
Serly terbangun di rumah sakit dengan tubuh yang dipenuhi perasaan nyeri dan terjepit dalam baju rumah sakit. Ia mencoba bergerak, tetapi setiap gerakan membawa rasa sakit yang tak tertahankan. Seketika itu juga, ia merasa sesuatu yang hilang, dan ketika ia mencoba mengingat, kenangan tentang kecelakaan itu melanda pikirannya.
Selama beberapa hari berikutnya, Serly menjalani serangkaian operasi yang rumit. Dokter-dokter yang merawatnya dengan serius memberitahunya bahwa luka-lukanya sangat serius, dan proses pemulihannya akan memakan waktu yang lama. Ia menjadi yatim piatu karena seluruh keluarganya tewas dalam kecelakaan tersebut. Semua yang tersisa adalah kenangan yang perlahan mengembalikan ingatannya tentang saat-saat tragis itu.
Di tengah keterpurukannya, Serly merasa semakin kesepian. Ia mencoba menghubungi Arka, harapannya agar ada seseorang yang tersisa dalam hidupnya yang masih peduli. Namun, pesan-pesan dan panggilan teleponnya diabaikan. Ini menghancurkan hatinya. Ia merasa seperti dunia telah membuangnya dan tak ada yang tersisa untuknya.
Pada suatu malam, saat cahaya bulan menerangi kamar rumah sakitnya, Serly menerima kunjungan yang tak terduga. Seorang karyawan Ayahnya yang pernah dia sapa dulu dengan ramah, dengan mata penuh empati masuk ke dalam kamarnya. Ia adalah sahabat lama keluarganya yang selamat dari kecelakaan tersebut dan belum sempat memberi kabar kepada Serly.
Dengan lembut, memberi tahu Serly tentang penyebab kecelakaan itu, yang ternyata merupakan konspirasi di perusahaan keluarganya yang dirancang oleh Arka sendiri. Hal ini bukan hanya untuk menghilangkan Serly dari hidupnya tetapi juga untuk mengambil alih perusahaan keluarganya.
__ADS_1
Mendengar pengkhianatan ini, hati Serly dihantam oleh rasa marah dan keinginan untuk membalas. Ia bersumpah untuk memulihkan nama baik keluarganya dan menuntut keadilan untuk kematian orang-orang yang dicintainya.
............
Serly merasakan dunianya hancur berantakan. Saat malam datang, ia duduk sendiri di ruang keluarganya yang pernah indah dan megah, kini tampak sunyi dan kusam. Cahaya bulan bersinar redup, dan serly merasa seperti kehilangan semua yang pernah ia miliki.
Setiap hari, Serly berjuang keras untuk mencari pekerjaan. Ia menghabiskan waktu berjam-jam mengirim lamaran kerja, tetapi terus menerima penolakan demi penolakan. Rasa rendah diri merayap dalam dirinya, membuatnya semakin tertekan.
Saat dia melintasi sebuah kafe, dia melihat iklan YouTube yang buat oleh Rian. Hatinya berdebar kencang, tapi dia berpikir, "Dia pasti tidak akan mau perduli padaku sekarang." Serly terus berjalan tanpa berani menghubunginya, meskipun hatinya ingin sekali bertemu kekasih lamanya itu secara langsung untuk pertama kali.
__ADS_1
Malam demi malam, Serly merenung dalam gelap, mencari jalan keluar dari masalahnya. Ia merindukan masa-masa kebahagiaan, dan kini merasa seperti seorang pengembara dalam kehampaan. Bagaimana dia bisa membayar sisa pembayaran rumah mewah itu? Bagaimana dia bisa bangkit dari keruntuhan yang sedang dialaminya?
Hujan turun dengan lebat, mencerminkan perasaannya yang terhanyut dalam derasnya cobaan hidup. Tetapi meskipun badai dalam hidupnya, Serly bertekad untuk bertahan. Dia tahu dia harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri dan belajar menerima bantuan dari teman-teman sejatinya, bahkan jika itu berarti menghadapi Rian dan mengungkapkan kebenaran tentang dirinya.
Perjuangan Serly masih akan berlanjut, tetapi di dalam kegelapan, dia mulai menemukan percikan harapan. Ia akan belajar untuk berdiri sendiri, mengatasi rasa malu, dan mencari kebahagiaan yang sejati.
Bersambung.....
-Yan Efilan-
__ADS_1