
“Arrghhh!! Panas panas!!”, teriak Anin ketika tubuhnya diselomiti dengan putung rokok yang masih menyala itu.
“Masih mau melawan gadis kecil?!” bentak orang tersebut.
Dengan kesalnya orang tersebut memukul Anin habis habisan. Sedang Anin diam tak melawan, dan hanya menangis sesenggukan.
Karena Anin memang gadis yang pandai, setelah orang tersebut keluar dari ruangan tadi Anin mencoba melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya itu.
Anin celingukan mencari benda tajam yang ada disekitar tempat tersebut untuk melepaskan ikatan tali tersebut.
Dan pada akhirnya Anin menemukan sebuah pisau kecil di samping meja. Ia ngesot untuk mengambil pisau tersebut.
Setelah mendapatkannya Anin menggesekkan pisau tersebut dengan perlahan agar tidak terkena tangannya karena ternyata pisau tersebut cukup tajam.
Hufttt
Akhirnya ikatan tali di tangannya bisa terlepas, dan setelah itu melepaskan ikatan di kakinya.
Meskipun tangan tubuhnya masih dipenuhi dengan luka tetapi Anin tidak memperdulikan rasa perihnya itu. Dia berjalan menuju pintu, dan beruntungnya tidak di kunci.
Anin celingukan apakah ada yang menjaga atau pun tidak. Ahh... Akhirnya ternyata tidak ada yang menjaga tempat tersebut agar tidak kabur.
__ADS_1
Dia berlari dari tempat tersebut, mencari jalan untuknya pulang. Beruntungnya Anin ketika melihat seorang polisi yang seperti sedang mencari cari seseorang. Anin berjalan menuju tempat polisi tersebut berada
“Bapak polisi? Anin boleh minta tolong nggak?”, Tanya Anin kepada polisi tersebut.
Polisi tersebut menoleh, dan jangan ditanya seberapa kagetnya ia ketika menemukan anak yang di carinya ketemu, tetapi dengan keadaan yang sungguh mengenaskan.
“Bapak polisi.. tolognin Anin yahh, Anin di culik sama om om yang item item, terus dipukuli sama di selomoti pake rokok yang masih menyala..”, ucap Anin polos sambil mengeluarkan cariran bening dari matanya.
“Kalau begitu ikut bapak yah, orangnya yang nyulik dimana? Nanti biar teman bapak yang kasih hukuman ke orang yang mukulin Anin yah.. sini..!”, ucap polisi tersebut.. sambil membawa Anin dalam gendongannya.
Polisi beserta rekannya membawa Anin untuk menunjukkan tempat tersebut. Dan akhirnya orang yang menyulik Anin tertangkap dan segera di bawa ke kantor untuk di introgasi.
Anin segera dipertemukan kepada orang tuanya setelah di bawa ke rumah sakit untuk diobati lukanya.
Dikabarkan sang kakek mengidap sakit liver pada hatinya. Dan setelah beberapa hari dirawat sang kakek meninggalkan Anin untuk selamanya.
Setelah kejadian itu Anin lebih tertutup dan pendiam, ia sangat membenci yang namany rokok. Maka dari itu dia tidak suka orang di dekatnya merokok karena menurutnya hanya akan memperpendek usianya saja.
Tetapi setelah ada Lucas dia kembali ceria, hanya beberapa saat saja setelah dia di khianati oleh kekasih hatinya dan sahabatnya itu.
`flashback off...
__ADS_1
Anin berlari tanpa arah, hingga tanpa sengaja ia menabrak Lucas.
Ia jatuh dan menagis tanpa suara.. hingga Lucas menyentuh bahu Anin dan Anin memeluk Lucas...
Lucas yang kaget akhirnya membalas pelukan Anin. Ia mengelus punggung Anin pelan, ia bingung ada apa dengan Anin kali ini kenapa berbeda sekali dengan tadi.
Anin terus menangis tanpa henti di dada bidang milik Lucas. Hingga akhirnya Lucas melepaskan Anin dari pelukkannya, ia menatap Anin yang juga menatapnya.
Matanya merah sembab, Lucas mengusap pipi Anin yang masih menyisakan air mata nya tadi.
“Kenapa?? Hmm.. maafin gue ya?”, ucap Lucas sambil memegang bahu Anin.
“Gue kangen...”, ucap Anin sambil menganggukan kepalanya dan berlanjut memeluk Lucas.
“Maafin gue yaa!”, ucap Lucas lagi
Anin hanya menganggukan kepalanya tanda memaafkan Lucas. Lucas tersenyum menanggapi Anin dan mengeratkan pelukkannya.
Bersambung..
`night kawan kawan😄😄
__ADS_1
#stayhealthy😉