumuri dengan racun. Karena di bilah dagger tersebut Ars melihat ada cairan berwarna ungu yang tadi menetes ke tanah.


Dan karena Ars juga takut orang itu akan kembali menyerangnya dengan tiba-tiba, walaupun Ars yakin orang tersebut tidak akan berani jika ia berada di dekat Claire.


Karena Ars merasa Claire lebih kuat dibandingkan dengan orang yang berpakaian serba hitam tersebut.


Untuk lebih memastikan kebenarannya, dan Ars juga sangat penasaran, Ars menggunakan skill penilaian miliknya untuk melihat status pria berpakaian serba hitam tersebut.


...[. ] ~𑁍~ [ .]...


...[Nama: 035]...


...[Ras: Human]...


...[Job: Assassin]...


...[Job tier: Intermediate]...


...[Level:345]...


...[Title: Diablos guild member]...


...[Umur: 28 tahun]...


...[Elemen: Shadow]...

__ADS_1


...[Statistik]...


...[Strength:280...


...[Agility: 402...


...[Vitality:102...


...[Mana:202...


...[Magic:0...


...[Stamina:350...


...[Kemampuan]...


...•Haste (Proficient)...


...•Shadow walk (Advanced)...


...•Assasins skill (Expert)...


...•Shadow Invisible (Advanced)...


...[. ] ~𒊹︎︎︎~ [ .]...


Tiba-tiba saja raut wajah Ars langsung menunjukkan wajah yang terkejut, ia mengingat sesuatu ketika melihat status milik pria berpakaian serba hitam tersebut.


Guild Diablos, adalah salah satu guild pembunuh bayaran yang ada di dalam game Archea. Guild ini sangat terkenal di dalam game Archea Online, karena Guild yang dipimpin oleh seorang NPC ini memiliki tingkat keberhasilan misi yang sangat tinggi.


Karena setiap anggotanya sudah dilatih untuk dijadikan sebagai alat pembunuh oleh sang Guild Master. Oleh karena itu guild ini memiliki tingkat keberhasilan misi yang sangat tinggi, dan nama yang dimiliki oleh setiap anggotanya hanya berupa sebuah angka-angka saja.


Karena setiap anggotanya tak lebih dari sebuah alat untuk yang di fungsikan untuk membunuh.


"Saya memiliki sebuah permintaan, apakah tuan ingin mendengarkannya?." Claire berbicara kepada Ars dengan wajahnya yang penuh harap.


Melihat Claire yang seperti itu, Ars tidak punya alasan untuk menolaknya, Ars juga berpikir memiliki sebuah afinitas dengan sebuah kerajaan adalah hal yang bagus dan sangat bermanfaat untuk dirinya, walaupun Ars tidak mengetahui sama sekali informasi tentang kerajaan Ryeum.


Tiba-tiba saja muncul sebuah Hologram Quest berwarna ungu, yang artinya tingkatan Quest tersebut adalah Epic. Ars lantas langsung kembali memasang wajah yang terkejut, dikarenakan ia tidak pernah berpikir akan mendapatkan quest Epic secepat ini.


Ars saja ketika memainkan game Archea Online sewaktu masih dibumi, ia membutuhkan waktu selama setengah tahun untuk mendapatkan sebuah quest tingkat Epic.


"Saya adalah salah satu Paladin dari kerajaan Ryeum yang saat ini sedang tidak baik-baik saja dikarenakan sang raja sedang jatuh sakit." jelas Claire, ia berhenti berbicara dan melihat kepada Theresa yang masih tak sadarkan diri.


"Apa karena perebutan gelar raja?." Ars memotong perkataan Claire dan menebak-nebak alasan kenapa kerajaan Ryeum sekarang sedang tidak baik-baik saja.


Claire menganggukan kepalanya menandakan apa yang dikatakan oleh Ars adalah benar, setelah itu ia kembali menjelaskan tentang kondisi mereka dan siapa Theresa kepada Ars walaupun Ars sudah mengetahuinya.


[Tingkat: Epic


[Batas waktu: -


[Tingkat kesulitan: ???


[Reward: ???


[Hukuman: Pengurangan 5% statistik secara permanen.


...[Keterangan:...


Lindungi tuan putri kerajaan Ryeum, Theresa Ryeum untuk beberapa waktu ketika para kesatria miliknya menyelesaikan masalah kerajaan Ryeum.


...[Terima -/- Tolak]...


"Tiga bulan, kami akan datang menemui tuan setelah tiga bulan kemudian. Apa tuan bersedia?." ucap Claire yang kembali menatap Ars dengan penuh harap.


Bagi Ars, ia sama sekali tidak memiliki alasan untuk menolak sebuah quest tingkat Epic yang diberikan oleh Paladin bernama Claire tersebut. Walaupun hukuman yang diberikan jika Ars gagal melaksanakan quest tersebut cukup merugikan Ars.


"Baiklah." jawab Ars.


Setelah sekian lama, akhirnya Claire bisa mendengar suara orang yang ia berikan kepercayaan untuk melindungi Theresa tersebut.


"Kalau begitu tuan bisa pergi dari sini sekarang juga, kami akan menahan para bandit dan pembunuhan bayaran ini." ucap Claire.


"Dan tunjukan ini ketika tuan Putri Theresa sudah sadarkan diri." lanjutannya dengan memberikan sebuah token kepada Ars.


Ars menganggukan kepalanya dan menerima token yang diberikan oleh Claire tersebut, setelah itu Ars langsung membawa Theresa naik ke salah satu kuda milik kesatria perempuan bersama dengan dirinya.


Sedangkan Claire yang sudah tidak memiliki beban untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya langsung mengeluarkan pedang miliknya dan langsung memberikan buff berupa Shield kepada rekan-rekannya.


"Orang itu, dia memiliki skill Shadow walk dan Shadow Invisible. Berhati-hatilah terhadap bayangan." ucap Ars memberikan sebuah peringatan kepada Claire tentang skill yang dimiliki oleh pria berpakaian serba hitam sebelum ia pergi bersama Theresa dengan menunggangi seekor kuda.


Melihat target dirinya mencoba untuk melarikan diri, orang berpakaian serba hitam tersebut langsung berlari untuk mengejarnya. Namun naasnya dia mendapatkan sedikit goresan kecil di bagian wajahnya dari Claire yang tiba melesat dengan cepat menghadang orang berpakaian serba hitam untuk mengejar Ars dan Theresa.


"Lawanmu adalah aku!." teriak Claire kepadan orang berpakaian serba hitam.


~


Walaupun ini adalah pertama kalinya untuk Ars menunggangi seekor kuda, terlebih lagi ia tidak sendirian menungganginya, karena ia menungganginya sambil membawa seorang tuan putri yang sedang tak sadarkan diri.


Ars nampak tidak terlalu kesulitan dan tak mengalami masalah, ia bahkan terus menambah kecepatan lari dari kuda yang di tungganginya.


Namun Ars tidak bisa terlalu cepat, dikarenakan ia takut Theresa yang duduk didepannya jatuh. Apalagi tinggi badan Ars dan Theresa tidak terlalu berbeda jauh, walaupun masih lebih tinggi Ars dibanding Theresa.

__ADS_1


Tapi itu tetap membuat Ars kesulitan melihat ke depan karena kepala Theresa sedikit menganggu pandangannya, karena itu Ars memutuskan untuk membuka topengnya agar pandangannya tidak terlalu terganggu.


Semakin lama, Ars semakin mahir menunggangi kuda, dan sekarang sudah lebih dari dua jam Ars menunggangi kuda untuk menuju ke salah satu kota terdekat, yaitu kota garden.


Ars juga sempat mengecek fitur maps yang sudah terbuka ketika sudah berada di level 10 karena ingin tahu dimana letak kerajaan Ryeum, dan tempat dimana Yoffie berada.


Walaupun tidak terlalu detail karena level Ars yang masih terlalu rendah, itu tetap sangat membantu Ars yang sekarang bergerak tanpa tujuan.


Ars mendapatkan beberapa informasi yang membuatnya sedikit agak terkejut, salah satunya yaitu letak kerajaan Ryeum yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Agression.


Dan tempat dimana Yoffie berada ada di salah satu tempat yang sangat terkenal di dalam game Archea, yaitu Teokrasi.


"Tuan putri sudah sadar? jangan kaget, tuan putri bisa jatuh nanti." ucap Ars memperingatkan Therasa yang sudah sadarkan diri.


Hari juga sudah berganti, dan Ars juga sudah melihat sebuah tembok yang tinggi yang artinya Ars sudah hampir sampai disalah satu kota kerajaan Daymacus, yaitu kota garden.


"Siapa kau? dan ada dimana Claire berserta yang lainnya?." tanya Theresa dengan nada sedikit ketakutan dan terlihat panik.


Ars langsung memperlihatkan token yang diberikan oleh Paladin Claire kepada Theresa, yang ketika Ars menggunakan skill penilaian kepada token tersebut token tersebut merupakan simbol untuk orang yang diberikan kepercayaan oleh Claire untuk melindungi Theresa.


"Aku dimintai tolong oleh salah satu kesatria tuan putri yang bernama Claire itu untuk melindungi tuan putri selama tiga bulan, jadi mohon bantuannya." ucap Ars dengan sopan.


Ars juga menurunkan kecepatan lari kuda yang ia tunggangi, agar ia dan Theresa dapat lebih mudah untuk berbicara.


Ars diberikan beberapa pertanyaan oleh Theresa yang masih tidak percaya dengan dirinya, namun setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut Theresa langsung sedikit memiliki kepercayaan terhadap dirinya.


"Kota sudah dekat, bisakah tuan menurunkan saya, saya akan berjalan kaki saja." ucap Theresa yang meminta Ars untuk menurunkannya karena merasa tidak nyamannya berada satu kuda dengan Ars.


Ars juga menyadari hal itu, karena jika dia ada di posisi Theresa dimana ketika ia sadar langsung sedang menunggangi kuda bersama dengan orang yang tidak kenal olehnya apalagi itu adalah seorang laki-laki, Ars juga akan melakukan apa yang dilakukan oleh Theresa.


"Apa tuan putri bisa menunggangi kuda?." tanya Ars kepada Theresa.


Theresa mengangguk pelan, tak lama kemudian Ars langsung menghentikan lari dari kuda yang ia tuggangi dan turun dari kuda tersebut.


"Tuggangi saja kudanya, tubuh saya agak kaku karena terlalu lama menunggangi kuda. Saya akan melakukan pemanasan dengan memburu beberapa slime." ucap Ars.


Theresa terkejut sekaligus sedikit kebingungan, namun ketika ia ingin berbicara Ars langsung memotongnya membuat ia tidak bisa bicara apapun lagi setelah itu.


Theresa dengan sengaja tidak membuat kuda yang ditungganginya berlari terlalu cepat agar tidak terlalu jauh dengan Ars yang sedang memburu slime.


Ketika mereka berdua telah keluar dari hutan dan sudah bisa melihat gerbang masuk kota, Ars langsung berhenti memburu slime dan berlari menyusul Theresa.


Walaupun Ars tidak mendapatkan exp dari slime yang ia bunuh, namun ada beberapa slime yang menjatuhkan 'Pure liquid' dari puluhan slime yang dibunuhnya.


Ars melepaskan jubah putih miliknya, ia juga mengeluarkan beberapa gold dari dalam inventorinya lalu menaruh gold-gold tersebut di saku pakaiannya.


"Penampilan tuan putri terlalu mencolok, jadi pakailah ini." ucap Ars kepada Theresa menyuruhnya untuk mengenakan jubah putih miliknya.


Wajah cantik yang dimiliki oleh Theresa pasti akan mencolok perhatian ketika sampai dikota, karena itu Ars memberikan jubah putih miliknya kepada Theresa.


Ars tidak menyadari bahwa ialah yang paling mencolok perhatian, selain karena wajahnya yang tampan, tubuh Ars juga diselimuti oleh aura suci yang sangat kuat.


Theresa juga berpikir seperti itu, namun dia tidak mau banyak bicara karena itu ia langsung menerima jubah yang Ars berikan dan langsung memakainya.


Kemudian Theresa menutup kepalanya dengan tudung jubahnya seperti yang diperintahkan oleh Ars.


"Tuan, apakah Claire dan yang lainnya akan baik-baik saja?." tanya Theresa kepada Ars dengan wajahnya yang cemas.


"Jadi itu yang menganggu pikiran tuan putri selama ini." ucap Ars


"Nama saya Ars, umur saya juga 16. Jadi jangan panggil saya tuan karena saya merasa tidak nyaman jika tuan putri melakukan hal itu." sambungnya.


Kemudian ia menjelaskan kepada Theresa bahwa para kesatria miliknya lebih kuat dari para bandit dan Assasins yang dikirim untuk membunuh Theresa pasti akan bisa ditangani oleh Claire.


Ars terus mencoba menyakinkan Theresa agar ia tidak terlalu memikirkan para kesatrianya, ketika sudah sampai di depan gerbang masuk kota Ars baru berhenti berbicara.


"Percayalah saya akan melindungi dan memastikan keselamatan tuan putri, selama para kesatria tuan putri menyelesaikan masalah yang ada di kerajaan." ucap Ars, kemudian ia berjalan mendahului kuda yang ditunggangi oleh Theresa.


"Tunjukan kartu identitas mu!." ucap salah satu prajurit yang memegang tombak kepada Ars dengan nada yang cukup tinggi.


Ars tidak mengatakan apapun kepada prajurit tersebut, ia hanya memberikan dua gold kepada prajurit tersebut.


"Selamat datang di di kota garden tuan dermawan." ucap prajurit yang tadi menyinggung kartu identitas kepada Ars dengan sangat ramahnya setelah diberikan dua gold.


Kemudian Ars langsung masuk ke dalam kota bersamaan dengan Theresa yang bisa langsung masuk tanpa ditanyakan kartu indentitas oleh prajurit yang menjaga gerbang.


Karena prajurit yang menjaga gerbang masuk kota tersebut tahu dua gold yang diberikan oleh Ars adalah biaya masuk untuk dia dan Theresa.


Ars sangat beruntung karena belum ada orang selain dia dan Theresa yang sedang mengantri masuk kedalam kota, karena jika ada banyak orang yang mengantri masuk kedalam kota akan terlalu sulit untuk menyuap prajurit yang menjaga gerbang agar ia bisa masuk kedalam kota dengan mudah.


Theresa meraba-raba pakaiannya seperti sedang mencari sesuatu, di saku pakaiannya ia mendapatkan sebuah kantung yang berisikan koin emas.


Theresa berniat untuk memberikan kantung yang berisikan 200 koin emas tersebut yang diberikan oleh Claire ketika masih di kerajaan Ryeum kepada Ars, namun ia tidak tahu bagaimana cara memulai pembicaraan dengan Ars karena masih merasa canggung dengan Ars.


"Perutku sedikit lapar." batin Ars melihat para pedagang yang menjual daging-daging monster yang terlihat enak.


"Tapi tidak mungkin untuk seorang tuan putri kerajaan memakan itu kan?. Lebih baik aku mencari sebuah restoran saja untuk mengisi perutku." batin Ars mengurungkan niatnya untuk membeli sate daging monster yang terlihat sangat enak karena tidak yakin Theresa akan menyukainya.


Ars sendiri lupa dengan statusnya yang juga merupakan seorang bangsawan.


Ars membuka maps miliknya, dan langsung mencari salah satu restoran terdekat agar dia dan Theresa bisa mengisi perut mereka disana.


Setelah menemukan restoran terdekat dari tempat ia berada, Ars langsung menandai restoran tersebut dan kemudian menarik kuda yang ditunggangi oleh Theresa menuju ke restoran yang sudah tandai di maps itu.

__ADS_1


__ADS_2