
Dan kau terus saja menggenggam tangan ku tuan,mencium tangan ku,dan kau semakin cemas ketika tubuh ku semakin lama mendingin seperti es batu.
Ya Allah bagaimana ini? kau terus bertanya-tanya tuan,aku yang tak bisa apa-apa hanya bisa menangis dan berharap aku selalu baik-baik saja.
Berselang waktu 30 menit dari aku pingsan tadi kau berbisik kepadaku "buk,aku tinggal kerja sebentar ya mau antar gerobak martabak,nanti aku balik lagi buk jagain kamu,bertahan ya,jangan sampe kamu hilang".
Aku berusaha mengumpulkan tenaga untuk menjawab perkataan mu tuan dan aku menjawabnya "iyaa" dengan nada suaraku yang serak dan mulai mengilang.
Dan kau mengenggam tangan ku,mencium tangan ku dan kau pamit denagn ku,"nanti aku pulang buat kamu buk".
Dan kau memberikan ku selimut dan hijab ku menutupi seluruh tubuhku yang kedinginan dan pintu kontrakan rumah mu pun kau kunci tuan,aku menunggu mu degan penuh harapan dan aku menunggu mu dengan penuh kecemasan.
__ADS_1
Yang aku fikirkan saat itu hanya,apakah aku kuat menahan rasa sakit ini semmbdiriab tanpa seorang pun mendampingiku?....
Aku menunggumu selama 2 jam penuh tuan dan tubuh ku semakin lama semakin melemah dan di gin,aku menggigil kedinginan dan aku berusaha kuat untuk selalu bernapas di saat kau tak ada di dekat ku tuan.
Aku hanya merasakan tubuh ku kaku dan tak ada aliran darah disekujur tubuh ku itu,dan aku hanya dapat mendengarkan suara-suara angin di luar sana.
Kesadaran ku semakin menurun tuan,dikala kau tak ada aku sudah berpasrah kepada Tuhan ku, apabila aku memang berkahir sini aku ikhlas ya Allah tapi kalau bukan ini akhir dari kisah hidup ku maka kuatkan lah aku dari rasa sakit yang aku miliki ini.
Dan tak lama kemudian kau pulang tuan dan kau berlari untuk membuka pintu kontrakan mu,dan benar saja diriku semakin lemah dan dingin,kau berusaha untuk mengajak ku komunikasi agar aku tidak semakin hilang kesadaran.
Dan kau memaksa ku duduk dan mengangkat tubuh ku di pangkuan mu,kau memijat seluruh tubuhku dari tangan,bahu,kepala hingga kaki.
__ADS_1
Kau meninggalkan jejak di dekat hidungku tuan ada jejak kemerahan di tulang hidung bagian atas ku kau memaksa untuk mengeluarkan rasa sakit ku disana, benar-benar jejak dihidung ku itu tidak hilang tuan tetap memerah selama tiga hari lamanya.
Disaat itu kau mencium kepalaku dan mengatakan "jangan lemah lagi ya buk,jangan nangis hatiku hancur kalau lihat perempuan nangis".
Tapi aku menangis karena kau tulus menjaga ku sebaik-baiknya di saat keadaan ku lemah tuan bagaimana bisa aku melupakan salah satu kebaikan mu ini?...
Aku tak akan pernah sanggup melupakan nya tak akan pernah bisa,dan tak akan pernah juga aku untuk membenci dirimu.
Aku akan terus mengingat semua kebaikan mu ini tuan sampai akhir hayat ku nanti aku akan tetap mengingat mu sebagai orang yang pernah tulus merawat ku dan pernah tulus mencintai ku sepenuh hati mu.
^^^Jambak,15 Juni 2023.^^^
__ADS_1
^^^Penulis^^^
^^^Mediana Utami^^^