
Keesokan harinya
"Bun, Arga berangkat sekolah duluan".
"Iya nak hati hati di jalan ya".
"Ya bunn".
"Hmm gk kayak biasanya kak Arga duluan berangkat nya". Ucap Anin.
"Loh gk tahu ya di sekolah heboh kalau Arga sedang dekat sama murid baru".ucap Antera.
"Wedeh baru tahu aku jangan jangan kakak suka".
Amerta yang mendengarkan perbincangan kedua anaknya tersebut hanya bisa tersenyum. Ia mengingatkan kepada suaminya sendiri."Hmm Candra kamu lama banget keluar kotanya aku setiap hari kesepian jika anak anak pergi ke sekolah".Gumam nya.
Sesampainya di sekolah
"Hai Arga". Ucap Ayunda.
Arga tidak menjawab
"Kok kamu udah dateng ke sekolah pagi pagi banget".Tanya Arga.
"Emangnya gk boleh".
"Bukan nya gk boleh aku hanya tanya aja".
"Oh aku tadi sekalian diantar sama Tante ku".
"Oo terus dimana orang tua mu".
Hati Ayunda langsung sakit karena mendengarkan pertanyaan dari Arga.
"Hmm orang tua ku sudah gk ada". Dengan wajah murung.
"Eh maaf aku gk tahu soal itu maaf lancang banget aku ke kamu". Sambil menunjukkan wajah bersalah nya.
"Enggak apa apa kamu kan gk tahu".
Pada waktu jam pertama dimulai
"Pagi anak² sekalian". Celetuk ibu guru.
"Pagi Buu".ucap seluruh siswa yang ada di kelas.
"Pagi ini kita akan membuat kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 3 anak, kalian akan membuat sebuah Mading. Tugas ini dikumpulkan 5 hari lagi oke. Tolong kalian memilih sendiri anggota kelompok nya ya".
"Baik Buu".
Mereka semua pun membuat sebuah kelompok. Melainkan Arga yang memiliki banyak permintaan.
"Arga kamu mau gk sekelompok Sama aku". Ucap teman sekelasnya.
"Hmm gk usah aku udah sama Dirga dan Ayunda".
Ayunda yang mendengarkannya terkejut.
"E e eh aku sekelompok Sama kamu". Sambil membuat wajah bingung nya.
"Iyaa kamu mau kan".
__ADS_1
"E eh iya terserah kamu aja".
Ayunda mengingat kata² Dirga pun langsung heran sendiri.
"Hmm bener juga ya kata Dirga tapi ahh mana mungkin". Gumam Ayunda sambil melihat Arga yang sedang melihat cendela.
Pada akhirnya mereka bertiga berkumpul bersama di meja Dirga.
"Okee kita mau buat yang konsep nya apa??". Tanya Dirga.
"Gimana konsep nya luar angkasa".ucap Arga.
"Oke gpp aku ngikut aja".
Ayunda masih malu karena ia satu kelompok dengan anak laki laki.
"Kita mau kerkom di rumah nya siapa hari ini".
"........". Tidak ada jawaban dari mereka.
"Aku aja deh". Celetuk Arga.
Pada waktu jam istirahat mereka bertiga berjalan menuju kantin. Tapi mereka bertiga menjadi pusat perhatian seluruh siswa.
"Hmm Arga kamu gk perlu pegangin tangan ku aku malu dilihat banyak orang".
"Emangnya salah ku apa". Sambil menunjukkan wajah cueknya.
Jantung Ayunda berdetak sangat cepat sampai pipinya memerah karena Arga.
Sesampainya di kantin mereka membeli makanan yang mereka inginkan. Mereka duduk bertiga di meja kantin. Setelah mereka menghabiskan makanan mereka pun kembali ke kelas.
"Hmm kok gk bisa di telfon ya".
"Kenapa kamu kok kayak gelisah banget gitu mukanya".ucap Arga.
"Hmm ini Tante aku gk bisa ditelfon".
"Mau bareng kan sekalian mau kerkom kan".
"Eh gk usah ngerepotin aja aku nanti".
"Gk ada yang ngerepotin kok"
Arga menarik tangan Ayunda dan membonceng Ayunda dengan motornya yang terparkir di tempat penitipan di sekolah.
Sesampainya di rumah
"Bunn Arga pulang".
"Iya nak".
"Assalamualaikum".ucap Ayunda
"Waalakumsallam, ini teman nya Arga ya".
"Iya te kita mau kerkom".
"Oh gitu masuk aja ya".
Ayunda kagum melihat rumah Arga yang sangat mewah. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Arga.
__ADS_1
"Aku mau ganti baju dulu ya".
"Iyaa".
Beberapa menit kemudian, Dirga datang dan mereka merencanakan Mading yang ingin dibuat.
Setelah sekitar 3 jam mereka mengerjakan Mading tersebut pada akhirnya Mading tersebut pun jadi.
"Ahhh akhirnya selesai juga capek aku". Celetuk Dirga.
"Hehe iya sama". Lanjut Ayunda.
"Eh aku pulang duluan gimana aku bentar lagi ada kursus".
Arga mengangguk dan mengantarkan Dirga sampai pintu rumah nya. Saat Dirga sudah pulang hanya mereka berdua yang berada di kamar tersebut.
"Hmm kamu belum di jemput ya".
"Oh bentar lagi ini masih di jalan".
"Boleh aku minta no handphone mu".
Tanya Arga.
"Boleh, tapi buat apa".sambil kebingungan.
"Enggak aku mau nge sv no mu aja kalau ada yang kesusahan bisa nanya nanya".
"Ohh ini no ku". Sambil menunjukkan no handphone nya.
"Argaa ini ada orang yang mau jemput teman mu". Sambil berteriak.
"Yaa Bun aku ke sana".
Arga mengantar kan Ayunda sampai pintu rumah nya.
"Aku pulang dulu ya".
"Ya hati hati".
Setelah Ayunda pulang Amerta mengajak berbicara empat mata dengan Arga.
"Nak boleh bicara bareng gk".
"Boleh bun ada apa".
"Kamu masih gk bisa ngelupain Keyla ya".
"Hmm soal itu akuu gk tahu, aku gk bisa aku gk tahu aku menganggapnya kayak kakak ku sendiri aku gk tahu dimana sekarang dia berada".
Tanpa disadari Arga mengeluarkan air mata nya.
"Hiks hiks bunn Arga kangen Keyla hiks".
"Cup cup jangan gitu pasti dia Dateng kok jangan nangis ya". Sambil mengusap kepala Arga.
Bersambung
Notes:
Maaf kalo ada yang typo 🙂
__ADS_1