
Zulfikar keluar setelah semua test dilakukan dan sepertinya ada yang mengejar Zulfikar dari belakang.
Ketika melihat ternyata itu Sarah dan sepertinya dia ingin menanyakan sesuatu tetapi tidak enak untuk dikatakan ditempat ini.
" Jika kamu ingin menanyakan tentang sekolah mana yang saya pilih? Maka saya akan pergi ke sekolah pedang atau disebut sekolah Sword and Saber. "
Sarah yang mendengar itu tersenyum dan kemudian berangkat pergi dan sepertinya dia ingin sekolah yang sama dengan Zulfikar.
" Huh.. Dari dulu hingga sekarang dia ingin selalu sekolah yang sama dengan saya, jika bukan kedua orang tuanya dulu melakukan dinas.
Mungkin dia akan terus sekolah bersama saya tetapi sejak kejadian itu kedua orang tuanya terpaksa menitipkan ke kakek dan nenek agar sekolah yang sama dengan saya. " ucap Zulfikar yang tanpa sengaja mendengar bahwa disana Sarah menjadi pendiam dan tidak memiliki teman.
Apalagi nilainya semakin menurun dan berbeda jika bersama Zulfikar, mungkin dari kecil kita selalu bersama sehingga tahu rahasia dan sifat kita masing-masing.
Apalagi dia tidak terlalu suka dengan bermain dengan mereka karena alasan tertentu dan dengan Zulfikar dia bisa bebas melakukan apapun.
Hingga akhirnya Zulfikar pulang kerumah dan sepertinya hari ini harus istirahat karena senin akan mendaftar ke sekolah Sword and Saber.
Zulfikar tidak tahu bahwa Sarah menolak semua sekolah elite di ibukota ini dan memilih sekolah biasa yang dikatakan sekolah negeri.
Sehingga membuat semua orang bingung kenapa memiliki sekolah tua dan jelek itu terutama pendidikan mereka yang jadul.
Sayangnya hanya beberapa orang yang tahu betapa luar biasa sekolah biasa itu dan berapa banyak yang melahirkan pahlawan nasional di negara ini.
…………
Dirumah Sarah.
" Ibu! Kakek! Nenek! Aku pulang.. " ucap Sarah yang hari ini ibunya tidak pergi ke tempat kerjanya dan memilih tinggal bersama kakek dan nenek.
" Oh cucu cantikku sudah pulang? Bagaimana ujian sekolahnya? Apakah sulit? " Tanya kakeknya yang melihat betapa cintanya terhadap cucu kesayangan dia.
" Oh.. Itu mudah dan saya mendapatkan nilai yang bagus sekali! " ucap Sarah kepada kakeknya.
Mendengar cucunya seperti itu kakeknya tidak tahan menggoda dia.
" Bagaimana dengan nilai teori kamu dengan anak Zulfikar itu?"
Sarah terdiam karena jangan membandingkan Zulfikar dengan dirinya karena di seluruh negara ini hanya sedikit yang mendapatkan nilai 98 tetapi dia mendapatkan nilai 100.
Membuat mereka yang pintar menjadi bodoh karenanya, bahkan beberapa tidak sanggup melihat nilai mereka apalagi membandingkan.
Neneknya tahu bahwa kakek tua ini membahas sesuatu yang konyol, padahal dari kecil sudah ada perbedaan besar apalagi sekarang.
" Jangan dengerin kakekmu, dia terkadang menyebalkan.. " ucap neneknya mencoba menghibur cucunya Sarah.
Hingga akhirnya ibunya membawakan makanan karena sudah waktunya makan siang.
" Itu benar, jangan dengerin kakekmu karena dia kesal selalu kalah bermain catur dengan anak Zulfikar, lihatlah rambutnya sampai habis karena itu. "
Melihat kakeknya yang botak dengan kumis warna hitam dan putih membuat Sarah tertawa terutama silau terkena matahari siang ini membuat ruang makan menjadi terang.
" Hahahaha.. " Sarah tidak tahan mempertahankan itu.
Kakeknya tidak berdaya, memang dia sering beberapa kali dikalahkan Zulfikar dengan cepat saat bermain catur.
Hingga rambutnya botak bahkan kumisnya berubah warna sebelah menjadi hitam dan putih..
Tetapi kakeknya cukup senang ketika membawa Zulfikar ketempat basecamp orang tua dimana mereka banyak yang bermain catur, kartu ataupun domino.
Ketika Zulfikar bermain dia menjadi tidak terkalahkan meskipun mereka menggunakan kemampuan mereka semua.
" Sarah, dimana kamu ingin sekolah? " Tanya ibunya.
" Sekolah pedang. " Jawab Sarah.
Mendengar itu mereka semua terdiam dan hingga akhirnya ibunya berkata.
" Kenapa memilih sekolah pedang? "
" Zulfikar memilih itu. "
Mendengar itu kakek dan neneknya tertawa, mau bagaimana lagi jawaban ini tidak pantas terutama dia sudah memasuki usia remaja dimana cinta akan muncul nanti.
__ADS_1
Sedangkan ibunya mendesah bukan karena dia tidak menyetujui tapi dia takut anaknya tidak diterima oleh Zulfikar, meskipun kedua orang tua Zulfikar dan kedua orang tua Sarah mencoba menjodohkan mereka berdua.
" Apakah kamu yakin? "
" Iya. "
" Apakah kamu suka Zulfikar? "
" Tidak. " ucap Sarah sambil berpaling dari tatapan ibunya.
" Suatu hari Zulfikar akan terbang seperti naga ataupun sebaliknya dia akan menjadi cacing selamanya.
Ini pilihan kamu jika jatuh cinta dengan dia, tetapi ibu ingin mengatakan jangan pernah menyesal ataupun menganggap pilihan kamu salah. Karena kamu yang memilih dia... "
Awalnya Sarah tidak mengerti hingga akhirnya tiba-tiba dia ingat bahwa Zulfikar bisa menahan serangan wanita cantik itu dan wanita itu sepertinya menginginkan Zulfikar, ini membuat Sarah on fire.
Ibunya mengerti sepertinya Zulfikar sudah mulai bangkit dan bisa dikatakan baik dan juga buruk, sehingga dia membutuhkan seseorang yang selalu disisinya.
Ini bukan permintaan ayah dan ibu Sarah tetapi permintaan kedua orang tua Zulfikar karena bagi mereka Sarah adalah calon yang cocok dengan anaknya.
Zulfikar tidak mengetahui bahwa dari kecil dia sudah dicoba untuk dijodohkan tetapi tanpa rasa cinta dan kasih antara mereka tidak mungkin bisa memperjuangkan hidup dan mati bersama.
Kedua orang tua Sarah seperti itu dan kedua orang tua Zulfikar juga melakukan hal yang sama, karena di dunia yang kejam dan kacau ini.
Orang yang dia cintai dan sayangi adalah obat menutupi luka peperangan mereka setiap harinya..
Tanpa cinta mereka tidak akan pernah menjadi kuat dan mampu mempertahankan negara ini hingga sampai sekarang.
Inilah yang diajarkan oleh pasangan lagendaris dari battalion api dan es meskipun sekarang sudah tidak ada lagi battalion ini tetapi pasukan mereka masih ada.
Apalagi kedua orang tua Sarah adalah salah satu Junior dari ayah dan ibu Zulfikar yang dipimpin oleh mereka berdua.
Juga mereka pernah dilatih oleh mereka berdua dalam satu battalion api dan es..
…………
Dirumah Zulfikar.
Zulfikar pulang kerumah dan berpikir bagaimana membuat sesuatu yang bisa membantu dia untuk menyerang musuh-musuhnya.
Satu-satunya pilihan dengan menggunakan inti binatang bencana dan masing-masing binatang bencana memiliki Class yang berbeda.
Untungnya dirumah Zulfikar memiliki banyak inti binatang bencana dan beberapa inti binatang kuno yang tidak jelas beberapa kekuatan mereka.
Zulfikar berpikir panjang hingga dia berkata.
" Bagaimana untuk membuat benda yang cocok saya gunakan? "
Hingga akhirnya Zulfikar berpikir tentang kalung dan sarung tangan.
Kalung sebagai inti energi dimana dia menyimpan dan menyerap energi dan sarung tangan sebagai pengeluaran energi.
Karena dia tidak yakin apakah mungkin dia bisa membuat dantian baru atau tidak.
Jika bisa pasti mengorbankan waktu dan usaha, jadi ketika misi Zulfikar tidak bisa melakukan apa-apa dan ini menyebalkan.
Apalagi membuat dantian baru sama dengan menentang alam dan resiko sangat tinggi terutama kematian, juga tubuhnya harus kuat dan juga jiwanya.
Untungnya jiwanya sangat kuat hanya membuat tubuh dan jiwanya seimbang dengan membuat mereka harmoni sehingga membuat koneksi diantara mereka.
Sedangkan obat kedua orang tua Zulfikar telah mempersiapkan semuanya dan hanya bagaimana Zulfikar mau melangkah atau tidak.
" Sekarang saya akan membuat dari kalung inti energi menggunakan inti binatang bencana Class F meskipun tidak memiliki elemen.
Tetapi beberapa ada yang memiliki elemen didalamnya misalnya yang ayah kumpulkan ini.. "
Beberapa juga berbagai macam ukuran dan dengan menggunakan Artefacts Intelligence Zulfikar bisa tahu mana yang bagus dan mana yang tidak.
" Saya juga perlu beberapa alat seperti mata-mata karena saat perburuan sedikit informasi menguntungkan saya. "
Zulfikar mengingat ada beberapa proyek ayah yang memiliki ini tetapi ukuran mereka masih sangat besar dan Zulfikar ingin membuat minimal ukuran nyamuk.
Karena waktu sekolah besok maka dia buat dulu seadanya baru membuat perlengkapan lengkap termasuk alat monitoring sekaligus penyimpanan.
__ADS_1
Juga didalamnya Zulfikar akan memasukkan server mini dengan kapasitas besar dan program ai untuk membantu dia dalam monitoring lingkungan hidup saat melakukan perburuan.
Tanpa disadari ide gila Zulfikar terus mengalir dari perlengkapan hidup senjata dan segala macam untuk membuat dia cukup nyaman meskipun berada di luar.
Jika ada yang mengetahui itu mereka menganggap gila tetapi berbeda dengan ayahnya dan mereka akan membangun sesuatu yang diluar akal sehat mereka contohnya alat teleportation antar kota.
Dibuku ayahnya telah membuat rancangan tersebut dan Zulfikar sendiri tertarik dengan tersebut karena negara besar sudah membuat rencana ini.
Sehingga kebutuhan hidup antar kota mereka menjadi lebih baik dan untuk mempertahankan kota menjadi sangat mudah sekali.
Zulfikar berpikir untuk menunggu ayahnya kembali dan dia akan memberikan hadiah ini dan juga hadiah spesial untuk ibunya nanti.
Tetapi semua hanyalah dalam rencana tidak tahu apakah berhasil atau tidak.
…………
Pagi hari di hari senin.
Zulfikar bangun dari tidurnya dan melihat hari sudah pagi.
Kemarin dia seperti orang gila saat membuat Items tetapi semua yang dia kerjakan berhasil dengan sedikit bantuan Artefacts Intelligence.
Zulfikar sengaja hanya menggunakan sedikit bantuan Artefacts Intelligence karena jika dia menggunakan terus menerus maka dia akan menjadi bodoh.
Oleh karena itu Zulfikar melakukan percobaan berkali-kali, kemudian koreksi jika salah adalah hal yang selalu dia lakukan.
Setiap hari dia akan membuat buku catatan dalam Artefacts Intelligence setiap apa yang dia lakukan entah itu baik atau buruk dan kemudian di ingat kedalam otaknya agar tidak lupa.
Tetapi dia akhirnya berhasil membuat kalung inti energi, meskipun sarung tangan gagal dan akhirnya Zulfikar membuat pedang.
Pedang ini adalah pedang biasa tetapi bahan yang digunakan lumayan bagus sehingga Zulfikar hanya menambahkan ukiran pada senjata sebagai transfer energi dari kalung inti energi.
Dilihat kualitas pedang ini memiliki tingkat hijau atau sama dengan rere mungkin dari bahannya yang cukup langka.
Sedangkan kalung inti energi meskipun juga tingkat Rere tetapi kualitas secara keseluruhan berwarna biru yang sama dengan super Rere.
" Baiklah, saatnya pendaftaran sekolah pedang! " Teriak Zulfikar dalam hatinya.
Sebelum berangkat dia menggunakan cincin penyimpanan ruang dimensi yang didalamnya ada beberapa obat, baju ganti dan pedang serta makanan dan minuman.
Hingga tiba-tiba Sarah datang menjemput Zulfikar.
" Zulfikar kamu lama sekali, ayo kita berangkat cepat.. "
" Tunggu sebentar.. "
Melihat Sarah membawa banyak barang membuat Zulfikar merasakan tidak enak hingga akhirnya dia mengambil cincin penyimpanan ruang dimensi lainnya yang sudah dia perbaiki dan perluasan.
" Ambillah.. "
" Apa ini? " Tanya Sarah cukup malu karena cincin ini cukup cocok dengan perempuan tetapi Zulfikar tidak peka dan hanya menjawab pertanyaan dia.
" Cincin penyimpanan ruang dimensi. "
" Aku tahu itu. " ucap dalam hati Sarah.
Hingga akhirnya dia ingin bertanya lagi tetapi dia memberikan jawaban yang cukup puas.
" Cincin itu untuk menyimpan barang kamu karena sekolah pedang cukup jauh dan saya merasa tidak enak hati melihat kamu membawa banyak barang berat seperti itu.
Terutama saya seperti tidak membawa barang apa-apa sedangkan kamu... "
" Terima kasih.. " ucap Sarah yang memotong penjelasan Zulfikar dan Sarah cukup senang jika Zulfikar memperhatikan dia.
" Kamu tahu menggunakan ini? "
" Iya, kok tidak bisa? " Tanya Sarah yang awalnya tahu tetapi sekarang tidak bisa digunakan.
" Ini berbeda dengan cincin penyimpanan ruang dimensi biasa, ini spesial dan teteskan darah kamu.
Jika menghilang biarkan saja itu sudah menyatu dengan tubuh kamu yang berarti cincin penyimpanan ruang dimensi mengenali kamu sebagai tuannya. "
" Wow.. Sangat luas dibandingkan dengan cincin penyimpanan ruang dimensi yang dijual dipasaran. "
__ADS_1
" Jelas itu berbeda karena cincin ini spesial buat kamu dan mari kita pergi.. "
" Baik.. "