Bahagiaku Denganmu

Bahagiaku Denganmu
Rasa


__ADS_3

" Kak nanti sehabis pulang sekolah Shi mau jalan sama temen " izin Shi pada Bian sambil sarapan.


" kemana...? " tanya Bian


" paling ke mall .....! "



" Oh ya udah yang penting jangan pulang kemalaman,gue ga mau disalahin sama orangtua kita kalau terjadi sesuatu sama lo...."



" baiklah Shi ngerti kok " walaupun Bian sering berkata pedas tapi Shi masih tetap menghargainya sebagai suami dengan selalu minta izin kemana pun dia pergi.



Saat dikantor Bian sedang sibuk dengan pekerjaannya,tiba tiba pintu ruangannya terbuka.



" sayaaaang ......! " sapa Zoya dengan suara manja.



Bian tersenyum lalu berdiri menghampiri dan langsung membawa Zoya kepelukannya dan mengecup singkat bibir nya.



" ada apa kamu datang hem....? " tanya Bian sambil membawa Zoya duduk dipangkuannya.



" aku kangen tau, udah lama kita ga jalan berdua , aku mau ngajak kamu ke mall ada yang pingin aku beli boleh kan.....? " rajuknya



" tentu saja boleh , buat kamu apa sih yang ga....! " jawab Bian mencium pipi Zoya


" tapi aku selesaikan kerjaan ku dulu ya sebentar lagi selesai " bujuk Bian


" aku akan menunggu " jawab Zoya dengan senyum menggoda.



Sepulang sekolah Shi dan Rani jalan ke mall ,sedang asik berjalan sambil bercanda tiba tiba Shi menabrak orang yang berjalan berlawanan arah.


Bruk.....


" hei kalau jalan pake mata dong main tabrak tabrak aja....."marah orang yang ditabrak Shi.


" maaf mbak saya ga sengaja " ucap Shi sambil membantu memungut belanjaan yang jatuh saat akan mengembalikannya .....


" kak Bian....."


" Shi....."


Ucap Shi dan Bian bersamaan.


" kamu kenal sayang....? " tanya Zoya

__ADS_1


" ya dia Shi sepupu aku sayang "


" oh jadi ini yang jahatin Jina disekolah ....?" ucap Zoya dengan tatapan meremehkan.


" ya dia " ucap Bian datar.


" pantesan ..... Kampungan ,kenapa sih kamu bisa punya sepupu seperti dia ga banget deh....." ucap Zoya memandang Shi dari atas sampai bawah.


Shi yang di pandang remeh hanya cuek walaupun dihatinya kecewa karna Bian membiarkan kekasihnya menghina dirinya. Tapi Shi berusaha bersikap biasa saja dan tak menanggapi omongan Zoya dan itu membuat Zoya semakin jengkel.


" heh .....lo udah salah ga mau minta maaf sama adik gue dasar gak tau diri lo "


Ujar Zoya mendorong Shi.


" wah.... Ternyata adek sama kakak sama sama ga beretika sukanya menghina orang ck...ck....ck..." ujar Shi mengeleng gelengkan kepalanya. Dan itu membuat Zoya meradang .


" Shi jaga bicaramu, sopan lah sedikit " bentak Bian


" maaf gue bicara apa adanya dan soal sopan....? Itu tergantung lawan bicaranya . Kalau situ sopan gue juga sopan ,gue bukan tipe orang yang bisa ditindas atau dihina seenaknya. Orang tua gue besarin gue dengan kasih sayang ,trus seenaknya aja lo pada menghina gue ,kalau ingin dihormati ,hormati juga orang lain. " Jelas


Shi dengan tegas.


" cukup Shi sekarang kamu pulang kita bicara dirumah " kata Bian marah. Lalu megandeng Zoya yang sedang menahan amarah. Shi hanya tersenyum kecut melihat pemandangan itu dimana Bian memeluk Zoya untuk menenangkan kemarahan nya.


Shi tak menghiraukan perkataan Bian. Setelah mengantar Rani kerumahnya Shi pergi kepantai meredakan sesak yang iya rasakan . shi berteriak sekuat tenaga agar sesak di dadanya berkurang.


" aaaaaaaaa.........hah.......aaaaaaaa. "


" nanti pita suaramu bisa rusak kalau berteriak terus..." sapa seseorang yang sedang berjalan di tepi pantai. Shi menoleh kesumber suara .ternyata seorang pria tampan dengan senyum yang hangat . Tapi karna suasana hati yang lagi kacau tak dapat melihat itu.


" bukan urusan lo " ketus Shi



Karna malas berdebat Shi meninggalkan pria itu .


" cantik....." gumam pria itu sambil tersenyum penuh arti.


Sesampainya di apartemen Shi dikagetkan dengan keberadaan Bian yang sedang menunggunya dengan tatapan tajam.


Plak.....


Satu tamparan berhasil membuat Shi oleng dan tersungkur kelantai. Bian memarahi Shi yang sudah berkata kasar pada Zoya. Tentu saja itu menyakitkan bagi Shi karna suaminya lebih membela kekasihnya dari pada istrinya. Sungguh miris sekali rumahtangga Shi . Dari situ Shi bertekat memperkuat benteng pertahanannya agar tak jatuh terlalu dalam. Dan Shi akan mulai berusaha membunuh Rasa yang sudah malai tumbuh.



Sejak kejadian itu Shi berusa bersikap biasa . Cuma kini Shi jarang tersenyum dan selalu menghindar dari Bian. Shi berangkat pagi setelah menyiapkan sarapan untuk Bian . Saat Bian dirumah Shi akan mengurung diri di kamar kadang VC dengan sahabat sahabatnya atau mengerjakan tugas sekolah sambil mendengarkan musik.



Bian melihat perubahan pada Shi , merasa ada yang aneh dalam hatinya. Tak ada lagi Shi yang melayaninya makan . Senyuman yang selama ini disukainya sudah tak didaptinya lagi.



" Shi ...." panggil Bian saat Shi baru keluar dari kamar mau berangkat kesekolah. shi menoleh. Saat akan berbicara lagi Ponsel Bian berbunyi ada panggilan masuk dari Zoya. Shi yang melihat itu merasakan sakit di sudut hatinya .dan Shi juga mendengar obrolan mereka yang membuatnya merasa sesak, karna Bian mengankat telponnya di dekat Shi yang menunggu apa yang ingin dibicarakan Bian padanya


" ya sayang..." Bian


" halo sayang..."Zoya

__ADS_1


" sayang kita jadikan jalan...? " Zoya


" jadi dong... Sebentar lagi aku otw kamu tunggu aja..." Bian


" cepat ya sayang aku menunggumu love you..." Zoya


" love you too..." jawab Bian memutus panggilan.


Shi seperti nyaman dengan keadaan seperti ini dengan menghindar dari Bian maka akan mudah bagi Shi menekan rasa yang kian tumbuh jika selalu berinteraksi dengan Bian , tetapi tidak dengan Bian . Bian merasa ada yang kurang .namun Bian barusaha tak ambil pusing.


Saat ini hari libur ,Shi sangat gembira senyum tak lepas dari bibirnya, Bian merasa sedikit aneh karna sudah lama tak melihat senyum itu.


" kak satu minggu kedepan aku menginap dirumah bunda ya ,...? " Shi minta izin pada Bian


" kenapa tiba tiba ....? gue ga bisa gue udah janji sama Zoya pergi berlibur keluar kota " jawab Bian


Deg....


Jantung Shi seakan berhenti berdetak ....sakit...tapi bisa apa.....senyum yang tadi indah berubah menjadi senyum kecut


" ga pa pa kalau kakak ga bisa Shi sendiri aja " Shi berusah mengendalikan keterkejutannya.



" tapi bagaimana dengan tanggapan orang tua lo nanti....? " tanya Bian



" Ga usah khawatir kak, nanti Shi yang bilang sama bunda , lagian nanti dirumah bunda, Shi juga kedatangan sahabat sahabat Shi dari kota D , Shi ingin menikmati waktu bersama mereka. Mumpung mereka berkunjung kesini . Bunda pasti ngerti ." jelas Shi



" ooh jadi itu yang buat lo bahagia hari ini...? Kayak mau ketemu siapa aja..... " Ketus Bian



" tentu saja bahagia karna sudah lama kami ga ketemu , walau sering VC tetap aja beda. Baru ini kami berpisah lama " ucap Shi dengan mata berkaca kaca membayangkan pertemuan dengan sahabat sahabatnya Nanti.


" sepenting itukah sampai lo melow gitu ...? " sarkas Bian tak suka melihat Shi yang terharu karna ingin bertemu dengan sahabatnya .


Shi mengangguk dengan senyuman yang merekah.


" Sangaaaat penting....! Mereka merupakan teman dalam suka maupun duka kami lebih dekat dari saudara....tidak bisa dibandingkan dengan apapun . Nanti kalau kakak kenal mereka pasti kakak akan setuju dengan Shi. "


" ga penting buat gue... Mending gue liburan sama cewek gue daripada kenalan sama temen temen lo yang ingusan itu. Gue juga ga tertarik kenal sama orang biasa macam kalian...." ejek Bian


Shi merasa marah sahabatnya di rendahkan.


" kakak belum kenal dengan mereka belum tau siapa mereka kenapa kakak gak suka....?"


" alaaah paling juga setipe semua sama lo ,namanya juga temenan paling ga jauh beda lah...! "


" terserah kakak lah percuma juga ngomong sama kakak......eh......tapi nanti Shi juga mau pergi jalan jalan sama mereka ga pa pa kan...? Tanya Shi


" terserah lo mau ngapain dan mau kemana sama siapa gue ga peduli ...mending gue siap siap buat liburan sama cewek gue...." ucap Bian



Sakit.......? Tentu sangat sakit yang dirasakan Shi sekarang. Tapi ya sudah lah mau marah juga ga bisa.

__ADS_1


__ADS_2