
Pagi hari Shi sudah bangun kemudian langsung membersihkan diri, dan memulai tugasnya sebagai seorang istri . Shi mulai menyiapkan sarapan . Shi cukup pandai memasak karna dia sering pergi kemping bersama sahabat sahabatnya dan tak jarang juga ikut membantu bunda memasak. jadi kalau soal memasak Shi sudah cukup ahli lah.
selesai menyiapkan sarapan Shi bergegas mandi karna Shi memang belum mandi,Shi akan mandi sehabis memasak dan membereskan peralatan masaknya. setelah bersiap dengan seragamnya karna hari ini hari pertama sekolah sebagai murid pindahan. Shi keluar dari kamar berbarengan dengan Bian yang sudah rapi dengan stelan jasnya.kamar mereka memang bersebelahan.
" wah.... tampan sekali .....kalau begini bisa roboh benteng pertahannan gue disuguhkan pemandangan yang menyejukan mata setiap hari.....bunda tolong anakmu ini dengan do'a agar tidak jatuh cinta pada mantumu yang tampannya kelewatan ini.......huaaaaa.......*karna dia sudah punya pacar ......anakmu sudah kalah sebelum bejuang* " jerit batin Shi
Bian melewati Shi begitu saja yang masih bengong di depan pintu kamarnya.sampai dikagetkan teriakan Bian.
" sampai kapan lo mau disitu ....?" ketus Brian yang sudah duduk di meja makan.
" maaf " Shi langsung bergegas dan dengan sigap melayani Bian.
walau cuma jadi istri di atas kertas Shi melakukan tugasnya degan baik karna bundanya sudah berpesan
" Shi apapun keadaannya dan bagaimana pun kamu harus menjalankan tugasmu sebagai seorang istri , sekarang suamimu merupakan prioritas pertama mu ,jadi jangan menecwakan nya." pesan bunda setelah ijab qobul.
" hari ini gue antar lo kesekolah ,nanti siang mobil untuk lo datang . mulai besok lo berangkat sendiri." ujar Bian
" oke.....makasih kak......"
" ingat jaga sikap lo tak ada yang boleh tau tentang pernikahan kita ,status lo itu Adik sepupu gue .. awas lo macam macam ." ancam Bian
" iya ... gerti kak "
" ayo berangkat gue ga mau terlambat gara gara lo..."
sesampai disekolah Shi di antar oleh Bian keruang kepala sekolah ,untuk melapor .Sepanjang perjalanan para murid menatap kagum pada Bian ,sementara Shi yang berada di belakang Bian ga di anggap sama sekali karna penampilan Shi biasa berbeda dengan Bian yang beraura luar biasa .Bagi Shi tak masalah memang inilah tujuannya untuk tidak menonjol .
Setelah semua administrasi selesai Shi di antar ke kelasnya.Bian langsung berangkat kekantor. sesampai dikelas Shi memperkenalkan dirinya sebagai anak pindahan.temen sekelasnya menanggapi dingin karna mereka tidak tertarik .bagi mereka penampilan yang utama jadi kalau biasa biasa saja tidak akan di anggap .karna sekolah ini merupan sekolah elit anak anak yang bersekolah disini adalah anak anak dari kalangan atas .
Bel istitahat telah berbunyi siswa siswi pada berhamburan keluar kelas begitu pun Shi ,dia berjalan kekantin bersama teman sebangkunya namanya Rani. Rani juga berpenampilan biasa seperti kutu buku ,berkacamata,dan agak cupu. tidak ada yang mau berteman dengannya.
brak...
__ADS_1
" hei lo anak baru.... ada hubungan apa lo sama kak Bian....? " bentak salah seorang dari mereka.
" kenapa...? " tanya Shi cuek
" lo kalau ditanya jangan nanya balik , cukup lo jawab aja....." bentak teman satunya lagi
" kenapa harus...? kalau gue ga mau jawab terserah gue.." cuek Shi yang membuat ketiga orang itu semakin jengkel.Shi bersikap begitu karna lawan bicaranya tidak sopan.
" berani lo ya.... lo belum tau siapa kita hah.....? jangan macam macam ya lo....lo itu anak baru disini...."
" maaf gue ga tau kan gue anak baru...! jawab Shi berdiri dengan bersidekap.
" wah..... benar ...benar nantangin kita lo ya ....." Jina salah seorang dari mereka ingin menjambak rambut Shi tapi dengan cepas Shi menangkap tangannya dan langsung memelintirnya.
" lo milih lawan yang salah kawan " bisik Shi ditelinga Jina yang sudah meringis kesakitan .
" lepasin gue " Jina coba berontak
" oke...." Shi mendorong Jina sampai terjerebab ke lantai dan itu sungguh memalukan karna disaksikan seisi kantin yang dari tadi menonton adegan itu dengan melongo.tak terkecali Rani yang takjub dengan tindakan Shi.
Selama ini tidak ada yang berani menghadapi trio lampir itu yaitu Rara, Santi dan Jina ketuanya.mereka selalu bertindak semaunya di sekolah sering membuly murid lain .tak jarang korban buly mereka pindah sekolah karna tidak tahan.pihak sekolah tak bisa berbuat banyak karna mereka berasal dari keluarga berpengaruh yang membuat mereka menjadi semena mena dengan murid lain.
" ya ampun Shi kamu keren banget bisa melawan mereka , tapi kamu harus hati hati mulai dari sekarang karna mereka tak akan membiarkan ini begitu saja. " ucap Rani
" iya gue tau....! jawab shi singkat.
Niatnya jadi murid biasa pupus sudah karna kejadian itu. Ya mau gimana lagi Shi mamang pantang ditindas , dia akan baik jikalau orang itu baik ,tapi juga akan sebaliknya. ibarat kata pepatah " musuh pantang dicari , ketemu pantang dielak kan " nasehat dari guru bela diri nya.
Pulang sekolah Shi sudah melihat Bian menunggu di gerbang sekolah menyender pada mobilnya dengan tangan masuk kedalam kantong celana tatapanya tajam kearah Shi " oooh sungguh tampan...." gumam Shi lalu melihat sekitar dimana murid perempuan yang lain juga menatap kagum pada Bian , Shi menghela nafas panjang ,karna begitu banyak yang mengaggumi suaminya ,tapi ada yang menatap Shi dengan senyum sinis dan mengejek namun tak di hiraukan Shi .
Dalam perjalanan hanya ada keheningan tak ada yang bicara ,sampai di apartemen Bian menarik kasar lengan Shi dan menghepasannya karna tak siap Shi jatuh kelantai meringis kesakitan.
" apa yang kakak lakukan...? " tanya Shi bingung sambil mencoba berdiri.
" gue udah bilang jaga sikap lo ,tapi apa...? dihari pertama sekolah saja lo udah bikin masalah...." bentak Bian
" Masalah ....! masalah apa....? "
__ADS_1
Bian yang sudah emosi meraih dagu Shi menekannya kuat hingga memerah dan itu sungguh menyakitkan bagi Shi hingga matanya berkaca kaca.
" lo itu berantem disekolah menyakiti orang lain dengan kasar , lo bilang itu bukan masalah , apa selama ini lo memang selalu bersikap kasar pada orang lain hah......tampang lo aja yang baik aslinya liar...." melepas kasar cengkraman dari dagu Shi.
Deg......
bagai tertusuk sembilu hati Shi mendengar tuduhan Bian , selama ini tak ada dari orang terdekat Shi yang pernah bicara atau bertindak kasar kepadanya. tentu saja membuat Shi merasakan sakit .
" basok lo harus minta maaf sama mereka didepan semua murid di sekolah lo " perintah Bian yang membuat Shi kaget kemudian tersenyum miring.
" buat apa minta maaf ....? disini Shi ga salah jadi sampai kapanpun itu tak Kan pernah terjadi " tegas Shi dan itu semakin membuat Bian naik pitam.dia melangkah lebar kearah Shi mencengkram kuat lengan Shi
" gue ga mau tau lo harus lakuin itu bagaimanapun loh udah menyakitin orang lain dan lo harus minta maaf ." tegas Bian
Shi menepis cengkraman Bian lalu menatap tajam Bian.
" apa kakak tau permasalahannya....? Shi hanya membela diri , kalau dengar jangan dari satu pihak saja .Dan kakak tau dari mana ....? bahkan pihak disekolah aja ga ada yang tau..!
ucap Shi menantang Bian
" orang yang lo sakitin itu Jina adiknya Zoya, gue udah kenal dia lama jadi ga mungkin dia berbohong sementara lo penampilannya aja sok baik tapi liar..." ucapan Bian terpotong
" cukup..... kak " teriak Shi .
" jangan pernah bilang gue liar karna kakak belum kenal sama gue...... " Shi sudah mulai emosi hilang sudah rasa hormatnya pada Bian .
" belum tentu kenal lama dengan orang lain bisa tau kelakuan sebenarnya dari orang itu , "
" ooh....jadi karna dia adik dari pacar kakak ....! kakak bisa semarah ini sama gue istri kakak....he...he..hebat sekali.....," ucap Shi sambil bertepuk tangan kemudian besidekap dengan sikap menantang.
" Semestinya dengar dulu penjelasan gue jangan langsung marah , ternyata memang benar cinta itu buta, bukan hanya buta hati tapi buta segala galanya, bahkan membela orang yang salah ck...ck " cemooh Shi sambil geleng geleng kepala.
" tentu aja gue lebih membela Zoya dari pada lo...,dan satu lagi lo itu cuma istri diatas kertas jadi bukan apa apa, jangan pernah menganggap ini pernikahan sungguhan sampai kapanpun itu ga akan pernah terjadi.....ingat itu.... jadi lakukan apa yang gue suruh " perintah Bian lagi
" oke gue akan ingat itu dengan baik ,bahkan gue akan mengigatkan kakak kalau sampai kakak lupa , dan untuk lakuin perintah kakak ....! maaf sampai kapan pun itu juga ga akan pernah terjadi karna gue ga salah " tekan Shi
__ADS_1
" lo......" tujuk bian geram sementara Shi melongos ke kamarnya karna capek berdebat dengan Bian.